Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Perang AS–Israel vs Iran Meluas, Negara-Negara Teluk Terjepit di Antara Eskalasi dan Netralitas

Perang AS–Israel vs Iran Meluas, Negara-Negara Teluk Terjepit di Antara Eskalasi dan Netralitas

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 365
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Duasatunews.com) – Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meluas ke kawasan Teluk setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke sejumlah kota besar. Rudal dan drone menghantam pusat ekonomi dan transportasi, mengguncang stabilitas kawasan yang selama ini relatif aman dari konflik terbuka.

Serangan tersebut menempatkan negara-negara Teluk pada posisi sulit. Mereka harus memilih antara membalas dan berisiko terseret perang regional, atau menahan diri meski wilayah dan warga mereka ikut terdampak.

Seruan Penahanan Diri dari Dalam Kawasan

Sejumlah tokoh kawasan mendesak negara-negara Teluk agar tidak terlibat langsung dalam konflik. Mantan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani, menegaskan negara-negara Teluk tidak boleh masuk konfrontasi terbuka dengan Iran.

Ia menilai bentrokan langsung hanya akan menguras sumber daya kawasan dan membuka peluang intervensi kekuatan eksternal. Menurutnya, negara-negara Teluk harus bertindak secara kolektif agar tidak menghadapi tekanan dan serangan secara terpisah.

Pandangan ini mencerminkan sentimen luas di kawasan bahwa konflik tersebut bukan perang milik negara-negara Teluk.

Serangan dan Balasan yang Menyasar Kawasan Teluk

Iran melancarkan serangan sebagai balasan atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayahnya. Operasi tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer senior, serta menghantam fasilitas pemerintahan dan sipil.

Sebagai respons, Iran menargetkan Israel dan aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Namun, rudal dan puing-puing yang berhasil dicegat tetap menghantam kota-kota besar seperti Dubai, Manama, Doha, dan wilayah sekitar Riyadh.

Serangan itu menewaskan warga sipil dan melukai puluhan orang di beberapa negara Teluk, sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi lanjutan.

Upaya Diplomasi yang Gagal Meredam Konflik

Sebelum perang meluas, negara-negara Teluk berupaya menahan eskalasi melalui jalur diplomasi. Oman memediasi perundingan tidak langsung antara Washington dan Teheran dan menyatakan kesepakatan terkait isu nuklir hampir tercapai.

Namun, serangan militer terjadi hanya beberapa jam kemudian. Perkembangan ini memupus harapan kawasan untuk mencegah konflik terbuka dan memperdalam rasa frustrasi para pemimpin Teluk terhadap arah eskalasi.

Para analis menilai pemerintah Teluk kini menghadapi dilema serius. Keterlibatan langsung berisiko merusak legitimasi di mata publik karena dianggap berpihak pada Israel. Sebaliknya, sikap pasif dapat menimbulkan kesan gagal melindungi kedaulatan dan keselamatan warga.

Sebagian pengamat memperkirakan negara-negara Teluk akan memilih langkah kolektif melalui mekanisme regional ketimbang membuka wilayah udara atau fasilitas militer bagi operasi asing.

Ancaman Infrastruktur dan Dampak Global

Ancaman terbesar saat ini mengarah pada infrastruktur vital seperti listrik, fasilitas desalinasi air, dan instalasi energi. Gangguan pada sektor tersebut dapat melumpuhkan kehidupan di kawasan yang bergantung pada sistem pendingin dan air olahan.

Selain itu, eskalasi di Teluk berpotensi mengguncang pasokan energi dunia dan memicu lonjakan harga minyak global.

Pengamat menilai konflik ini menandai pergeseran besar dinamika keamanan kawasan. Jika sebelumnya Timur Tengah didominasi perang proksi dan aktor non-negara, kini konflik terbuka antarnegara kembali mencuat.

Dengan ruang netralitas yang semakin menyempit, negara-negara Teluk kini menghitung ulang langkah mereka. Arah konflik berikutnya akan bergantung pada apakah jalur de-eskalasi masih terbuka, atau justru tertutup oleh eskalasi militer yang terus berlanjut.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • AS Kerahkan F-35A ke Eropa di Tengah Ketegangan Iran

    AS Kerahkan F-35A ke Eropa di Tengah Ketegangan Iran

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — AS kerahkan F-35A generasi kelima ke Eropa di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Portal The War Zone melaporkan pergerakan tersebut berdasarkan data sumber terbuka serta rekaman visual yang beredar di media sosial. Pengerahan F-35A Melalui Portugal Laporan itu menyebutkan jet tempur F-35A sebelumnya beroperasi dari Puerto Rico untuk mendukung misi Amerika Serikat […]

  • Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat

    Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh menteri Kabinet Merah Putih memperkuat kolaborasi untuk mempercepat pemulihan pascabencana Sumatera, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tito menyampaikan permintaan itu saat memimpin rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat. Dalam rapat tersebut, Tito menekankan pentingnya kerja […]

  • Kejagung Tetapkan Petinggi BGN dalam kasus korupsi Program Makan Bergizi Gratis

    Kejagung Tetapkan Petinggi BGN, Brigjen Pol Jadi Tersangka MBG

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Kejagung Tetapkan Petinggi BGN sebagai tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penyidik menetapkan Brigjen Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan (LMI) sebagai tersangka. LMI merupakan polisi aktif yang kini menjabat Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama pada Badan Gizi Nasional (BGN). Direktur Penyidikan Jampidsus Kejaksaan […]

  • Dana Riset Kampus Rp57 Miliar untuk 122 Program Inovasi Nasional

    Pemerintah : Dana Riset Kampus Rp57 Miliar untuk 122 Program

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan mengalokasikan dana riset kampus sebesar Rp57 miliar untuk mendanai 122 program penelitian di perguruan tinggi. Kebijakan ini bertujuan memperkuat ekosistem inovasi nasional sekaligus mendorong pemanfaatan hasil riset di sektor industri. Selanjutnya, pemerintah menyalurkan anggaran tersebut melalui Program Bestari Saintek […]

  • Kondisi polusi udara di Jakarta dengan kabut tebal di area perkotaan sebagai gambaran pengendalian polusi Jakarta.

    Jakarta Percepat Penanganan Polusi, Andalkan PLTSa dan Bus Listrik

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Jakarta,(Duasatunews.com) -Pengendalian polusi Jakarta menjadi prioritas Pemerintah Provinsi DKI Jakarta setelah kualitas udara ibu kota kembali masuk kategori tidak sehat. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan pemerintah mengambil langkah lintas sektor untuk menekan emisi dan meningkatkan kualitas udara secara bertahap. Pemerintah mendorong pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai solusi jangka panjang. Fasilitas ini […]

  • KPK Panggil Raffi terkait kasus dugaan suap Bea Cukai

    Kabid Hukum dan HAM PP GPI Meminta KPK Memanggil Raffi Ahmad dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Ketua Bidang Hukum dan HAM Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk memanggil dan memeriksa “Raffi Ahmad” terkait munculnya nama yang bersangkutan dalam persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Menurut Kabid Hukum dan HAM PP […]

expand_less