Protes perang Spanyol: Ribuan Warga Tolak Konflik Timur Tengah
- account_circle adrian moita
- calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
- visibility 64
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ribuan warga mengikuti aksi protes perang Timur Tengah di Madrid, Spanyol.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Madrid, (duasatunews.com) — Protes perang Spanyol terjadi di lebih dari 150 kota ketika ribuan warga turun ke jalan untuk menentang konflik di Timur Tengah. Para demonstran juga menuntut agar semua pihak menghentikan permusuhan serta mematuhi hukum internasional.
Aksi terbesar berlangsung di Madrid pada Sabtu (14/3). Sekitar 5.000 orang berkumpul di sekitar Stasiun Atocha, menurut sumber penegak hukum setempat. Setelah berkumpul, massa bergerak menuju Museo Nacional Centro de Arte Reina Sofía.
Museum tersebut menyimpan lukisan Guernica karya Pablo Picasso, yang selama ini dikenal sebagai simbol seni anti-perang. Karena itu, banyak demonstran memilih lokasi tersebut untuk menyampaikan pesan penolakan terhadap konflik.
Para peserta aksi membawa spanduk dan meneriakkan berbagai slogan. Di antaranya, “Tidak untuk perang”, “Tidak untuk NATO”, serta “Siapa yang memutuskan di sini? Rakyat Iran.”
Dukungan Kelompok Sipil dalam Protes Perang Spanyol
Aksi protes perang Spanyol juga menyuarakan slogan “Hentikan Perang Timur Tengah. Jangan Lupakan Gaza.” Selain itu, lebih dari 100 organisasi sipil dan partai politik menyatakan dukungan terhadap aksi tersebut.
Para demonstran kemudian membacakan pernyataan bersama yang mengecam serangan militer di kawasan Timur Tengah. Mereka menilai konflik tersebut berpotensi mengancam stabilitas regional dan keamanan global.
“Tidak ada yang membenarkan pemboman brutal AS dan Israel yang menimbulkan ancaman serius bagi perdamaian kawasan dan keamanan global. Karena itu, kami mendesak semua pihak menjunjung hukum internasional dan mengupayakan perdamaian yang adil di Timur Tengah,” demikian isi deklarasi para demonstran.
Selain di Madrid, aksi protes perang Spanyol juga muncul di beberapa kota besar lainnya. Misalnya di Barcelona, Seville, Zaragoza, Santander, serta Cordoba.
Konflik Timur Tengah Picu Gelombang Protes
Sehari sebelum aksi berlangsung, United States Embassy in Spain mengimbau warga negara Amerika Serikat di Spanyol untuk menghindari acara massal. Kedutaan memperingatkan bahwa eskalasi konflik dapat meningkat dengan cepat.
Di sisi lain, ketegangan di Timur Tengah juga meningkat setelah Iran meluncurkan serangan terhadap wilayah Israel serta target militer United States di kawasan tersebut.
Iran melakukan serangan tersebut sebagai balasan atas operasi militer gabungan AS dan Israel yang dimulai pada 28 Februari.
Pada hari pertama operasi militer itu, Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dilaporkan tewas. Selain itu, serangan udara juga menghantam sejumlah fasilitas sipil, termasuk sekolah perempuan di Iran selatan.
Pemerintah Iran memperkirakan jumlah korban tewas akibat konflik tersebut telah melampaui 1.300 orang.
Sumber: Sputnik
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
