Dirut BEI Mundur, Purbaya Ungkap Kesalahan yang Picu Koreksi IHSG
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
- visibility 104
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com — Purbaya dukung Dirut BEI mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak pasar saham. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai keputusan Iman Rachman meninggalkan jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi sinyal positif bagi pasar modal nasional.
Purbaya menyampaikan sikap tersebut kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Ia menilai langkah cepat ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons tekanan pasar yang memengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
“Saya pikir ini positif sebagai bentuk tanggung jawab terhadap masalah yang timbul di bursa kemarin,” ujar Purbaya.
Purbaya kemudian menjelaskan penyebab utama koreksi tajam IHSG. Ia menilai Iman Rachman tidak menindaklanjuti laporan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI). Menurutnya, laporan tersebut berkaitan langsung dengan ketentuan free float dan potensi penurunan status BEI dari kategori emerging market.
“Dia tidak menindaklanjuti masukan dari MSCI. Kesalahan itu fatal dan langsung memicu koreksi pasar,” kata Purbaya. Ia menambahkan bahwa keterlambatan respons berpotensi memunculkan persepsi negatif terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Meski demikian, Purbaya memastikan pengunduran diri Dirut BEI tidak memengaruhi kondisi fiskal negara. Ia justru menilai langkah tersebut menguntungkan pemerintah karena menunjukkan respons cepat terhadap dinamika pasar.
“Tidak ada dampak ke fiskal. Saya melihat ini sebagai sinyal positif,” katanya.
Dengan langkah tersebut, Purbaya meyakini investor akan melihat keseriusan pemerintah dalam menangani gejolak pasar modal. Ia menilai sikap tegas ini dapat memulihkan kepercayaan investor, baik di pasar modal maupun sektor riil.
Pada saat yang sama, Purbaya memandang kondisi pasar saat ini sebagai peluang investasi. Ia menilai koreksi IHSG membuka ruang bagi investor untuk masuk ke pasar saham dengan valuasi yang lebih menarik.
“Kalau yang paham, ini justru waktu yang tepat untuk membeli saham,” ujarnya.
Selain itu, Purbaya menegaskan pemerintah akan terus memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait serta pelaku pasar guna menjaga stabilitas pasar modal ke depan.
