Iran Tolak Mediasi Konflik Timur Tengah
- account_circle adrian moita
- calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
- visibility 87
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi hubungan tegang Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah setelah Iran menyatakan menolak mediasi konflik.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) – Iran tolak mediasi konflik Timur Tengah yang ditawarkan sejumlah negara untuk meredakan ketegangan di kawasan. Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menegaskan bahwa Teheran tidak akan melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat.
Pernyataan tersebut disampaikan Boroujerdi saat ditemui di kediamannya di Jakarta pada Kamis. Ia merespons pernyataan pemerintah Indonesia yang sebelumnya menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog guna menciptakan situasi keamanan yang lebih kondusif di kawasan Timur Tengah.
Menurut Boroujerdi, Iran tidak lagi memiliki kepercayaan terhadap proses negosiasi dengan Amerika Serikat. Oleh karena itu, Iran menolak berbagai tawaran mediasi yang muncul dari sejumlah negara.
“Kami tidak akan melakukan negosiasi dalam bentuk apa pun dengan pihak musuh karena kami sudah tidak percaya dengan proses negosiasi,” kata Boroujerdi.
Iran Tolak Mediasi Karena Pengalaman Negosiasi
Boroujerdi menjelaskan bahwa Iran telah beberapa kali melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat. Namun setiap proses tersebut, menurutnya, berakhir dengan pelanggaran kesepakatan atau tindakan militer dari pihak Washington.
Negosiasi pertama berkaitan dengan program nuklir Iran yang menghasilkan kesepakatan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) pada tahun 2015. Kesepakatan tersebut melibatkan Iran dan sejumlah negara besar dunia.
Namun kemudian Amerika Serikat memutuskan menarik diri dari perjanjian tersebut secara sepihak.
Selain itu, Iran juga pernah melakukan beberapa putaran negosiasi lain. Dalam salah satu proses dialog tersebut, Iran menilai Amerika Serikat justru melancarkan serangan militer di tengah proses perundingan.
Boroujerdi juga menyebut adanya negosiasi tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi oleh Oman. Pertemuan tersebut bahkan sempat berlangsung di Jenewa, Swiss.
Iran Tegaskan Tidak Akan Berunding
Meski berbagai pihak mencoba menawarkan mediasi, Iran tolak mediasi dan menegaskan tidak akan membuka ruang perundingan untuk saat ini.
Menurut Boroujerdi, keputusan tersebut berkaitan dengan komitmen terhadap kepercayaan dalam sebuah perjanjian. Ia menilai pengalaman sebelumnya membuat Iran tidak lagi yakin terhadap jaminan keberlanjutan negosiasi.
“Untuk kali ini kami tidak akan menerima bentuk negosiasi apa pun dan kami akan memperjuangkan kemenangan Iran,” ujarnya.
Sejumlah Negara Tawarkan Mediasi
Sebelumnya, Indonesia menyatakan kesiapan untuk membantu memfasilitasi dialog guna meredakan ketegangan di Timur Tengah. Presiden Prabowo Subianto bahkan disebut siap berperan sebagai mediator.
Selain Indonesia, Presiden Rusia Vladimir Putin juga menyatakan kesiapan untuk menjadi perantara dalam konflik tersebut.
Menurut keterangan Kremlin, Putin menyampaikan tawaran itu saat berbicara melalui sambungan telepon dengan Presiden Uni Emirat Arab Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
Dalam pembicaraan tersebut, Putin menyatakan kesediaannya untuk menyampaikan berbagai kekhawatiran pihak terkait kepada Iran sebagai bagian dari upaya meredakan ketegangan.
Namun hingga saat ini, sikap resmi Teheran tetap sama. Pemerintah Iran menegaskan bahwa mereka tidak akan membuka ruang negosiasi dengan Amerika Serikat.
Sumber : ANTARA
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
