Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » DPD Corak Konkep Desak Kejagung RI dan Kementerian PU Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Proyek Jembatan Gantung Tumburano

DPD Corak Konkep Desak Kejagung RI dan Kementerian PU Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Proyek Jembatan Gantung Tumburano

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 269
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.comDugaan Penyimpangan Jembatan Gantung Tumburano menjadi sorotan setelah Dewan Pimpinan Daerah Corong Aspirasi Rakyat Konawe Kepulauan (DPD CORAK KONKEP) mengumumkan rencana aksi demonstrasi di depan Kejaksaan Agung RI dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Aksi itu bertujuan mendorong aparat penegak hukum mengusut dugaan penyimpangan proyek di Kabupaten Konawe Kepulauan.

Dugaan Penyimpangan Jembatan Gantung Tumburano Jadi Sorotan

Ketua Umum DPD CORAK KONKEP, Sandi Nayoyan, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran negara. Ia meminta pemerintah menjalankan setiap proyek secara transparan, akuntabel, dan sesuai peraturan.

Menurut Sandi, proyek yang menggunakan dana negara wajib memenuhi spesifikasi teknis. Proses pelaksanaan juga harus mengikuti ketentuan yang berlaku agar masyarakat memperoleh manfaat pembangunan secara maksimal.

DPD CORAK KONKEP menilai Kejaksaan Agung RI perlu memberi perhatian serius terhadap proyek tersebut. Organisasi itu menyoroti tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan kualitas pekerjaan. Mereka juga menilai sejumlah kondisi di lapangan menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

DPD CORAK KONKEP Minta Kejagung Selidiki Proyek

Data yang dihimpun DPD CORAK KONKEP menunjukkan proyek Jembatan Gantung Tumburano merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur nasional. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,6 miliar pada Tahun Anggaran 2025.

DPD CORAK KONKEP menduga pelaksanaan proyek belum mencapai tujuan pembangunan secara optimal. Karena itu, organisasi tersebut meminta Kejaksaan Agung RI segera memulai penyelidikan.

Sandi Nayoyan meminta penyidik memeriksa seluruh tahapan pekerjaan. Ia juga meminta penyidik mendalami dugaan pengurangan volume pekerjaan, ketidaksesuaian spesifikasi teknis, pelaksanaan yang tidak mengacu pada juklak dan juknis, serta kemungkinan penyalahgunaan kewenangan.

“Kami meminta Kejaksaan Agung RI bertindak cepat dan tidak menunggu polemik ini berkembang lebih jauh. Dugaan penyimpangan Jembatan Gantung Tumburano harus diusut secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Negara tidak boleh dirugikan dan masyarakat berhak memperoleh pembangunan yang berkualitas,” kata Sandi Nayoyan.

Desak Pemeriksaan PPK dan Rekanan

Selain meminta penyelidikan, DPD CORAK KONKEP juga mendesak Kejaksaan Agung RI memanggil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Direktur CV Mukmin Alfa Duaenam. Organisasi tersebut menilai pemeriksaan penting untuk mengklarifikasi dugaan penyalahgunaan anggaran.

DPD CORAK KONKEP juga meminta Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum mengevaluasi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara. Mereka berharap evaluasi itu memperkuat pengawasan proyek infrastruktur.

Aksi Demonstrasi Akan Digelar

DPD CORAK KONKEP juga meminta aparat penegak hukum mendalami dugaan kerja sama yang tidak sah dalam pelaksanaan proyek tersebut. Organisasi itu menegaskan langkah tersebut bertujuan mengawal penggunaan anggaran negara. Mereka tidak bermaksud menghakimi pihak mana pun.

Dalam waktu dekat, DPD CORAK KONKEP akan menggelar aksi demonstrasi di Jakarta. Melalui aksi itu, mereka berharap Kejaksaan Agung RI segera mengambil langkah hukum apabila penyidik menemukan pelanggaran dalam pelaksanaan Proyek Jembatan Gantung Tumburano.

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan penyimpangan tersebut belum memperoleh putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Semua pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah selama proses hukum berlangsung.

