Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi & Bisnis » Bahlil Buka Suara soal Rumus Baru Harga Mineral, Investor China Mulai Pertanyakan Regulasi

Bahlil Buka Suara soal Rumus Baru Harga Mineral, Investor China Mulai Pertanyakan Regulasi

  • account_circle Windi Anggraini
  • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
  • visibility 397
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (duasatunews.com) – Rumus baru harga mineral mulai menjadi perhatian investor asing setelah pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan terbaru di sektor pertambangan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah telah menjelaskan rumus baru harga mineral kepada pelaku usaha dan pihak Kedutaan Besar China.

Bahlil mengatakan komunikasi dengan investor sudah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir. Ia menegaskan pemerintah ingin memberikan kepastian terhadap kebijakan sektor tambang.

“Beberapa sudah komunikasi dengan saya. Dubesnya juga sudah berbicara langsung,” kata Bahlil di Jakarta, Rabu.

Ia menyebut pemerintah terbuka terhadap masukan dari investor asing, termasuk pelaku usaha asal China yang memiliki investasi besar di industri mineral Indonesia.

Investor China Soroti Perubahan Regulasi

Pelaku usaha China menyoroti sejumlah aturan baru di Indonesia. Mereka khawatir perubahan kebijakan dapat memengaruhi iklim investasi.

Beberapa isu yang menjadi perhatian meliputi kenaikan pajak dan royalti tambang. Selain itu, investor juga menyoroti aturan visa tenaga kerja asing dan kebijakan devisa hasil ekspor.

Pelaku usaha meminta pemerintah menjaga stabilitas regulasi agar dunia usaha tetap percaya terhadap pasar Indonesia.

Formula HPM Resmi Berubah

Kementerian ESDM mulai menerapkan formula baru HPM sejak 15 April 2026. Kebijakan itu tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 144 Tahun 2026.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengatakan pemerintah menyesuaikan aturan karena pasar komoditas global bergerak sangat cepat.

Menurut Tri, regulasi baru bertujuan menciptakan sistem harga yang lebih adil dan transparan.

Tiga Perubahan Utama dalam Aturan Baru

Pemerintah melakukan tiga perubahan utama dalam formula HPM.

Perubahan pertama menyasar bijih nikel. Pemerintah mengubah Corrective Factor (CF) dan menambahkan unsur besi, kobalt, serta krom dalam perhitungan harga.

Perubahan kedua berlaku pada bijih bauksit. Pemerintah mengurangi faktor reaktif silika atau R-SiO2 dalam formula harga.

Perubahan ketiga menyangkut satuan harga mineral. Pemerintah mengganti satuan dari dolar AS per Dry Metric Ton (DMT) menjadi dolar AS per Wet Metric Ton (WMT).

Royalti Tambang Masih Ditunda

Pemerintah juga belum menerapkan tarif royalti baru untuk sejumlah komoditas tambang.Bahlil mengatakan pemerintah masih menyusun formula terbaik sebelum aturan itu berlaku penuh. Kebijakan royalti tersebut mencakup komoditas tembaga, timah, nikel, emas, dan perak.

Tri meminta perusahaan tambang segera berkoordinasi dengan surveyor agar penerapan formula baru berjalan lancar.

Pemerintah juga menunda penerapan tarif royalti baru untuk beberapa komoditas tambang. Kebijakan itu mencakup nikel, tembaga, timah, emas, dan perak.

Bahlil mengatakan pemerintah masih menyusun formulasi terbaik agar kebijakan royalti tidak membebani industri tambang nasional.

Tri meminta perusahaan tambang segera berkoordinasi dengan surveyor agar penerapan rumus baru harga mineral berjalan lancar dan sesuai aturan.

