Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » DPD Corak Konkep Desak Kejagung RI dan Kementerian PU Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Proyek Jembatan Gantung Tumburano

DPD Corak Konkep Desak Kejagung RI dan Kementerian PU Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Proyek Jembatan Gantung Tumburano

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
  • visibility 360
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.comDugaan Penyimpangan Jembatan Gantung Tumburano menjadi sorotan setelah Dewan Pimpinan Daerah Corong Aspirasi Rakyat Konawe Kepulauan (DPD CORAK KONKEP) mengumumkan rencana aksi demonstrasi di depan Kejaksaan Agung RI dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Aksi itu bertujuan mendorong aparat penegak hukum mengusut dugaan penyimpangan proyek di Kabupaten Konawe Kepulauan.

Dugaan Penyimpangan Jembatan Gantung Tumburano Jadi Sorotan

Ketua Umum DPD CORAK KONKEP, Sandi Nayoyan, menegaskan aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial terhadap penggunaan anggaran negara. Ia meminta pemerintah menjalankan setiap proyek secara transparan, akuntabel, dan sesuai peraturan.

Menurut Sandi, proyek yang menggunakan dana negara wajib memenuhi spesifikasi teknis. Proses pelaksanaan juga harus mengikuti ketentuan yang berlaku agar masyarakat memperoleh manfaat pembangunan secara maksimal.

DPD CORAK KONKEP menilai Kejaksaan Agung RI perlu memberi perhatian serius terhadap proyek tersebut. Organisasi itu menyoroti tahap perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan kualitas pekerjaan. Mereka juga menilai sejumlah kondisi di lapangan menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

DPD CORAK KONKEP Minta Kejagung Selidiki Proyek

Data yang dihimpun DPD CORAK KONKEP menunjukkan proyek Jembatan Gantung Tumburano merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur nasional. Pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp3,6 miliar pada Tahun Anggaran 2025.

DPD CORAK KONKEP menduga pelaksanaan proyek belum mencapai tujuan pembangunan secara optimal. Karena itu, organisasi tersebut meminta Kejaksaan Agung RI segera memulai penyelidikan.

Sandi Nayoyan meminta penyidik memeriksa seluruh tahapan pekerjaan. Ia juga meminta penyidik mendalami dugaan pengurangan volume pekerjaan, ketidaksesuaian spesifikasi teknis, pelaksanaan yang tidak mengacu pada juklak dan juknis, serta kemungkinan penyalahgunaan kewenangan.

“Kami meminta Kejaksaan Agung RI bertindak cepat dan tidak menunggu polemik ini berkembang lebih jauh. Dugaan penyimpangan Jembatan Gantung Tumburano harus diusut secara profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Negara tidak boleh dirugikan dan masyarakat berhak memperoleh pembangunan yang berkualitas,” kata Sandi Nayoyan.

Desak Pemeriksaan PPK dan Rekanan

Selain meminta penyelidikan, DPD CORAK KONKEP juga mendesak Kejaksaan Agung RI memanggil Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Direktur CV Mukmin Alfa Duaenam. Organisasi tersebut menilai pemeriksaan penting untuk mengklarifikasi dugaan penyalahgunaan anggaran.

DPD CORAK KONKEP juga meminta Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum mengevaluasi Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara. Mereka berharap evaluasi itu memperkuat pengawasan proyek infrastruktur.

Aksi Demonstrasi Akan Digelar

DPD CORAK KONKEP juga meminta aparat penegak hukum mendalami dugaan kerja sama yang tidak sah dalam pelaksanaan proyek tersebut. Organisasi itu menegaskan langkah tersebut bertujuan mengawal penggunaan anggaran negara. Mereka tidak bermaksud menghakimi pihak mana pun.

Dalam waktu dekat, DPD CORAK KONKEP akan menggelar aksi demonstrasi di Jakarta. Melalui aksi itu, mereka berharap Kejaksaan Agung RI segera mengambil langkah hukum apabila penyidik menemukan pelanggaran dalam pelaksanaan Proyek Jembatan Gantung Tumburano.

Hingga berita ini diterbitkan, dugaan penyimpangan tersebut belum memperoleh putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Semua pihak tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah selama proses hukum berlangsung.

