Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Perang AS–Israel vs Iran Meluas, Negara-Negara Teluk Terjepit di Antara Eskalasi dan Netralitas

Perang AS–Israel vs Iran Meluas, Negara-Negara Teluk Terjepit di Antara Eskalasi dan Netralitas

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
  • visibility 373
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Duasatunews.com) – Perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran meluas ke kawasan Teluk setelah Iran meluncurkan serangan balasan ke sejumlah kota besar. Rudal dan drone menghantam pusat ekonomi dan transportasi, mengguncang stabilitas kawasan yang selama ini relatif aman dari konflik terbuka.

Serangan tersebut menempatkan negara-negara Teluk pada posisi sulit. Mereka harus memilih antara membalas dan berisiko terseret perang regional, atau menahan diri meski wilayah dan warga mereka ikut terdampak.

Seruan Penahanan Diri dari Dalam Kawasan

Sejumlah tokoh kawasan mendesak negara-negara Teluk agar tidak terlibat langsung dalam konflik. Mantan Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Hamad bin Jassim bin Jaber Al Thani, menegaskan negara-negara Teluk tidak boleh masuk konfrontasi terbuka dengan Iran.

Ia menilai bentrokan langsung hanya akan menguras sumber daya kawasan dan membuka peluang intervensi kekuatan eksternal. Menurutnya, negara-negara Teluk harus bertindak secara kolektif agar tidak menghadapi tekanan dan serangan secara terpisah.

Pandangan ini mencerminkan sentimen luas di kawasan bahwa konflik tersebut bukan perang milik negara-negara Teluk.

Serangan dan Balasan yang Menyasar Kawasan Teluk

Iran melancarkan serangan sebagai balasan atas operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayahnya. Operasi tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah pejabat militer senior, serta menghantam fasilitas pemerintahan dan sipil.

Sebagai respons, Iran menargetkan Israel dan aset militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Namun, rudal dan puing-puing yang berhasil dicegat tetap menghantam kota-kota besar seperti Dubai, Manama, Doha, dan wilayah sekitar Riyadh.

Serangan itu menewaskan warga sipil dan melukai puluhan orang di beberapa negara Teluk, sekaligus meningkatkan kekhawatiran akan eskalasi lanjutan.

Upaya Diplomasi yang Gagal Meredam Konflik

Sebelum perang meluas, negara-negara Teluk berupaya menahan eskalasi melalui jalur diplomasi. Oman memediasi perundingan tidak langsung antara Washington dan Teheran dan menyatakan kesepakatan terkait isu nuklir hampir tercapai.

Namun, serangan militer terjadi hanya beberapa jam kemudian. Perkembangan ini memupus harapan kawasan untuk mencegah konflik terbuka dan memperdalam rasa frustrasi para pemimpin Teluk terhadap arah eskalasi.

Para analis menilai pemerintah Teluk kini menghadapi dilema serius. Keterlibatan langsung berisiko merusak legitimasi di mata publik karena dianggap berpihak pada Israel. Sebaliknya, sikap pasif dapat menimbulkan kesan gagal melindungi kedaulatan dan keselamatan warga.

Sebagian pengamat memperkirakan negara-negara Teluk akan memilih langkah kolektif melalui mekanisme regional ketimbang membuka wilayah udara atau fasilitas militer bagi operasi asing.

Ancaman Infrastruktur dan Dampak Global

Ancaman terbesar saat ini mengarah pada infrastruktur vital seperti listrik, fasilitas desalinasi air, dan instalasi energi. Gangguan pada sektor tersebut dapat melumpuhkan kehidupan di kawasan yang bergantung pada sistem pendingin dan air olahan.

Selain itu, eskalasi di Teluk berpotensi mengguncang pasokan energi dunia dan memicu lonjakan harga minyak global.

