Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » Sekolah Rakyat Anak Jalanan Butuh Pendampingan Berkelanjutan

Sekolah Rakyat Anak Jalanan Butuh Pendampingan Berkelanjutan

  • account_circle Windi Anggraini
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • visibility 172
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,{duasatunews.com}-Atalia Praratya mendorong pemerintah memastikan program Sekolah Rakyat untuk anak jalanan berjalan berkelanjutan. Ia menilai program ini tidak boleh berhenti pada tahap pendataan dan rekrutmen awal.

Menurutnya, pemerintah sudah menunjukkan kehadiran nyata melalui pendekatan “jemput bola” untuk menjaring anak jalanan. Namun, pemerintah tetap perlu memberikan pendampingan jangka panjang agar anak-anak dapat bertahan dalam pendidikan.

Apresiasi terhadap Upaya Lapangan

Atalia mengapresiasi langkah Kementerian Sosial Republik Indonesia yang melakukan penjangkauan langsung di sejumlah titik di Jakarta. Dari proses tersebut, petugas menemukan puluhan calon peserta didik untuk tahun ajaran 2026/2027.

Sebagian anak sebelumnya tidak bersekolah dan bekerja di sektor informal. Pendekatan lapangan ini melengkapi sistem data nasional, terutama untuk menjangkau kelompok rentan yang sering terlewat.

Tantangan Anak Tidak Sekolah

Atalia menilai jumlah anak yang tidak bersekolah di Indonesia masih tinggi. Kondisi ini banyak terjadi di wilayah padat penduduk dan kantong kemiskinan.

Anak jalanan menjadi kelompok paling rentan. Mereka menghadapi berbagai hambatan, seperti tekanan ekonomi dan masalah sosial.

Rekomendasi Penguatan Program

Atalia mengusulkan beberapa langkah agar program berjalan lebih efektif:

  • Pemerintah perlu memperbaiki integrasi dan validasi data. Pemda, aparat lingkungan, dan pekerja sosial harus terlibat aktif.
  • Pemerintah perlu menerapkan pendekatan berbasis keluarga. Bantuan sosial dan program pemberdayaan ekonomi harus menyasar orang tua.
  • Pemerintah harus menjamin keberlanjutan pendidikan. Anak-anak membutuhkan pendampingan psikososial dan kurikulum yang adaptif.
  • Pemerintah perlu memperluas kolaborasi lintas sektor. Kementerian, pemda, dan organisasi masyarakat harus bekerja bersama.

Ukuran Keberhasilan Program

Atalia menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada jumlah anak yang terjaring. Program harus mampu membuat anak bertahan di sekolah, berkembang, dan keluar dari kondisi rentan.

Ia juga menekankan bahwa setiap anak Indonesia memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Pemerintah harus memastikan hak tersebut terpenuhi secara berkelanjutan.

  • Penulis: Windi Anggraini
  • Editor: Wilda

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK Ungkap Identitas Tujuh Orang yang Dibawa ke Jakarta Selain Bupati Pati

    KPK Ungkap Identitas Tujuh Orang yang Dibawa ke Jakarta Selain Bupati Pati

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 270
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kasus OTT Bupati Pati Sudewo menjadi perhatian publik setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa delapan orang ke Jakarta untuk pemeriksaan lanjutan. Dalam operasi tersebut, penyidik mengamankan Bupati Pati, Sudewo, bersama tujuh orang lainnya. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menjelaskan bahwa tujuh orang yang turut diamankan terdiri atas dua camat, tiga kepala desa, […]

  • MBG dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

    MBG dan Masa Depan Pendidikan Indonesia

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Admin 21
    • visibility 372
    • 0Komentar

    Jakarta, DuaSatuNews – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi fondasi penting dalam membangun pendidikan Indonesia yang inklusif dan berkualitas. Program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga meningkatkan konsentrasi belajar, kehadiran siswa, serta menekan angka putus sekolah. Pemerintah menegaskan bahwa kualitas sumber daya manusia berkaitan erat dengan kesehatan dan kecukupan gizi sejak […]

  • pemuda pemburu masa depan dalam kegiatan sosial

    PEMUDA PEMBURU MASA DEPAN

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Dr. Eni Samayati
    • visibility 504
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com – Pemuda pemburu masa depan adalah generasi muda visioner yang berani menghadapi perubahan, menolak hidup tanpa arah, dan secara sadar membangun masa depan bangsa. Saat dunia bergerak semakin cepat, pemuda berada pada posisi strategis untuk menentukan apakah perubahan membawa peluang atau justru tantangan. Seiring berkembangnya teknologi dan meningkatnya persaingan global, pemuda tidak bisa […]

  • pemotor tertimpa pohon Jaksel akibat hujan deras

    Pemotor Tertimpa Pohon Jaksel, Pemprov DKI Tanggung Biaya

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 220
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Peristiwa pemotor tertimpa pohon Jaksel terjadi di Jalan Raya Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2026) subuh. Hujan deras disertai angin kencang melanda kawasan tersebut saat kejadian berlangsung. Sebuah pohon besar di pinggir jalan roboh dan menimpa pengendara sepeda motor yang sedang melintas. Benturan batang pohon menyebabkan korban mengalami luka fatal hingga […]

  • OTT KPK Pajak di Kantor Pajak Jakarta Utara

    OTT KPK Pajak Jakarta Utara, Delapan Orang Diamankan

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 544
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Utara. Dalam operasi ini, tim KPK mengamankan delapan orang dan menyita uang tunai sebagai barang bukti. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyatakan bahwa KPK mengamankan sejumlah pegawai pajak dan wajib pajak. Ia menjelaskan bahwa tim bergerak […]

  • Prabowo Cabut Izin Perusahaan yang Melanggar Aturan

    Prabowo Cabut Izin Perusahaan yang Melanggar Aturan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 445
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap pemerintah dengan mencabut izin perusahaan yang melanggar aturan. Presiden menyatakan tidak akan ikut campur dalam proses pencabutan izin usaha, meskipun perusahaan tersebut berpotensi melibatkan pihak yang memiliki kedekatan pribadi maupun politik dengannya, termasuk kader Partai Gerindra. Prabowo menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada […]

expand_less