Breaking News
light_mode
Beranda » Edukasi » Negara dengan Bahasa Terbanyak di Dunia: Indonesia Kedua

Negara dengan Bahasa Terbanyak di Dunia: Indonesia Kedua

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
  • visibility 218
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (duasatunews.com) — Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah bahasa terbesar kedua di dunia. Negara kepulauan ini memiliki 721 bahasa yang tersebar dari wilayah barat hingga timur Nusantara dan digunakan oleh ratusan kelompok etnis dengan latar budaya yang beragam.

Di posisi teratas, Papua Nugini memimpin daftar negara dengan bahasa terbanyak di dunia dengan 841 bahasa. Data tersebut merujuk pada laporan lembaga riset bahasa internasional Ethnologue tahun 2024. Secara global, para peneliti memperkirakan lebih dari 7.100 bahasa masih digunakan hingga saat ini, meskipun sebagian di antaranya berada dalam kondisi rentan atau terancam punah.

Bahasa berperan sebagai alat utama komunikasi manusia. Selain itu, bahasa juga membentuk identitas sosial, memperkuat ikatan budaya, serta menjadi sarana ekspresi imajinasi dan emosi. Karena itu, keberadaan ratusan bahasa dalam satu negara mencerminkan kompleksitas sosial serta sejarah panjang masyarakatnya.

Sepuluh Negara dengan Jumlah Bahasa Terbanyak

Berdasarkan data Ethnologue, sejumlah negara memiliki ratusan bahasa yang hidup berdampingan. Berikut sepuluh negara dengan jumlah bahasa terbanyak secara global:

  1. Papua Nugini – 841 bahasa

  2. Indonesia – 721 bahasa

  3. Nigeria – 538 bahasa

  4. India – 459 bahasa

  5. Amerika Serikat – 364 bahasa

  6. Australia – 320 bahasa

  7. China – 308 bahasa

  8. Meksiko – 304 bahasa

  9. Kamerun – 281 bahasa

  10. Brasil – 240 bahasa

Faktor Geografis dan Tantangan Pelestarian

Papua Nugini mencatat tingkat keragaman bahasa tertinggi karena kondisi geografisnya yang ekstrem. Pegunungan, lembah terpencil, dan wilayah kepulauan memisahkan komunitas masyarakat selama ratusan tahun. Akibatnya, setiap kelompok mengembangkan bahasa dan dialek sendiri secara mandiri.

Di sisi lain, banyak bahasa di dunia menghadapi tantangan serius akibat urbanisasi, migrasi, dan dominasi bahasa global. Generasi muda di sejumlah wilayah mulai meninggalkan bahasa ibu demi bahasa nasional atau internasional yang dianggap lebih praktis.

Para ahli bahasa menilai dokumentasi, pendidikan bilingual, serta pelestarian bahasa daerah melalui media dan sekolah menjadi langkah penting untuk menjaga keberlanjutan warisan budaya. Dengan pendekatan tersebut, negara dengan bahasa terbanyak di dunia tidak hanya mencerminkan jumlah bahasa, tetapi juga menunjukkan tanggung jawab besar dalam melindungi keberagaman linguistik bagi generasi mendatang.

Rekomendasi Untuk Anda

  • PSG lolos 16 besar Liga Champions

    PSG Lolos 16 Besar, Luis Enrique Akui Timnya Menderita

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Paris, (duasatunews.com) — PSG lolos 16 besar Liga Champions UEFA 2025/2026 setelah menyingkirkan AS Monaco melalui babak playoff. Pelatih Paris Saint-Germain Luis Enrique mengakui timnya harus bekerja keras untuk mengamankan tiket ke fase gugur kompetisi elite Eropa tersebut. PSG memastikan kelolosan setelah bermain imbang 2-2 pada leg kedua playoff yang berlangsung di Paris, Kamis dini […]

  • Ahmad Muzani meninjau lokasi Gedung Parlemen IKN

    Muzani Kagum Lokasi Gedung Parlemen di IKN, Diapit Istana dan Yudikatif

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, mengaku kagum saat meninjau lokasi pembangunan gedung parlemen di Ibu Kota Nusantara. Ia menilai posisinya sangat strategis karena berada di antara Istana Negara dan kompleks yudikatif. Menurut Muzani, kawasan tersebut memiliki kontur yang lebih tinggi dibandingkan bangunan pemerintahan lain. Ia juga menyoroti perbukitan di sekitar lokasi yang menambah kesan megah […]

  • petugas mengevakuasi korban banjir Jakarta akibat hujan deras

    Banjir Jakarta: BNPB Fokus Tangani 1.600 Lebih Pengungsi

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 241
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Banjir Jakarta kembali memaksa ribuan warga mengungsi setelah hujan deras mengguyur ibu kota dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah melalui BNPB memfokuskan penanganan banjir dengan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi di seluruh lokasi terdampak. Dampak Banjir Jakarta di Sejumlah Wilayah Hujan berintensitas tinggi menyebabkan genangan di berbagai wilayah Jakarta. Kondisi ini berdampak […]

  • bansos belum cair 2026 bagi penerima manfaat baru

    Bansos Belum Cair 2026, Kemensos Catat 3 Juta Penerima Baru

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 185
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Bansos belum cair 2026 bagi sekitar tiga juta penerima manfaat baru karena masih dalam proses administrasi. Kementerian Sosial menyatakan sebagian besar penerima tersebut merupakan hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pemerintah memperbarui data penerima manfaat setiap triwulan. Melalui pembaruan tersebut, pemerintah menemukan keluarga […]

  • Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse
    War

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 592
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Do’a Atef, seorang anak perempuan berusia 12 tahun, kini menghabiskan hari-harinya dengan mengetuk pintu rumah warga untuk meminta makanan. Kadang, ia juga mengumpulkan kayu bakar dari bukit berdebu di dekat kamp pengungsi luar Rafah, Gaza selatan. Kayu itu ia gunakan untuk memasak beberapa tomat dan paprika yang diberikan orang asing. Sebelumnya, Do’a […]

  • klaim Iran UEA terkait konflik di kawasan Timur Tengah

    Klaim Iran UEA Terlibat Konflik, Ini Respons dan Faktanya

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 117
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Media pemerintah Iran melaporkan dugaan keterlibatan Uni Emirat Arab (UEA) dalam konflik yang sedang berlangsung di kawasan. Namun, hingga kini tidak ada pihak independen yang dapat memverifikasi klaim tersebut. Stasiun televisi milik negara Iran, Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB), mengunggah pernyataan di platform X pada Sabtu (4/4/2026). Dalam unggahan itu, IRIB […]

expand_less