Pengamat menilai konflik ini menandai pergeseran besar dinamika keamanan kawasan. Jika sebelumnya Timur Tengah didominasi perang proksi dan aktor non-negara, kini konflik terbuka antarnegara kembali mencuat.

Dengan ruang netralitas yang semakin menyempit, negara-negara Teluk kini menghitung ulang langkah mereka. Arah konflik berikutnya akan bergantung pada apakah jalur de-eskalasi masih terbuka, atau justru tertutup oleh eskalasi militer yang terus berlanjut.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • May Day 2026 Monas dipadati buruh berjalan kaki menuju lokasi aksi di Jakarta Pusat

    Gelombang Buruh Padati Monas di May Day 2026, Presiden Dijadwalkan Hadir

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Ribuan buruh dari berbagai serikat pekerja memusatkan peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jumat pagi. Massa mulai berdatangan sejak pukul 08.00 WIB dan langsung mengarah ke panggung utama di lapangan barat. Arus kendaraan yang membawa peserta memadati sejumlah ruas jalan menuju lokasi. Bus dan kendaraan pribadi […]

  • Dadan Hindayana tersangka kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis yang diusut Kejaksaan Agung.

    Dadan Hindayana Tersangka, Kejagung Yakin Punya Bukti

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 105
    • 0Komentar

    JAKARTA (duasatunews.com) – Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan penetapan eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memenuhi syarat hukum. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengakui proses penanganan perkara tersebut berlangsung cepat. Meski demikian, tim penyidik mempelajari dugaan penyimpangan dalam program […]

  • sidang praperadilan Yaqut Cholil Qoumas di PN Jakarta Selatan

    Praperadilan Yaqut Cholil Ditunda, KPK Ajukan Penjadwalan Ulang

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Pengadilan Negeri Jakarta Selatan menunda praperadilan Yaqut Cholil Qoumas. KPK menyampaikan permintaan itu karena tim hukumnya harus menghadiri beberapa sidang lain pada hari yang sama. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa Biro Hukum KPK telah mengirim surat resmi kepada majelis hakim. Ia menegaskan bahwa keterbatasan personel […]

  • Prabowo Lawatan Inggris dan Swiss, Bertemu Raja Charles III

    Prabowo Lawatan Inggris dan Swiss, Bertemu Raja Charles III

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 457
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Prabowo lawatan Inggris dan Swiss untuk memperkuat diplomasi internasional Indonesia. Oleh karena itu, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memulai perjalanan luar negeri pada Minggu (18/1/2026) dengan agenda pertemuan kenegaraan dan forum ekonomi global. Sebelum keberangkatan, Presiden Prabowo berangkat dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Selanjutnya, Presiden menggelar pertemuan singkat dengan […]

  • Penembakan remaja Makassar oleh anggota polisi

    Penembakan Remaja Makassar, Polri Evaluasi Senjata Api

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 285
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Penembakan remaja Makassar menjadi perhatian publik setelah seorang remaja berusia 18 tahun meninggal dunia akibat tembakan yang diduga berasal dari senjata anggota polisi. Peristiwa itu terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan. Menanggapi kejadian tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia terus melakukan evaluasi terhadap prosedur operasional anggotanya, termasuk penggunaan senjata api di lapangan. Karopenmas Divisi […]

  • evakuasi korban tabrakan KRL Bekasi Timur di Stasiun Bekasi Timur

    Tim SAR Dikerahkan ke Lokasi Tabrakan KRL di Bekasi Timur, Sejumlah Penumpang Luka-luka

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 179
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – Tabrakan KRL Bekasi Timur terjadi pada Senin (27/4) malam di Stasiun Bekasi Timur dan langsung memicu respons cepat dari tim SAR. Insiden ini melibatkan KRL Commuter Line dan kereta rel diesel (KRD) jarak jauh. Petugas segera bergerak ke lokasi untuk mengevakuasi penumpang yang terluka dan mengamankan area kejadian. Kantor SAR Jakarta bersama […]

expand_less