Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Indonesia Mining Watch (IMW): Aktivitas Tambang PT. Priven Lestari Diduga Ancam Ruang Hidup dan Keselamatan Ekologis Masyarakat

Indonesia Mining Watch (IMW): Aktivitas Tambang PT. Priven Lestari Diduga Ancam Ruang Hidup dan Keselamatan Ekologis Masyarakat

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
  • visibility 323
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Indonesia Mining Watch (IMW) menilai aktivitas pertambangan PT Priven Lestari di Kecamatan Maba, Kabupaten Halmahera Timur, memunculkan persoalan serius. Organisasi tersebut menilai polemik itu berkaitan dengan kepatuhan hukum, perlindungan lingkungan, dan tata kelola sumber daya alam.

Koordinator Nasional IMW, Ubay Daga, mengatakan pihaknya menyusun kajian berdasarkan aspirasi masyarakat, kronologi penolakan warga, dan berbagai temuan lapangan sejak 2014. Selain itu, IMW juga mengumpulkan sejumlah dokumen yang berkaitan dengan tata ruang dan perlindungan lingkungan.

Menurut Ubay, aktivitas pertambangan PT Priven Lestari diduga bertentangan dengan prinsip perlindungan lingkungan hidup serta tata ruang wilayah. Lebih lanjut, ia menilai kegiatan tersebut berpotensi mengganggu hak masyarakat atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. Pasal 28H UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 menjamin hak tersebut.

IMW Nilai Penolakan Warga Berangkat dari Pengalaman

Ubay menegaskan masyarakat Buli tidak menolak investasi. Sebaliknya, warga menyampaikan penolakan karena pengalaman panjang menghadapi dampak industri ekstraktif.

Menurutnya, masyarakat merasakan kerusakan ekologis, pencemaran pesisir, berkurangnya sumber air bersih, deforestasi, dan konflik ruang hidup. Hingga kini, persoalan tersebut belum memperoleh penyelesaian yang memadai.

Oleh karena itu, IMW meminta pemerintah mendengarkan aspirasi masyarakat sebelum mengambil keputusan yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan.

IMW Soroti Dugaan Pelanggaran Kawasan Lindung

IMW juga memaparkan hasil analisis terhadap wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Priven Lestari. Total luas konsesi perusahaan mencapai 4.953 hektare.

Dari luas tersebut, sekitar 2.672,2 hektare berada di kawasan lindung. Karena itu, IMW menilai perusahaan tidak boleh menjalankan kegiatan pertambangan di kawasan tersebut. IMW mengacu pada Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 dan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2010.

Selain itu, IMW menemukan dugaan tumpang tindih antara wilayah tambang dengan kawasan sumber air bersih, kawasan rawan bencana, hutan desa, dan ruang pengembangan permukiman.

Ubay menjelaskan sekitar 547,7 hektare berada di Areal Penggunaan Lain (APL). Selanjutnya, ia menyebut lokasi itu sangat dekat dengan kawasan perkotaan Buli.

Ia mengutip Surat Nomor 050.13/48/INWIL BP4D/III/2018 dan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2024 tentang RTRW Kabupaten Halmahera Timur. Menurutnya, kedua aturan tersebut menetapkan kawasan itu sebagai wilayah pengembangan sumber daya air dan ruang cadangan permukiman. Dengan demikian, pemerintah tidak memperuntukkan kawasan tersebut untuk kegiatan pertambangan.

IMW Pertanyakan Proses AMDAL

IMW juga mengkritik proses penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Menurut IMW, masyarakat telah mempersoalkan proses tersebut sejak tahap awal.

Ubay menegaskan AMDAL harus melindungi masyarakat dan lingkungan. Bukan hanya itu, AMDAL juga harus menjadi dasar pengambilan keputusan yang transparan dan akuntabel.

Menurutnya, penyusun AMDAL wajib menyampaikan informasi secara terbuka kepada masyarakat. Di samping itu, penyusun harus menghormati identitas sosial budaya warga dan memasukkan seluruh wilayah terdampak ke dalam kajian.

Pemerintah Diminta Lindungi Kawasan Strategis

IMW meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah melindungi kawasan belakang Kota Buli serta kaki Gunung Wato-Wato. Kawasan tersebut berfungsi sebagai daerah tangkapan air bagi delapan desa di Kecamatan Maba.

Selain itu, IMW meminta pemerintah mengevaluasi seluruh perizinan yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan di wilayah tersebut. Organisasi itu menilai pemerintah harus mengutamakan keselamatan lingkungan dan kepentingan masyarakat.

Ubay juga menegaskan narasi transisi energi dan hilirisasi tidak boleh mengorbankan hak masyarakat maupun kelestarian lingkungan. Menurutnya, pembangunan sumber daya alam harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem.

“Masa depan Halmahera Timur tidak boleh ditentukan semata oleh kepentingan industri ekstraktif. Negara wajib memastikan pembangunan sumber daya alam berjalan sesuai konstitusi, keadilan ekologis, dan keselamatan generasi mendatang,” ujar Ubay Daga.

Hingga redaksi menerbitkan berita ini, PT Priven Lestari belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan IMW. Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

  • Penulis: Brian Putra
  • Editor: Nur Wayda
  • Sumber: Redaksi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Logo resmi Piala Dunia FIFA 2026

    Piala Dunia FIFA 2026 Buka Era Baru Sepak Bola Dunia

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 819
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Dunia sepak bola memasuki era baru seiring mendekatnya Piala Dunia FIFA 2026. Untuk pertama kalinya, turnamen ini menghadirkan 48 tim nasional dan tiga negara tuan rumah. Dengan skala tersebut, edisi 2026 tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia. FIFA menjadwalkan turnamen berlangsung pada 12 Juni hingga 19 Juli 2026. Amerika Serikat, […]

  • KM Cahaya Intan Celebes tenggelam di Perairan Poleang Bombana

    KM Cahaya Intan Celebes Tenggelam di Perairan Bombana

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 544
    • 0Komentar

    BOMBANA, (duasatunews.com) – KM Cahaya Intan tenggelam di Perairan Poleang, Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (14/2/2026). Sejak awal pelayaran, kapal motor GT 44 itu melayani rute Pelabuhan Bajoe, Kota Bone, menuju Pelabuhan Boepinang. Selain itu, kapal membawa 13 penumpang dan tujuh awak kapal. Namun demikian, seluruh penumpang dan kru selamat dari insiden tersebut. Humas […]

  • Menjaga Kelestarian Hutan Demi Mencegah Bencana Alam

    Menjaga Kelestarian Hutan Demi Mencegah Bencana Alam

    • calendar_month Jumat, 12 Des 2025
    • account_circle Nur Wayda
    • visibility 742
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Kelestarian hutan cegah bencana menjadi isu utama di tengah meningkatnya banjir dan tanah longsor di berbagai wilayah Indonesia. Kerusakan hutan terbukti memperbesar risiko bencana alam dan mengancam keselamatan masyarakat, khususnya di daerah rawan seperti Sumatera dan Aceh. Kelestarian Hutan Cegah Bencana Alam di Musim Hujan Belakangan ini, banjir kembali melanda sejumlah wilayah […]

  • Aksi Serba Hitam SPPG di Jakarta desak polisi usut teror Ketua BEM UGM

    Aksi Serba Hitam SPPG di Jakarta, Desak Polisi Usut Teror Ketua BEM UGM dan Tolak MBG

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 341
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) — Solidaritas Pemuda & Pelajar ber-Gerak (SPPG) menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta pada Jumat (27/2/2026). Massa aksi menyasar dua titik, yakni Mabes Polri dan kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat. Sekitar 50 peserta aksi mengenakan pakaian hitam sebagai simbol protes terhadap kebijakan negara yang, menurut mereka, tidak berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Massa menyampaikan […]

  • Bank Sampah Ceria Jakarta Timur aktivitas warga memilah sampah

    Bank Sampah Ceria Jadi Model Baru Pengelolaan Sampah Terpadu di Jakarta Timur

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Pemerintah Kota Jakarta Timur memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui peresmian Bank Sampah Ceria di Kecamatan Makasar, Selasa. Program ini menjadi langkah strategis untuk membangun sistem terpadu dan berkelanjutan. Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, menyatakan Bank Sampah Ceria menampung dan menimbang sampah anorganik dari bank sampah tingkat RW dan kelurahan. Sistem terpusat ini […]

  • Dadan Hindayana tersangka kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis yang diusut Kejaksaan Agung.

    Dadan Hindayana Tersangka, Kejagung Yakin Punya Bukti

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 222
    • 0Komentar

    JAKARTA (duasatunews.com) – Kejaksaan Agung (Kejagung) memastikan penetapan eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah memenuhi syarat hukum. Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung, Syarief Sulaeman Nahdi, mengakui proses penanganan perkara tersebut berlangsung cepat. Meski demikian, tim penyidik mempelajari dugaan penyimpangan dalam program […]

expand_less