Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Rokok Ilegal Membayangi Industri Tembakau, Selisih Produksi dan Konsumsi Jadi Sorotan

Rokok Ilegal Membayangi Industri Tembakau, Selisih Produksi dan Konsumsi Jadi Sorotan

  • account_circle Reski
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 7
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,(duasatunews.com) – Peredaran rokok ilegal di Indonesia terus meningkat di tengah kenaikan harga rokok legal akibat cukai. Kondisi itu memunculkan dugaan kuat bahwa pasar rokok tanpa cukai masih tumbuh dan sulit dikendalikan.

Data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat produksi rokok nasional pada 2024 mencapai sekitar 244 miliar batang. Angka tersebut turun 5,52 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada Januari hingga Agustus 2025, produksi kembali turun sekitar 25 miliar batang.

Namun, tingkat konsumsi masyarakat masih tinggi. Situasi itu memunculkan pertanyaan mengenai asal rokok yang beredar di pasar.

Konsumsi Rokok Masih Tinggi

Ketua Center of Human and Economic Development (CHED) Roosita Meilani Dewi menyebut jumlah perokok dewasa di Indonesia mencapai 74,9 juta orang.

Menurut Roosita, jika setiap orang mengonsumsi rata-rata 12 batang per hari, kebutuhan rokok tahunan bisa mencapai sekitar 328 miliar batang.

Jumlah tersebut belum termasuk sekitar 5,9 juta perokok anak. Kelompok itu diperkirakan menghabiskan 8 hingga 12 batang per hari.

Jika seluruh kategori digabungkan, total konsumsi rokok nasional diperkirakan mencapai 350 miliar hingga 360 miliar batang per tahun.

“Kalau produksi resmi hanya sekitar 244 miliar batang, lalu sisanya berasal dari mana,” kata Roosita.

Rokok Ilegal Isi Pasar Murah

Selisih antara produksi dan konsumsi memunculkan dugaan tentang maraknya rokok ilegal. Pemerintah menyita ratusan juta batang rokok ilegal sepanjang 2024.

Selain itu, sekitar 14 persen rokok yang beredar di pasar diduga berasal dari produk ilegal atau tidak sesuai aturan cukai.

Kenaikan harga rokok legal juga mendorong masyarakat mencari produk lebih murah. Kondisi tersebut membuat rokok ilegal semakin mudah masuk ke pasar.

Mesin Modern Percepat Produksi

Perkembangan teknologi industri rokok ikut memperumit pengawasan. Mesin pelinting modern mampu menghasilkan hingga 8.000 batang rokok per menit.

Kapasitas besar itu membuat produsen tidak lagi bergantung pada banyak tenaga kerja. Industri kini lebih mengandalkan mekanisasi untuk meningkatkan produksi.

Karena itu, penurunan produksi perusahaan besar tidak selalu menunjukkan penurunan konsumsi masyarakat.

Pemerintah Hadapi Tantangan

Roosita menilai pemerintah menghadapi tantangan besar dalam mengatur industri tembakau. Di satu sisi, pemerintah terus menaikkan cukai untuk menekan konsumsi rokok.

Namun di sisi lain, cukai hasil tembakau masih menjadi sumber penting penerimaan negara.

Roosita meminta aparat menindak pelanggaran cukai secara tegas dan konsisten. Langkah itu penting agar praktik ilegal tidak terus berkembang.

Menurut Roosita, persoalan rokok ilegal tidak hanya berkaitan dengan cukai. Masalah tersebut juga menyangkut pengawasan industri, kesehatan masyarakat, dan arah kebijakan tembakau nasional.

Hingga kini, selisih miliaran batang rokok antara produksi resmi dan konsumsi masyarakat masih menjadi tanda tanya besar.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lukisan Kuda Api Karya SBY Terjual Rp6,5 Miliar di Jakarta

    Lukisan Kuda Api Karya SBY Terjual Rp6,5 Miliar di Jakarta

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Sebuah karya seni lukis milik Susilo Bambang Yudhoyono mencatatkan nilai transaksi tinggi dalam lelang seni yang digelar di Jakarta. Lukisan berjudul Kuda Api terjual dengan harga Rp6,5 miliar, sekaligus menarik perhatian pelaku pasar seni dan publik nasional. (19/02/2026). SBY melukis karya tersebut dengan gaya ekspresif dan warna-warna kuat. Sosok kuda tampil dominan […]

  • keberagaman Timnas Indonesia dalam sesi latihan

    Herdman: Keberagaman Akan Menjadi Kekuatan Terbesar Kita, Bukan Kelemahan

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 452
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Keberagaman Timnas Indonesia menjadi fondasi utama dalam strategi kepelatihan Pelatih Tim Nasional Indonesia, John Herdman. Sejak awal, ia menegaskan bahwa perbedaan latar belakang pemain justru memperkuat karakter, mental, dan daya saing skuad Garuda dalam menghadapi kompetisi internasional. Dalam kegiatan internal tim nasional yang digelar PSSI, John Herdman menyampaikan pandangan tersebut secara langsung. […]

  • Iran dukung ketahanan pangan dan energi Indonesia melalui kerja sama diplomatik

    Iran Siap Dukung Ketahanan Pangan dan Energi Indonesia, Sejalan Visi Astacita

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 218
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Iran dukung ketahanan energi Indonesia melalui kerja sama konkret di sektor energi dan pangan. Dukungan ini sejalan dengan visi Astacita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan kemandirian energi dan pangan sebagai agenda strategis nasional. Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengatakan perusahaan-perusahaan Iran siap bekerja sama langsung dengan mitra […]

  • seminar nasional hilirisasi

    LP2D Bersama PUSPINEBT-ICMI Gelar Seminar Nasional di Sulawesi Tenggara Bahas Strategi Hilirisasi dan Pembangunan Nasional

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Admin
    • visibility 1.817
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Provinsi Sulawesi Tenggara menjadi salah satu daerah penghasil nikel terbesar di Indonesia. Data Badan Statistik Provinsi Sulawesi Tenggara mencatat produksi nikel tahun 2019 mencapai 23.967.146 ton. Angka ini menempatkan sektor pertambangan sebagai penopang utama perekonomian daerah. (29/4/2025) Saat ini, 189 perusahaan tambang beroperasi di 12 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Perusahaan-perusahaan tersebut mengelola […]

  • jet tempur KF-21 Indonesia uji terbang

    Jet Tempur KF-21 Indonesia, Korsel Siap Kirim 16 Unit

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Seoul, (duasatunews.com) – Jet tempur KF-21 Indonesia menjadi sorotan setelah Korea Selatan menyiapkan rencana ekspor 16 unit KF-21 Boramae ke Indonesia. Rencana ini akan berjalan jika kedua negara mencapai kesepakatan resmi dalam waktu dekat. Pembahasan akan berlangsung saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan pada akhir Maret hingga awal April. Selain itu, kedua pihak […]

  • Sidang Perdana Immanuel Ebenezer di Gedung Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

    Sidang Perdana Immanuel Ebenezer, KPK Ungkap Rp201 M

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Sidang Perdana Immanuel Ebenezer berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin. Mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan periode 2024–2025 itu menghadapi dakwaan kasus dugaan pemerasan terkait pengurusan sertifikat Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Jaksa penuntut umum langsung membacakan surat dakwaan dalam agenda pertama tersebut. Pengadilan membuka persidangan untuk umum […]

expand_less