  • Penulis: Windi Anggraini
  • Editor: Wilda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • perhatian pemerintah Sulut di wilayah kepulauan dengan aktivitas masyarakat pesisir dan transportasi perahu

    Perhatian Pemerintah Sulut Didorong Komisi XIII DPR untuk Wilayah Kepulauan

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 340
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Perhatian pemerintah Sulut kembali menjadi sorotan. Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Dewi Asmara, meminta pemerintah pusat meningkatkan fokus pada wilayah kepulauan di Sulawesi Utara. Ia menilai wilayah ini menghadapi tantangan geografis yang kompleks. Wilayah tersebut terdiri dari banyak pulau kecil, sebagian masuk kategori 3T, dan rawan bencana. Karena itu, pemerintah pusat perlu menyusun kebijakan […]

  • Ilustrasi kesehatan buruh May Day 2026 dengan layanan cek kesehatan gratis dan dukungan kesehatan mental pekerja di Jakarta

    Pemerintah Perkuat Perlindungan Kesehatan Buruh di May Day 2026, Fokus Fisik dan Mental

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Pemerintah menegaskan komitmen meningkatkan kesehatan pekerja pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Program ini menitikberatkan kesehatan fisik dan mental. Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengatakan pekerja masih menghadapi tantangan dalam menerapkan pola hidup sehat. Ia menekankan konsumsi makanan bergizi, aktivitas fisik rutin, dan pemeriksaan kesehatan berkala. […]

  • Denny Indrayana saat diwawancarai media menyoroti tambang batubara dekat permukiman warga

    Tambang Batubara Dekat Permukiman, Eks Wamenkumham Era SBY Angkat Suara

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 314
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – Tambang batubara dekat permukiman di Kalimantan Selatan memicu perhatian serius. Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Denny Indrayana, secara terbuka mengkritik aktivitas tambang yang berdiri sangat dekat dengan rumah warga. Kritik tersebut muncul melalui unggahan media sosial. Dalam unggahan itu, Denny memperlihatkan lokasi tambang batubara di Sungai […]

  • dampak tambang nikel Sultra terhadap lingkungan

    KERUSAKAN LINGKUNGAN DI SULAWESI TENGGARA : Kritik Akademik terhadap Pemerintah dan Oligarki ekstraktif

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Dr. Eni Samayati
    • visibility 914
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com — Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Namun, di Sulawesi Tenggara, kekayaan tersebut justru melahirkan ironi ekologis. Daerah dengan cadangan nikel besar ini menjadi pusat aktivitas pertambangan selama dua dekade terakhir. Sayangnya, ekspansi tambang yang masif tanpa tata kelola berkelanjutan memicu persoalan lingkungan dan sosial yang semakin serius. Perusahaan tambang terus memamerkan […]

  • KPK Sita Emas Pajak dalam Pengembangan Kasus Korupsi

    KPK Periksa 10 Saksi Usai geledah di limah daerah dan sita 1,3 Kg Emas dalam Kasus Pajak

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil 10 saksi dalam pengembangan kasus dugaan korupsi di lingkungan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin. Kasus tersebut menjerat mantan Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Purwo Wijoyo. KPK memanggil para saksi setelah menggeledah sejumlah lokasi pada 11–12 Agustus 2026. Dalam penggeledahan itu, penyidik menemukan emas seberat 1,3 kilogram. […]

  • Irwan Tajuddin dan Dedu Purnomo Terpilih Jadi Punggawa Baru KKTS

    Irwan Tajuddin dan Dedu Purnomo Terpilih Jadi Punggawa Baru KKTS

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 1.379
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Musyawarah Besar (Mubes) Kerukunan Keluarga Tolaki Samaturu (KKTS) secara resmi memilih pimpinan baru KKTS pada Sabtu, 12 Juli 2025. Panitia menggelar Mubes nasional ini di Gedung Kosek IKN, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dan menghadirkan perwakilan masyarakat Tolaki dari berbagai daerah. Peserta Mubes secara mufakat menetapkan Irwan Tajuddin dan Dedu Purnomo sebagai pimpinan […]

expand_less