Dukungan Intelijen AS Meksiko dalam Operasi Keamanan Regional
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 23 Feb 2026
- visibility 107
- comment 0 komentar
- print Cetak

Seorang petugas keamanan Meksiko berjaga di lokasi blokade jalan dan kendaraan terbakar yang terjadi setelah operasi militer terhadap Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), menyusul tewasnya pemimpin kartel Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho. Aksi kekerasan balasan dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah di Meksiko.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Washington, (duasatunews.com) – Amerika Serikat memastikan telah memberikan dukungan intelijen AS Meksiko dalam operasi militer besar yang menewaskan pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, pada Minggu (22/2). Operasi tersebut berlangsung di Tapalpa, Jalisco. Pada saat yang sama, aparat keamanan kedua negara melakukan koordinasi intensif selama pelaksanaan operasi.
Pernyataan Gedung Putih soal Dukungan Intelijen
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt menjelaskan bahwa Washington membantu pemerintah Meksiko melalui pertukaran data intelijen strategis. Pernyataan itu ia sampaikan melalui platform X.
Menurut Leavitt, El Mencho merupakan target prioritas aparat keamanan. Selain itu, ia berperan besar dalam jaringan penyelundupan narkoba lintas batas. Khususnya, fentanyl menjadi ancaman utama yang masuk ke Amerika Serikat melalui jaringan CJNG.
CJNG Masuk Daftar Organisasi Teroris
Lebih lanjut, Leavitt menegaskan bahwa peningkatan dukungan intelijen AS Meksiko merupakan bagian dari komitmen bersama. Tujuannya, menekan kejahatan terorganisir internasional.
Sementara itu, ia menyebut pemerintahan Donald Trump sebelumnya telah menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris asing. Oleh karena itu, kerja sama keamanan lintas negara kini berjalan lebih intensif.
Hasil Operasi Militer di Jalisco
Dalam operasi tersebut, aparat keamanan Meksiko menewaskan tiga anggota kartel lainnya. Selain itu, pasukan keamanan melukai tiga orang dan menangkap dua tersangka.
Pada saat yang sama, pemerintah Amerika Serikat memuji militer Meksiko. Pujian diberikan atas koordinasi dan pelaksanaan operasi yang dinilai efektif serta terukur.
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri AS Christopher Landau menyambut baik operasi tersebut. Menurutnya, langkah ini menjadi perkembangan besar bagi Meksiko, Amerika Serikat, dan kawasan Amerika Latin.
Dampak Keamanan Pasca Tewasnya El Mencho
Namun demikian, tewasnya El Mencho memicu reaksi kekerasan di sejumlah wilayah. Aparat mencatat adanya blokade jalan dan pembakaran kendaraan. Bahkan, bentrokan bersenjata terjadi di beberapa negara bagian, termasuk Tamaulipas, Michoacán, dan Nayarit.
Sebagai respons, aparat keamanan meningkatkan patroli di wilayah rawan. Di sisi lain, kedua negara terus bertukar informasi intelijen. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi serangan balasan dari sisa jaringan CJNG.
Seruan Pemerintah Meksiko
Di tengah situasi tersebut, Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mengimbau masyarakat tetap tenang. Ia menegaskan, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan seluruh pemerintah negara bagian. Dengan demikian, pemantauan keamanan dapat dilakukan secara ketat guna menjaga stabilitas nasional pasca operasi.
Sumber: Antara – Anadolu
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
