Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Perang AS–Israel vs Iran Meluas, Negara-Negara Teluk Terjepit di Antara Eskalasi dan Netralitas

Perang AS–Israel vs Iran Meluas, Negara-Negara Teluk Terjepit di Antara Eskalasi dan Netralitas

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 495
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Duasatunews.com) – Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meluas ke kawasan Teluk setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke sejumlah kota besar. Rudal dan drone menghantam pusat ekonomi dan transportasi, mengguncang stabilitas kawasan yang selama ini relatif aman dari konflik terbuka.

Serangan tersebut menempatkan negara-negara Teluk pada posisi sulit. Mereka harus memilih antara membalas dan berisiko terseret perang regional, atau menahan diri meski wilayah dan warga mereka ikut terdampak.

Seruan Penahanan Diri dari Dalam Kawasan

Sejumlah tokoh kawasan mendesak negara-negara Teluk agar tidak terlibat langsung dalam konflik. Mantan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani, menegaskan negara-negara Teluk tidak boleh masuk konfrontasi terbuka dengan Iran.

Ia menilai bentrokan langsung hanya akan menguras sumber daya kawasan dan membuka peluang intervensi kekuatan eksternal. Menurutnya, negara-negara Teluk harus bertindak secara kolektif agar tidak menghadapi tekanan dan serangan secara terpisah.

Pandangan ini mencerminkan sentimen luas di kawasan bahwa konflik tersebut bukan perang milik negara-negara Teluk.

Serangan dan Balasan yang Menyasar Kawasan Teluk

Iran melancarkan serangan sebagai balasan atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayahnya. Operasi tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer senior, serta menghantam fasilitas pemerintahan dan sipil.

Sebagai respons, Iran menargetkan Israel dan aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Namun, rudal dan puing-puing yang berhasil dicegat tetap menghantam kota-kota besar seperti Dubai, Manama, Doha, dan wilayah sekitar Riyadh.

Serangan itu menewaskan warga sipil dan melukai puluhan orang di beberapa negara Teluk, sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi lanjutan.

Upaya Diplomasi yang Gagal Meredam Konflik

Sebelum perang meluas, negara-negara Teluk berupaya menahan eskalasi melalui jalur diplomasi. Oman memediasi perundingan tidak langsung antara Washington dan Teheran dan menyatakan kesepakatan terkait isu nuklir hampir tercapai.

Namun, serangan militer terjadi hanya beberapa jam kemudian. Perkembangan ini memupus harapan kawasan untuk mencegah konflik terbuka dan memperdalam rasa frustrasi para pemimpin Teluk terhadap arah eskalasi.

Para analis menilai pemerintah Teluk kini menghadapi dilema serius. Keterlibatan langsung berisiko merusak legitimasi di mata publik karena dianggap berpihak pada Israel. Sebaliknya, sikap pasif dapat menimbulkan kesan gagal melindungi kedaulatan dan keselamatan warga.

Sebagian pengamat memperkirakan negara-negara Teluk akan memilih langkah kolektif melalui mekanisme regional ketimbang membuka wilayah udara atau fasilitas militer bagi operasi asing.

Ancaman Infrastruktur dan Dampak Global

Ancaman terbesar saat ini mengarah pada infrastruktur vital seperti listrik, fasilitas desalinasi air, dan instalasi energi. Gangguan pada sektor tersebut dapat melumpuhkan kehidupan di kawasan yang bergantung pada sistem pendingin dan air olahan.

Selain itu, eskalasi di Teluk berpotensi mengguncang pasokan energi dunia dan memicu lonjakan harga minyak global.

Pengamat menilai konflik ini menandai pergeseran besar dinamika keamanan kawasan. Jika sebelumnya Timur Tengah didominasi perang proksi dan aktor non-negara, kini konflik terbuka antarnegara kembali mencuat.

