Serangan Udara Israel di Gaza Tewaskan 32 Warga Palestina dalam Rentang Siang dan Malam
- account_circle Darman
- calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
- visibility 164
- comment 0 komentar
- print Cetak
Asap membumbung setelah serangan udara Israel di Jalur Gaza yang menewaskan puluhan warga Palestina, Jumat–Sabtu (30–31/1/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Serangan Israel di Gaza kembali menimbulkan korban jiwa dari kalangan warga sipil. Sedikitnya 32 warga Palestina meninggal dunia akibat rangkaian serangan udara yang terjadi sejak Jumat malam hingga Sabtu siang. Serangan yang berlangsung siang dan malam ini memperburuk kondisi kemanusiaan di wilayah padat penduduk yang telah lama berada dalam situasi konflik berkepanjangan.
Eskalasi kekerasan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan militer di Jalur Gaza. Dalam beberapa pekan terakhir, wilayah tersebut terus menghadapi serangan udara berulang. Padatnya kawasan permukiman membuat risiko korban sipil sulit dihindari, sebagaimana juga tercermin dalam sejumlah laporan sebelumnya terkait konflik Palestina–Israel
https://www.pikiran-rakyat.com/internasional
Otoritas kesehatan Palestina melaporkan bahwa serangan paling mematikan menghantam pusat kepolisian di bagian utara Kota Gaza. Ledakan di lokasi tersebut menyebabkan banyak korban jiwa dan melukai warga di sekitar area permukiman. Hingga Sabtu siang, militer Israel belum memberikan penjelasan rinci mengenai sasaran dan tujuan operasi tersebut.
Serangan Israel di Gaza ini memicu kecaman dari kelompok masyarakat sipil dan organisasi kemanusiaan internasional. Sejumlah lembaga hak asasi manusia menilai serangan yang mengenai fasilitas publik dan area sipil menunjukkan lemahnya perlindungan terhadap warga non-kombatan. Kondisi ini sejalan dengan laporan krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Jalur Gaza
https://www.pikiran-rakyat.com/tag/gaza
Dampak langsung serangan juga terasa di sektor kesehatan. Rumah sakit menghadapi lonjakan korban di tengah keterbatasan obat-obatan, listrik, dan tenaga medis. Organisasi Kesehatan Dunia mencatat konflik berkepanjangan telah melemahkan sistem layanan kesehatan di wilayah pendudukan Palestina
https://www.who.int/emergencies/situations/occupied-palestinian-territory
Selain itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa serangan berulang meningkatkan kebutuhan bantuan darurat bagi warga Gaza
https://www.ochaopt.org/
Hingga akhir pekan, situasi keamanan di Gaza masih dilaporkan tegang. Otoritas setempat terus memperbarui data korban dan kerusakan. Di tingkat global, komunitas internasional kembali didesak untuk mendorong deeskalasi konflik dan memastikan perlindungan warga sipil di Palestina.

Saat ini belum ada komentar