Tambang Batubara Dekat Permukiman, Eks Wamenkumham Era SBY Angkat Suara
- account_circle Rahman
- calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
- visibility 73
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Denny Indrayana yang menyoroti aktivitas tambang batubara dekat permukiman di Sungai Taib, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Duasatunews.com) – Tambang batubara dekat permukiman di Kalimantan Selatan memicu perhatian serius. Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Denny Indrayana, secara terbuka mengkritik aktivitas tambang yang berdiri sangat dekat dengan rumah warga.
Kritik tersebut muncul melalui unggahan media sosial. Dalam unggahan itu, Denny memperlihatkan lokasi tambang batubara di Sungai Taib, Kabupaten Kotabaru. Lokasi tersebut hanya berjarak beberapa meter dari permukiman warga.
Selain itu, Denny menandai akun Presiden Prabowo Subianto. Ia juga menandai Satgas Penertiban Kawasan Hutan dan Satgas Penanganan Tambang Ilegal. Melalui langkah ini, ia meminta pemerintah pusat segera bertindak.
Menurut Denny, tambang batubara dekat permukiman sulit diterima secara logika. Aktivitas pertambangan seharusnya memiliki jarak aman dari kawasan hunian. Namun, kondisi di lapangan justru menunjukkan sebaliknya.
Lebih lanjut, ia menilai pembiaran terjadi secara berulang. Banyak pihak dinilai memilih diam. Aparat, LSM, media, hingga pemerintah daerah belum menunjukkan sikap tegas.
Di sisi lain, Denny mengungkap informasi penting. Pelabuhan yang menunjang aktivitas tambang tersebut diduga milik Badan Usaha Milik Daerah. Karena itu, ia menilai negara memiliki tanggung jawab langsung dalam persoalan ini.
Akibat situasi tersebut, warga hidup dalam kecemasan. Mereka menghadapi ancaman kerusakan lingkungan. Selain itu, risiko longsor terus menghantui kawasan permukiman.
Oleh sebab itu, Denny meminta penegakan hukum berjalan nyata. Ia menegaskan negara harus melindungi warga. Menurutnya, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama di atas kepentingan ekonomi.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://www.instagram.com/dennyindrayana

Saat ini belum ada komentar