Paparan Prabowo di Istana Bahas Energi dan Hilirisasi Nasional
- account_circle adrian moita
- calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
- visibility 248
- comment 0 komentar
- print Cetak

Arsip foto ; Presiden Prabowo Subianto
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) — Paparan Prabowo di Istana menjadi agenda utama dalam pertemuan Presiden dengan para rektor dan guru besar perguruan tinggi negeri maupun swasta di Istana Kepresidenan, Kamis. Prabowo Subianto menjelaskan kondisi energi nasional, arah kebijakan hilirisasi, serta situasi ekonomi dan ketahanan negara.
Sorotan Energi dan Hilirisasi Industri
Dalam forum tersebut, Presiden memaparkan tantangan global yang memengaruhi Indonesia, mulai dari dinamika geopolitik hingga tekanan ekonomi internasional. Ia menegaskan bahwa pemerintah harus menjaga stabilitas nasional melalui penguatan sektor energi dan pangan. Karena itu, hilirisasi industri tetap menjadi strategi utama dalam memperkuat struktur ekonomi dalam negeri serta meningkatkan nilai tambah komoditas nasional.
Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa paparan tersebut memberi gambaran menyeluruh mengenai kondisi negara. Presiden, menurutnya, ingin memastikan pembangunan berjalan konsisten dan berkelanjutan di tengah perubahan global. Ia juga menekankan pentingnya kemandirian energi untuk mengurangi ketergantungan impor dan memperkuat ketahanan nasional.
Perkembangan Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Selain energi dan hilirisasi, Presiden juga menyoroti perkembangan ekonomi global. Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa agenda swasembada pangan serta penguatan industri nasional menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang pemerintah. Pemerintah berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi melalui reformasi struktural dan peningkatan daya saing industri.
Presiden menilai stabilitas ekonomi harus berjalan seiring dengan penguatan sektor produksi dalam negeri. Dengan demikian, Indonesia dapat lebih tahan terhadap tekanan eksternal dan gejolak pasar global.
Dialog Strategis dengan Akademisi
Paparan Prabowo di Istana juga menjadi ruang dialog antara pemerintah dan kalangan akademisi. Sekitar 1.200 guru besar, dekan, dan rektor bidang sosial humaniora menghadiri pertemuan tersebut. Dalam kesempatan itu, Presiden mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset terapan, inovasi teknologi, dan kolaborasi dengan dunia industri.
Sementara itu, Prasetyo Hadi menyebut kegiatan ini menunjukkan perhatian Presiden terhadap dunia pendidikan tinggi. Ia menilai keterlibatan kampus penting untuk mendukung kebijakan berbasis kajian ilmiah dan data yang komprehensif.
Secara keseluruhan, paparan tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga ketahanan energi, memperkuat hilirisasi industri, serta memastikan stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah berharap sinergi antara negara dan perguruan tinggi dapat memperkuat fondasi pembangunan jangka panjang Indonesia.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
