Pembongkaran Monorel Rasuna Said Jadi Bagian Penataan Infrastruktur
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- visibility 151
- comment 0 komentar
- print Cetak

Jakarta — Deretan tiang beton proyek monorel yang mangkrak terlihat di sepanjang Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membongkar tiang-tiang tersebut sebagai bagian dari program penataan kawasan dan perbaikan infrastruktur jalan
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) — pembongkaran monorel Rasuna Said masuk dalam program penataan infrastruktur Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan anggaran Rp100 miliar tidak hanya membiayai pembongkaran tiang beton. Pemerintah juga mengalokasikan dana tersebut untuk memperbaiki badan jalan, trotoar, dan kawasan di sepanjang Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
👉 Tautan internal: https://duasatunews.com/tag/jakarta
Pemprov DKI Jakarta akan memperbaiki permukaan jalan dan menata ulang trotoar. Selain itu, pemerintah daerah akan merapikan kawasan sekitar. Dengan langkah tersebut, pembongkaran monorel menjadi satu bagian dari paket pekerjaan infrastruktur yang lebih luas.
“Biaya keseluruhan untuk memperbaiki Jalan Rasuna Said angkanya Rp100 miliar. Jadi bukan hanya bongkar, kalau bongkar kecil bangetlah,” kata Pramono saat ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta, Ahad (11/1/2026).
Pembongkaran Monorel Masuk Program Prioritas
Pramono menyampaikan rencana memulai pembongkaran monorel Rasuna Said pada Rabu (14/1/2026). Ia menjadikan proyek ini sebagai prioritas awal masa kepemimpinannya. Selain itu, kebijakan tersebut menindaklanjuti aspirasi Gubernur DKI Jakarta periode sebelumnya, Sutiyoso, atau Bang Yos.
Pramono juga berencana mengundang Bang Yos untuk menyaksikan proses pembongkaran. Ia menilai keberadaan tiang monorel mangkrak selama bertahun-tahun meninggalkan catatan penting dalam sejarah pembangunan transportasi Jakarta.
Proyek Monorel Rasuna Said Terhenti Sejak 2007
Pemprov DKI Jakarta memulai pembangunan tiang beton monorel di Rasuna Said pada 2004 saat Sutiyoso memimpin Jakarta. Presiden Megawati Soekarnoputri meresmikan proyek tersebut sebagai upaya mengurai kemacetan ibu kota. Namun, proyek berhenti pada 2007 karena persoalan pendanaan dan aset.
Pada 2013, Pemprov DKI Jakarta kembali mencoba melanjutkan proyek monorel di era kepemimpinan Joko Widodo. Sengketa antarperusahaan kembali menggagalkan rencana tersebut.
Akibat kegagalan itu, tiang monorel berdiri tanpa fungsi dan mengganggu penataan ruang kota. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta kini memilih membongkar seluruh tiang monorel untuk mendukung penataan kawasan Rasuna Said dan meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan.
👉 Tautan ke luar: https://jakarta.go.id
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar