Breaking News
light_mode
Beranda » Kriminal » Motif Uang Rp200 Juta di Balik Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank Terungkap di Persidangan

Motif Uang Rp200 Juta di Balik Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank Terungkap di Persidangan

  • account_circle Retanto
  • calendar_month 22 jam yang lalu
  • visibility 77
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (Duasatunews.com)-Kasus dengan motif penculikan bank terungkap dalam sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Para terdakwa mengakui uang menjadi pemicu utama aksi yang berujung pada dugaan pembunuhan kepala cabang bank berinisial MIP (37).

Fakta persidangan terungkap

Terdakwa 1 Serka MN menyatakan menerima Rp150 juta dari Yohannes Joko Pamuntas. Ia menyebut dana itu sebagai bagian awal dari kesepakatan. Para pelaku dijanjikan total Rp200 juta setelah menyelesaikan aksi.

Ia mengaku hanya mengambil Rp50 juta. Sisanya ia bagikan kepada pihak lain, termasuk Kopda FH. Ia menegaskan tidak mengenal korban sebelumnya dan tidak memiliki konflik pribadi.

Dorongan ekonomi para terdakwa

Kopda FH mengaku mengikuti arahan senior. Ia juga menghadapi tekanan ekonomi dan utang. Hakim menegaskan bahwa alasan tersebut tidak dapat membenarkan tindakan pidana.

Terdakwa lain, Serka FY, menyebut keinginan mencari tambahan penghasilan sebagai alasan utama. Pernyataan ini memperkuat bahwa kasus ini tidak dipicu hubungan pribadi dengan korban.

Penilaian majelis hakim

Majelis hakim menilai para terdakwa memiliki penghasilan tetap. Mereka juga tinggal di fasilitas asrama. Namun, dorongan memperoleh uang tambahan tetap memicu tindakan tersebut.

Fakta persidangan menunjukkan para pelaku menjalankan aksi karena imbalan finansial. Motif penculikan bank menjadi faktor dominan dalam kasus ini.

Untuk melengkapi konteks, persidangan juga menyoroti alur perencanaan aksi hingga pembagian uang antar pelaku. Oditur militer menggali peran masing-masing terdakwa secara rinci. Hakim meminta setiap terdakwa menjelaskan keterlibatan mereka secara terbuka agar fakta hukum terungkap jelas.

Kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan internal serta penegakan disiplin. Selain itu, perkara ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi dapat memicu tindakan kriminal serius jika tidak dikendalikan.

  • Penulis: Retanto
  • Editor: Wilda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Trump Xi Jinping Iran dalam pertemuan bilateral membahas isu penghentian pengiriman senjata ke Iran

    Trump Xi Jinping Iran: Trump Klaim China Setop Kirim Senjata ke Iran

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Trump Xi Jinping Iran kembali menjadi sorotan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Presiden China Xi Jinping sepakat tidak mengirim senjata ke Iran. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan global akibat konflik di Timur Tengah. Trump mengungkapkan bahwa ia mengirim surat langsung kepada Xi Jinping untuk meminta kejelasan terkait dugaan dukungan militer […]

  • Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah BWF Junior 2026

    Indonesia Batal Jadi Tuan Rumah BWF Junior 2026

    • calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – BWF Junior 2026 batal digelar di Indonesia setelah Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) mengembalikan hak tuan rumah kepada Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).  Rencana awal menempatkan Kejuaraan Dunia Junior 2026 di Solo, Jawa Tengah, pada 12–18 Oktober. Namun, hasil evaluasi internal mendorong PBSI menilai kondisi saat ini belum memungkinkan untuk melanjutkan […]

  • Taklimat Awal Tahun 2026, Presiden Prabowo Tekankan Evaluasi Kinerja dan Langkah Konkret Pemerintah

    Taklimat Awal Tahun 2026, Presiden Prabowo Tekankan Evaluasi Kinerja dan Langkah Konkret Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 311
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Tekanan ekonomi global dan ketidakpastian geopolitik masih memengaruhi kondisi nasional. Pemerintah perlu memastikan kebijakan sejak awal tahun menjawab persoalan publik secara nyata, bukan sekadar agenda internal. Atas dasar itu, Presiden Prabowo Subianto memimpin Taklimat Awal Tahun bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2025). Pemerintah menggelar pertemuan […]

  • pesan mudik Gibran kepada pemudik Lebaran 2026

    Pesan Mudik Gibran: Pemudik Lebaran 2026 Diminta Hati-hati

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 138
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Pesan mudik Gibran disampaikan kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan pulang kampung pada Lebaran 2026. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengingatkan para pemudik agar menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan menuju kampung halaman. Ia meminta masyarakat berhati-hati di jalan serta memastikan kondisi tubuh tetap prima sebelum melakukan perjalanan jauh. “Bagi Bapak, Ibu, […]

  • Prabowo dua periode diserukan Ahmad Muzani

    Prabowo Dua Periode Diserukan Muzani di HUT Gerindra

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani secara terbuka menyerukan dukungan agar Prabowo Subianto memimpin Indonesia selama dua periode. Muzani menyampaikan seruan tersebut saat menutup pidato dalam acara HUT ke-18 Gerindra di kompleks parlemen, Jakarta, Jumat. Muzani mengajak seluruh kader yang hadir mengikuti seruan tersebut. Para kader langsung merespons dengan mengangkat tangan […]

  • Sudah Saatnya Menghadirkan Pendidikan Berorientasi Masa Depan

    Sudah Saatnya Menghadirkan Pendidikan Berorientasi Masa Depan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 325
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kualitas manusia Indonesia kembali menjadi sorotan publik. Masalah ini tidak berhenti pada aspek ekonomi, tetapi menyangkut karakter sosial yang memengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat. Isu mentalitas menjadi krusial saat Indonesia memasuki fase bonus demografi dan menghadapi persaingan global. Tanpa perubahan sikap dan pola pikir, peluang tersebut justru dapat memicu persoalan sosial baru. Pembangunan […]

expand_less