Dengan ruang netralitas yang semakin menyempit, negara-negara Teluk kini menghitung ulang langkah mereka. Arah konflik berikutnya akan bergantung pada apakah jalur de-eskalasi masih terbuka, atau justru tertutup oleh eskalasi militer yang terus berlanjut.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • penipuan travel umrah Kendari barang bukti paspor jamaah

    Polresta Kendari Tahan Pelaku Penipuan Umrah, 144 Jamaah Rugi Hingga Rp1,8 Miliar

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 402
    • 1Komentar

    KENDARI, (Duasatunews.com) — Polresta Kendari menahan seorang pria berinisial AK (26) yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah umrah. Kasus ini menyebabkan kerugian masyarakat hingga sekitar Rp1,8 miliar dan menimpa ratusan calon jamaah di Sulawesi Tenggara. Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin L. Sengka menjelaskan bahwa tersangka menjalankan penipuan dengan mencatut nama perusahaan perjalanan […]

  • Bea Cukai Kendari didesak GMH Sultra-Jakarta untuk dievaluasi terkait peredaran rokok ilegal.

    GMH Sultra-Jakarta Desak Copot Kepala Bea Cukai Kendari, Soroti Maraknya Rokok dan Alkohol Ilegal

    • calendar_month Kamis, 11 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 254
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Gerakan Mahasiswa Hukum (GMH) Sulawesi Tenggara-Jakarta mendesak Direktorat Jenderal Bea dan Cukai RI mengevaluasi kinerja Bea dan Cukai Kendari. Organisasi tersebut menilai pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal dan minuman beralkohol ilegal di Sulawesi Tenggara belum berjalan maksimal. Ketua GMH Sultra-Jakarta, Abdi Aditya, mengatakan peredaran barang kena cukai ilegal di sejumlah daerah tidak […]

  • bos sritex dituntut 16 tahun di sidang tipikor semarang

    Bos Sritex Dituntut 16 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Kredit

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 284
    • 0Komentar

    SEMARANG (duasatunews.com) – Bos Sritex dituntut 16 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi fasilitas kredit. Jaksa menuntut Komisaris Utama Iwan Setiawan Lukminto dan Direktur Utama Iwan Kurniawan Lukminto masing-masing 16 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang. Jaksa Penuntut Umum Fajar Santoso membacakan tuntutan pada Senin. Selain pidana penjara, jaksa menuntut denda […]

  • Indonesia Wakil Ketua GPPAD dalam forum pengentasan kemiskinan global di Beijing China

    Indonesia Dipercaya Jadi Wakil Ketua Aliansi Global Pengentasan Kemiskinan Bentukan China

    • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 233
    • 2Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Indonesia resmi menjadi Wakil Ketua Aliansi Kemitraan Global untuk Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan atau Global Partnership for Poverty Alleviation and Development (GPPAD). China menggagas forum internasional tersebut untuk memperkuat kerja sama pengentasan kemiskinan dunia. Penetapan itu berlangsung dalam rapat perdana komite GPPAD di Beijing, Rabu. Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia […]

  • Presiden Iran Serukan Keadilan dan Kewaspadaan terhadap Eksploitasi Aksi Protes

    Presiden Iran Serukan Keadilan dan Kewaspadaan terhadap Eksploitasi Aksi Protes

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 460
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com | Presiden Iran serukan keadilan sebagai prinsip utama dalam menjaga persatuan nasional di tengah dinamika sosial yang terus berkembang. Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan penegasan tersebut pada Sabtu (waktu setempat) saat menanggapi aksi protes di Iran yang terjadi di sejumlah wilayah. Keadilan sebagai Fondasi Pemerintahan Dalam pidatonya, Pezeshkian menegaskan bahwa keadilan harus menjadi […]

  • Anggaran BGN Ratusan Triliun Rupiah Bocor, KOGAMTI Minta Pecat Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) Dadan Hindayana

    Anggaran BGN Ratusan Triliun Rupiah Bocor, KOGAMTI Minta Pecat Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) Dadan Hindayana

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 26.493
    • 10Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Dugaan dapur fiktif MBG mencuat dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Program ini bertujuan meningkatkan gizi masyarakat sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi. Namun, temuan di lapangan menunjukkan banyak persoalan serius. Komite Generasi Muda Timur Indonesia (KOGAMTI) menemukan dugaan 12.000 dapur fiktif yang tersebar di berbagai daerah. […]

expand_less