  • Penulis: Brian Putra
  • Editor: Nur Wayda
  • Sumber: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prabowo bertemu pengusaha global di Washington DC

    Seskab Ungkap 12 Pengusaha Besar yang Bertemu Prabowo di AS

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 246
    • 0Komentar

    WASHINGTON DC, (duasatunews.com) — Prabowo bertemu pengusaha global di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan daftar 12 pengusaha besar yang menghadiri pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rangka memperkuat kerja sama investasi. Dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu, Teddy menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menghadirkan tokoh-tokoh investasi global dari […]

  • Kerusakan lingkungan Sulawesi Tenggara akibat pertambangan

    Sulawesi Tenggara dalam Kacamata Mahasiswa

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 440
    • 0Komentar

    Oleh: Adrian Moita, Mahasiswa Sulawesi Tenggara di Jakarta JAKARTA, (duasatunews.com) – Sebagai mahasiswa asal Sulawesi Tenggara yang kini menempuh pendidikan di Jakarta, saya memandang daerah kelahiran dari jarak yang ironis. Di ibu kota, saya menyaksikan geliat pembangunan, diskursus kebijakan, dan narasi pertumbuhan ekonomi. Namun, ketika menoleh ke kampung halaman, saya justru melihat luka, hutan tergerus, […]

  • makelar proyek Sultra pada proyek jalan

    FDR Geruduk Kejagung Desak Segera Periksa Pimpinan CV Berdaya Mediatama

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Arin fahrul Sanjaya
    • visibility 759
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Dugaan praktik tidak sehat dalam pengelolaan proyek infrastruktur kembali mencuat di Sulawesi Tenggara. Publik kini menyoroti CV Berdaya Mediatama, kontraktor yang berulang kali memenangkan tender proyek bernilai miliaran rupiah. Perhatian publik menguat setelah proyek Peningkatan Jalan Asera–Amorome Utama di Kabupaten Konawe Utara dengan anggaran Rp10,8 miliar memicu kritik. Proyek tersebut gagal memenuhi […]

  • Ilustrasi penghapusan tunggakan iuran JKN bagi peserta PBPU dan BP kelas 3

    Penghapusan Tunggakan Iuran JKN Disiapkan Pemerintah

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 435
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Penghapusan tunggakan iuran JKN menjadi kebijakan yang pemerintah siapkan untuk membantu peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas 3. Melalui kebijakan ini, pemerintah mengurangi beban administrasi peserta. Selain itu, pemerintah mendorong peningkatan kepesertaan aktif dalam program Jaminan Kesehatan Nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana tersebut dalam […]

  • Jepang bangun sistem rudal di Pulau Yonaguni Okinawa

    Jepang Tetap Bangun Rudal Dekat Taiwan Meski Diperingatkan China

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 369
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) — Pemerintah Jepang tetap melanjutkan rencana penguatan pertahanan udara di pulau terpencil dekat Taiwan. Meski demikian, langkah ini menuai peringatan keras dari China. Namun, Tokyo menegaskan kebijakan tersebut akan terus berjalan. Kementerian Pertahanan Jepang menargetkan penempatan sistem rudal itu pada awal dekade 2030-an. Dengan demikian, pemerintahan Perdana Menteri Sanae Takaichi menegaskan arah penguatan postur […]

  • Politik kebijakan pendidikan memengaruhi proses belajar mengajar di sekolah Indonesia

    Rapunya Politik Kebijakan Pendidikan

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 442
    • 0Komentar

    JAKARTA, DuaSatuNews.com — Pendidikan tidak berdiri sebagai sektor pelayanan publik semata. Negara menempatkannya sebagai instrumen strategis untuk menentukan arah masa depan bangsa. Namun, praktik kebijakan pendidikan di Indonesia justru menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan. Kekuasaan politik sering mengombang-ambingkan arah pendidikan, menghilangkan visi jangka panjang, dan mendorong lahirnya kebijakan yang reaktif. Pola ini terus berulang dari satu […]

expand_less