Prabowo WEF Davos Tegaskan Disiplin Fiskal
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
- visibility 160
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato ekonomi Indonesia pada World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com — Prabowo WEF Davos menegaskan komitmen Indonesia menjaga stabilitas ekonomi dan disiplin fiskal di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan sikap tersebut saat berbicara di forum World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Kamis (waktu setempat).
Forum World Economic Forum mempertemukan para pemimpin negara, pelaku usaha global, dan pembuat kebijakan internasional setiap tahun di Davos. WEF membahas isu ekonomi dunia, geopolitik, serta arah pembangunan global. Publik dapat memantau agenda dan program forum ini melalui situs resmi https://www.weforum.org.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah merancang kebijakan ekonomi nasional secara terukur dan berbasis data. Presiden menilai stabilitas ekonomi Indonesia tidak muncul secara kebetulan. Pemerintah membangun stabilitas tersebut melalui kebijakan konsisten yang mengedepankan persatuan, kolaborasi, dan hubungan bersahabat dengan negara lain.
“Kebijakan kami telah dan akan selalu kami rancang secara tepat,” ujar Prabowo di hadapan peserta forum.
Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa sejarah membuktikan perdamaian dan stabilitas sebagai prasyarat utama pertumbuhan dan kemakmuran ekonomi. Karena itu, pemerintah terus menjaga iklim yang kondusif agar pembangunan ekonomi berjalan berkelanjutan dan inklusif.
Prabowo WEF Davos dan Kredibilitas Fiskal
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya kredibilitas negara dalam pengelolaan ekonomi dan fiskal. Presiden menyatakan bahwa Indonesia tidak pernah mengalami gagal bayar kewajiban utang. Ia juga menekankan bahwa setiap pemerintahan selalu menghormati dan melanjutkan komitmen kebijakan pemerintahan sebelumnya.
“Kredibilitas yang kami bangun selama bertahun-tahun harus terus kami jaga. Ketika kredibilitas itu hilang, negara harus menanggung biaya yang sangat mahal untuk memulihkannya,” kata Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden memastikan pemerintah akan terus menerapkan disiplin kebijakan dan menjaga kesinambungan tata kelola ekonomi. Menurutnya, langkah tersebut memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi jangka panjang sekaligus menjaga kepercayaan global terhadap perekonomian Indonesia.
Kehadiran Presiden Prabowo di WEF Davos juga memperkuat diplomasi ekonomi Indonesia. Melalui forum internasional ini, pemerintah menyampaikan pesan stabilitas dan kepastian kebijakan kepada komunitas global. Sebelumnya, Prabowo juga menyampaikan pandangan serupa dalam berbagai forum internasional, seperti yang telah diberitakan di duasatunews.com.
Selain itu, pemerintah menargetkan peningkatan kepercayaan investor asing melalui partisipasi aktif di WEF Davos. Strategi ini sejalan dengan upaya diplomasi ekonomi Indonesia untuk mendorong investasi dan memperluas kerja sama global, sebagaimana diulas dalam laporan ekonomi internasional lainnya di duasatunews.com.
