Berlin, (duasatunews.com) – Serangan AS Israel ke Iran menjadi perhatian internasional setelah Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menyampaikan keprihatinannya terhadap eskalasi konflik tersebut. Ia menegaskan pentingnya menjunjung hukum internasional dalam setiap tindakan antarnegara.
Serangan AS Israel ke Iran Dikritik Jerman
- account_circle adrian moita
- calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
- visibility 118
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Steinmeier menyampaikan pernyataan itu pada Selasa (24/3) saat menghadiri peringatan 75 tahun pembentukan kembali Kementerian Luar Negeri Jerman. Dalam kesempatan tersebut, ia menyoroti dampak luas dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Serangan AS Israel ke Iran dan Jalur Diplomasi
Dalam pidatonya, Steinmeier menilai konflik bersenjata harus menjadi pilihan terakhir. Ia mendorong semua pihak untuk mengutamakan jalur diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
Ia juga menilai upaya pencegahan, termasuk terkait isu pengembangan senjata nuklir, perlu mengikuti ketentuan hukum internasional. Menurutnya, pendekatan tersebut penting untuk menjaga stabilitas dunia serta menghindari konflik berkepanjangan.
Dampak Konflik Timur Tengah terhadap Stabilitas Eropa
Steinmeier menegaskan bahwa hukum internasional menjadi landasan utama dalam hubungan antarnegara. Ia mengingatkan bahwa pelanggaran terhadap aturan global dapat memicu ketidakpastian, terutama di kawasan Eropa.
Ia turut menekankan peran Uni Eropa sebagai kawasan yang berdiri di atas prinsip hukum dan kerja sama. Konsistensi terhadap nilai tersebut, menurutnya, akan menentukan kemampuan Eropa dalam menghadapi dinamika geopolitik, termasuk dampak konflik Iran.
Respons Eropa atas Ketegangan AS-Israel-Iran
Selain itu, Steinmeier menyoroti perubahan hubungan transatlantik yang mendorong negara-negara Eropa untuk memperkuat kemandirian, khususnya di sektor pertahanan dan teknologi.
Ia menilai upaya mewujudkan kedaulatan Eropa di bidang tersebut membutuhkan waktu panjang dan komitmen kuat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkah konkret harus segera dimulai agar Eropa tidak terlalu bergantung pada pihak luar.
Situasi ini menunjukkan bahwa ketegangan yang melibatkan AS, Israel, dan Iran tidak hanya berdampak pada kawasan Timur Tengah, tetapi juga memengaruhi arah kebijakan dan strategi negara-negara Eropa ke depan.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan dorongan Jerman agar semua pihak mengedepankan diplomasi serta memperkuat kepatuhan terhadap hukum internasional di tengah meningkatnya ketegangan global.
Tambahan ini menegaskan bahwa stabilitas global sangat bergantung pada kepatuhan terhadap aturan internasional dan komitmen bersama untuk menghindari konflik terbuka.
Sumber: Xinhua
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