  • Penulis: Brian Putra
  • Editor: Nur Wayda
  • Sumber: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekening jaringan The Doctor terbongkar, Bareskrim menampilkan tersangka pemilik rekening penampung dana narkoba saat konferensi pers

    Bareskrim Tangkap Pemilik Rekening Jaringan “The Doctor”, Aliran Dana Terus Diburu

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 274
    • 0Komentar

    Penangkapan Terbaru Bareskrim Jakarta,(duasatunews.com)//rekening jaringan The Doctor terbongkar setelah Bareskrim Polri menangkap dua pelaku yang berperan sebagai pemilik rekening penampung dana hasil transaksi narkoba. Dua tersangka, Muhammad Jainun dan Ronny Ika Setiawan, kini menjalani pemeriksaan intensif. Saat ini, penyidik mendalami peran keduanya dalam mengelola aliran dana jaringan tersebut. Penelusuran Aliran Dana Kasatgas NIC Dittipidnarkoba Bareskrim […]

  • Menambang Dalam Kawasan Hutan Tanpa Izin,IMPH Desak Dirjen Minerba Untuk Tidak Mengeluarkan RKAB PT.AMI & PT.AMINDO

    Menambang Dalam Kawasan Hutan Tanpa Izin,IMPH Desak Dirjen Minerba Untuk Tidak Mengeluarkan RKAB PT.AMI & PT.AMINDO

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 518
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Senin (12/01/2026) Aksi IMPH di Dirjen Minerba menjadi sorotan publik setelah Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum menggelar unjuk rasa terkait dugaan tambang ilegal di Sulawesi Tenggara. Pertama, Ikatan Mahasiswa Peduli Hukum (IMPH) menggelar aksi unjuk rasa. Aksi tersebut berlangsung di kantor Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Kementerian Energi dan Sumber Daya […]

  • Pencegahan Ebola Bandara AS melalui alat uji kesehatan di bandara internasional

    Pencegahan Ebola Bandara AS diperkuat jelang Piala Dunia 2026

    • calendar_month Rabu, 3 Jun 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 219
    • 0Komentar

    WASHINGTON (duasatunews.com) – Pencegahan Ebola Bandara AS menjadi langkah utama pemerintah Amerika Serikat menjelang Piala Dunia FIFA 2026. Pemerintah AS memasang alat uji Ebola di seluruh bandara utama untuk mengantisipasi masuknya virus melalui perjalanan internasional selama turnamen berlangsung. Administrator Pusat Layanan Medicare dan Medicaid AS, Mehmet Oz, mengatakan pemerintah memperkuat pengawasan kesehatan di pintu masuk […]

  • Indonesia Punya Buku Sejarah Baru, Pakar UGM: Pelajaran di Sekolah Akan Berubah

    Indonesia Punya Buku Sejarah Baru, Pakar UGM: Pelajaran di Sekolah Akan Berubah

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 618
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Buku sejarah nasional terbaru berpotensi mengubah arah kurikulum sejarah di sekolah. Perubahan ini memengaruhi isi pelajaran, metode pengajaran, serta cara siswa memahami identitas kebangsaan. Isu ini penting karena kurikulum sejarah selama ini bergantung pada satu rujukan utama. Perhatian publik menguat setelah peluncuran buku Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Buku tersebut […]

  • Dialog Iran AS damai disampaikan Presiden Iran Masoud Pezeshkian

    Dialog Iran AS Damai, Presiden Iran Nilai Ada Kemajuan

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Dialog Iran AS damai kembali menguat setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai pembicaraan antara negaranya dan Amerika Serikat sebagai langkah maju menuju solusi damai. Ia menyampaikan penilaian tersebut menyusul pembicaraan diplomatik yang berlangsung dengan dukungan negara-negara kawasan. Pezeshkian menegaskan bahwa Iran selalu mengedepankan dialog sebagai jalan utama penyelesaian konflik. Ia menyampaikan sikap […]

  • aksi GMII desak KPK usut dugaan korupsi Kominfo Kendari

    Minta KPK Turun Tangan, GMII Soroti dugaan korupsi eks kadis Kominfo Kendari 

    • calendar_month Kamis, 18 Sep 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 829
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com | 18 September 2025 — Dugaan korupsi Kominfo Kendari kembali menarik perhatian publik. Generasi Mahasiswa Intelektual Indonesia (GMII) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia. Melalui aksi ini, GMII mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan penyimpangan anggaran di lingkungan Pemerintah Kota Kendari. Aksi Mahasiswa […]

expand_less