Evakuasi Penumpang Ferry di Surabaya, TNI AL Temukan Korban
- account_circle adrian moita
- calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
- visibility 61
- comment 0 komentar
- print Cetak

Personel TNI AL dan tim gabungan saat mengevakuasi jenazah penumpang kapal KMP Dharma Ferry VII yang sebelumnya tenggelam di jalur laut alur pelayaran barat Surabaya (APBS), Rabu (4/3/2026). ANTARA/HO-Humas TNI AL
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) – Evakuasi penumpang ferry dilakukan tim gabungan setelah seorang penumpang KMP Dharma Ferry VII terjatuh ke laut di jalur Alur Pelayaran Barat Surabaya (APBS), Rabu (4/3). Tim dari TNI Angkatan Laut bersama Basarnas dan aparat kepolisian segera melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Tunggul, mengatakan bahwa laporan pertama berasal dari kru kapal saat kapal mendekati Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Setelah menerima laporan tersebut, petugas langsung berkoordinasi untuk melakukan operasi pencarian.
Selain prajurit Lanal Batuporon, operasi ini juga melibatkan Poskamladu Lumpur Gresik, Satpolairud Polres Gresik, Ditpolairud Polda Jawa Timur, kru KN SAR Permadi dari Basarnas, serta KSOP Kelas II Gresik.
Kronologi Evakuasi Penumpang Ferry
Peristiwa ini terjadi ketika KMP Dharma Ferry VII berlayar dari Balikpapan menuju Surabaya pada Selasa malam (3/3). Saat kapal hampir tiba di Pelabuhan Tanjung Perak, kru kapal melihat seorang penumpang jatuh ke laut.
Kru kapal segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas terkait. Setelah menerima laporan tersebut, tim gabungan langsung memulai evakuasi penumpang ferry dengan menyisir perairan sekitar jalur pelayaran APBS.
Pencarian Korban di Jalur Pelayaran
Tim gabungan melakukan penyisiran di sejumlah titik perairan, mulai dari kawasan Pelabuhan Maspion hingga wilayah Pelabuhan Gresik. Petugas menggunakan kapal patroli untuk memperluas area pencarian di jalur pelayaran tersebut.
Setelah beberapa jam melakukan pencarian, tim akhirnya menemukan korban pada pukul 12.45 WIB. Penemuan tersebut menandai keberhasilan operasi evakuasi penumpang ferry yang dilakukan oleh tim gabungan.
Petugas kemudian mengevakuasi jenazah korban dan membawa korban ke RSUD Ibnu Sina Gresik untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kerja Sama Tim Gabungan
Menurut Tunggul, keberhasilan evakuasi ini menunjukkan kuatnya kerja sama antara TNI AL, Polri, Basarnas, dan instansi pemerintah lainnya.
Koordinasi yang cepat membantu mempercepat proses pencarian di laut. Selain itu, dukungan masyarakat juga membantu kelancaran operasi penyelamatan tersebut.
TNI AL menegaskan bahwa mereka akan terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga keselamatan pelayaran di perairan Indonesia.
Sumber : ANTARA
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
