Indonesia Peringkat Teratas Tingkat Kesejahteraan Global, Amerika Serikat Tertinggal
- account_circle Darman
- calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
- visibility 135
- comment 0 komentar
- print Cetak

Warga beraktivitas di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta. Interaksi sosial di ruang publik mencerminkan kuatnya kohesi masyarakat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – Indonesia peringkat kesejahteraan dunia dalam studi global terbaru yang mengukur kualitas hidup masyarakat lintas negara. Temuan ini menempatkan Indonesia di atas Amerika Serikat dan sejumlah negara maju. Karena itu, hasil riset ini langsung memicu diskusi publik tentang cara baru menilai kesejahteraan, bukan sekadar lewat indikator ekonomi.
Indonesia Peringkat Kesejahteraan Dunia Versi Studi Global
Studi bertajuk Global Flourishing Study melibatkan lebih dari 203 ribu responden dari 22 negara. Dalam penelitian ini, tim peneliti mengukur kesejahteraan melalui berbagai indikator utama. Indikator tersebut meliputi kesehatan, kebahagiaan, makna hidup, hubungan sosial, keamanan finansial, dan spiritualitas.
Peneliti dari Universitas Harvard memimpin riset ini dan mempublikasikan temuannya di jurnal ilmiah Nature Mental Health. Selain itu, publik dapat mengakses penjelasan metodologi melalui laman resmi Nature (https://www.nature.com) dan situs Universitas Harvard (https://www.harvard.edu).
Indonesia Unggul, Amerika Serikat Tertinggal
Berdasarkan hasil pemeringkatan, Indonesia mencatat skor tertinggi sebesar 8,3. Setelah itu, Israel, Filipina, Meksiko, dan Polandia menyusul di posisi berikutnya. Sebaliknya, Amerika Serikat hanya berada di peringkat ke-12. Sementara itu, Inggris menempati urutan ke-20 dari total 22 negara yang masuk penelitian.
Peneliti menilai masyarakat Indonesia unggul dalam hubungan sosial dan perilaku pro-sosial. Oleh sebab itu, interaksi antarmasyarakat tetap kuat dan membentuk ikatan komunitas yang solid.
Tim riset juga menegaskan bahwa kesejahteraan tidak bergantung pada uang semata. “Perkembangan manusia bersifat multidimensi, dan setiap negara menempuh jalur yang berbeda,” tulis peneliti dalam laporan yang dikutip oleh Daily Mail.
Negara Maju Kuat Finansial, Namun Lemah Relasi Sosial
Di sisi lain, studi ini menyoroti paradoks negara maju. Banyak negara kaya memang unggul dalam keamanan finansial. Namun, pada saat yang sama, negara-negara tersebut tertinggal dalam aspek makna hidup dan kedekatan sosial.
Jepang menempati posisi terbawah dengan skor 5,89. Responden di negara tersebut jarang melaporkan kepemilikan teman dekat. Selain Jepang, Turki, Inggris, India, dan Spanyol juga masuk kelompok dengan skor relatif rendah.
Makna Peringkat Kesejahteraan Dunia bagi Indonesia
Meskipun meraih posisi teratas, Indonesia tetap menghadapi tantangan besar. Hingga kini, ketimpangan ekonomi, kualitas pekerjaan, dan akses layanan publik masih memengaruhi keseharian masyarakat.
Sejalan dengan temuan tersebut, Pikiran Jakarta sebelumnya juga mengulas isu kesehatan mental masyarakat perkotaan
(https://pikiranjakarta.com/kesehatan-mental-masyarakat-perkotaan).
Selain itu, redaksi Pikiran Jakarta menyoroti peran ruang publik dalam memperkuat kehidupan sosial warga kota
(https://pikiranjakarta.com/ruang-publik-kehidupan-sosial).
Catatan bagi Arah Kebijakan Publik
Dengan temuan ini, pemerintah memiliki rujukan penting untuk arah kebijakan. Pemerintah perlu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan penguatan kesehatan mental, relasi sosial, dan ruang publik yang inklusif.
Jika pemerintah menjalankan kebijakan secara konsisten, Indonesia berpeluang menjaga kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang. Namun, jika kebijakan hanya berfokus pada angka ekonomi, peringkat global berisiko tidak memberi dampak nyata bagi warga.

Saat ini belum ada komentar