Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said Dimulai Pemprov DKI
- account_circle adrian moita
- calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
- visibility 351
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pembongkaran tiang monorel Rasuna Said dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk penataan kawasan dan kelancaran lalu lintas.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) – Pembongkaran monorel Rasuna Said resmi dimulai Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada Rabu. Pemprov DKI mengambil langkah ini sebagai bagian dari penataan kawasan Jakarta Selatan sekaligus upaya meningkatkan kenyamanan dan kelancaran lalu lintas di salah satu ruas utama ibu kota.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyatakan Pemprov DKI mengambil keputusan tersebut setelah melalui koordinasi dengan aparat penegak hukum. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjalin komunikasi dengan Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta serta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memastikan proses pembongkaran berjalan sesuai ketentuan.
“Prosesnya cukup panjang. Saya berterima kasih kepada Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta dan KPK yang mendukung penataan Jalan Rasuna Said,” ujar Pramono di lokasi.
Pemprov DKI mengalokasikan anggaran sekitar Rp254 juta untuk pembongkaran monorel Rasuna Said. Selain itu, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp102 miliar guna menata kawasan Jalan HR Rasuna Said. Program penataan tersebut mencakup pembangunan taman kota, jalur pedestrian, serta perbaikan saluran air.
Pramono menjelaskan, sebanyak 109 tiang monorel berdiri di sepanjang Jalan HR Rasuna Said. Pemprov DKI akan membongkar seluruh tiang tersebut secara bertahap agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar. Pemerintah menargetkan penataan kawasan ini dapat memperbaiki wajah kota dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Pemprov DKI menjadwalkan pembongkaran monorel Rasuna Said pada malam hari untuk mengurangi gangguan lalu lintas. Pemerintah memastikan kegiatan tersebut berlangsung tanpa penutupan jalan. Dinas Perhubungan dan Dinas Bina Marga mengatur arus lalu lintas selama proses pembongkaran.
“Saya meminta petugas menjaga pengaturan lalu lintas dengan baik karena Jalan Rasuna Said merupakan jalur utama,” kata Pramono.
Melalui kebijakan ini, Pemprov DKI berharap kawasan Jalan HR Rasuna Said menjadi lebih tertata, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Pemerintah juga menargetkan penataan tersebut dapat membantu mengurangi kemacetan di Jakarta.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
