Rosan Ungkap Proyek Hilirisasi Fase II Danantara Dimulai Maret–April 2026
- account_circle Darman
- calendar_month 7 jam yang lalu
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aktivitas Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) di Wisma Danantara, Jakarta, terkait pengelolaan dan pengembangan proyek hilirisasi nasional. Foto: Danantara Indonesia.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – Proyek hilirisasi Danantara fase II kembali menarik perhatian publik karena pemerintah menargetkan peningkatan nilai tambah industri nasional. Program ini diharapkan mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi daerah. Pikiran Jakarta sebelumnya mencatat agenda serupa dalam kanal Investasi Nasional.
Mengapa Hilirisasi Mendesak Sekarang
Pemerintah mendorong hilirisasi untuk mengurangi ketergantungan ekspor bahan mentah. Tekanan ekonomi global memaksa negara memperkuat industri dalam negeri agar pertumbuhan ekonomi tetap terjaga. Pemerintah juga menempatkan hilirisasi sebagai agenda utama pembangunan sektor energi dan sumber daya alam.
Pernyataan Danantara soal Tahap Lanjutan
Chief Executive Officer Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Rosan Roeslani, menyatakan Danantara menargetkan pelaksanaan proyek hilirisasi Danantara fase II pada Maret hingga April 2026. Tahap ini melanjutkan enam proyek awal dengan nilai investasi Rp110 triliun di sektor energi, pertambangan, pertanian, dan peternakan.
Rosan menegaskan Danantara tidak mengejar banyaknya seremoni peletakan batu pertama. Manajemen memilih memastikan kesiapan proyek agar setiap pembangunan berjalan dan selesai sesuai rencana.
Fokus Eksekusi dan Kesiapan Teknis
Danantara menilai kesiapan teknologi, lokasi proyek, potensi pasar, serta mitra usaha sejak tahap awal. Tim internal melakukan evaluasi menyeluruh sebelum memulai proyek. Pendekatan ini sejalan dengan strategi penanaman modal yang dijalankan Kementerian Investasi/BKPM.
Danantara juga membuka peluang pelaksanaan beberapa proyek secara bersamaan. Manajemen hanya mengambil langkah tersebut jika seluruh aspek teknis memenuhi standar.
Tanggapan Publik dan Isu Transparansi
Pendekatan selektif ini memicu perhatian publik. Sejumlah pengamat meminta Danantara menyampaikan jadwal dan lokasi proyek secara terbuka. Mereka menilai keterbukaan informasi penting untuk memperkuat pengawasan publik dan mencegah proyek bermasalah, sebagaimana sering dibahas dalam laporan kebijakan hilirisasi nasional.
Dampak bagi Daerah dan Masyarakat
Jika proyek berjalan sesuai rencana, proyek hilirisasi Danantara berpotensi meningkatkan ekonomi daerah. Program ini dapat menyerap tenaga kerja lokal, mendorong industri pendukung, dan meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar.
Sebaliknya, keterlambatan pelaksanaan berisiko menimbulkan ketidakpastian ekonomi di wilayah proyek. Kondisi tersebut dapat menghambat pertumbuhan industri lokal.
Penutup: Komitmen Keberlanjutan
Danantara menyatakan fase kedua telah masuk perencanaan matang. Manajemen berkomitmen menjaga konsistensi pelaksanaan proyek agar selaras dengan agenda pembangunan nasional dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Saat ini belum ada komentar