Kapal Pesiar Timur Tengah Terjebak, 15.000 Wisatawan Dievakuasi
- account_circle adrian moita
- calendar_month Minggu, 29 Mar 2026
- visibility 129
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Ilustrasi, Kapal Pesiar Terjebak Timur Tengah Ganggu Operasional
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DUBAI (duasatunews.com) – Kapal pesiar Timur Tengah terjebak akibat meningkatnya ketegangan di kawasan, sehingga sejumlah kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan dan operator segera mengevakuasi wisatawan dari wilayah berisiko. Situasi ini menjadi perhatian karena berdampak langsung pada jalur pelayaran internasional dan industri pariwisata.
Ketegangan di sekitar Selat Hormuz membuat jalur pelayaran utama tidak aman untuk dilintasi. Kawasan tersebut merupakan salah satu rute perdagangan paling sibuk di dunia, sehingga gangguan operasional langsung memengaruhi transportasi global dan distribusi logistik.
Kapal Pesiar Timur Tengah Ganggu Jalur Pelayaran Global
Sejumlah kapal yang terdampak meliputi MSC Euribia milik MSC Cruises, Mein Schiff 4 dan Mein Schiff 5 dari TUI Group, serta Discovery dan Journey milik Celestyal Cruises. Kapal Aroya Manara juga termasuk dalam daftar kapal yang terdampak situasi tersebut.
Operator segera menghentikan pelayaran dan memindahkan sekitar 15.000 wisatawan menggunakan penerbangan khusus. Evakuasi dilakukan melalui Dubai, Doha, dan Abu Dhabi dengan dukungan puluhan penerbangan charter.
MSC Cruises mengerahkan lima penerbangan untuk mengangkut sekitar 1.500 wisatawan. Sementara itu, TUI Group mengoperasikan puluhan penerbangan tambahan guna mempercepat proses evakuasi.
Dampak Kapal Pesiar di Timur Tengah terhadap Pariwisata
Seluruh wisatawan kini telah kembali dengan selamat. Namun, kapal masih tertahan di pelabuhan karena operator belum membuka kembali jalur pelayaran yang aman.
Kondisi ini mulai berdampak pada industri pariwisata global. Operator pelayaran menilai situasi tersebut dapat menurunkan minat wisatawan serta mengganggu perencanaan perjalanan internasional dalam jangka pendek.
Selain itu, gangguan ini juga berpotensi memengaruhi rantai pasok industri pendukung pariwisata, termasuk layanan penerbangan, perhotelan, dan logistik perjalanan internasional.
Penyesuaian Rute Kapal Pesiar dan Pembatalan Pelayaran
Explora Journeys membatalkan musim pelayaran 2026–2027 di kawasan tersebut dan mengalihkan rute ke Mediterania Barat serta Afrika Utara. Di sisi lain, Celestyal Cruises juga membatalkan sejumlah perjalanan karena kendala reposisi kapal kembali ke Eropa.
Operator menawarkan pengembalian dana atau kredit perjalanan sebagai bentuk kompensasi kepada wisatawan. Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan pelanggan di tengah ketidakpastian global.
Situasi ini menunjukkan bahwa dinamika geopolitik dapat berdampak langsung terhadap sektor pariwisata global. Operator dan otoritas terkait terus memantau perkembangan sebelum menentukan langkah operasional selanjutnya.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
