Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kasus Kayu Ilegal Sumatera: Kejagung Dorong Alat Bukti

Kasus Kayu Ilegal Sumatera: Kejagung Dorong Alat Bukti

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
  • visibility 725
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (duasatunews.com) — Kejaksaan Agung Republik Indonesia mendorong penyidik untuk melengkapi alat bukti sebelum menetapkan tersangka dalam kasus kayu ilegal Sumatera. Langkah tersebut bertujuan memperkuat proses hukum agar berjalan akuntabel dan berkeadilan. Kejahatan lingkungan ini juga memicu banjir besar dan tanah longsor yang menewaskan 67 orang.

Jaksa dan Penyidik Bahas Kasus Kayu Ilegal

Sebagai tindak lanjut, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyampaikan rekomendasi saat jaksa penuntut umum menggelar perkara bersama penyidik Badan Reserse Kriminal Polri di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara.

Jaksa dan penyidik menggelar forum tersebut pada Rabu, 31 Desember 2025. Jaksa dari Direktorat D Jampidum hadir bersama penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri. Melalui forum ini, kedua pihak membahas dugaan tindak pidana lingkungan hidup dengan terlapor PT Tri Bahtera Srikandi.

Gelar Perkara Fokus pada Penguatan Bukti

Dalam sesi pembahasan, penyidik memaparkan fakta lapangan, hasil penyidikan awal, serta alat bukti yang telah mereka kumpulkan. Jaksa kemudian menelaah paparan tersebut dan menyamakan arah penanganan perkara hingga tahap penuntutan.

Pembalakan Liar Picu Banjir dan Longsor

Aktivitas kayu ilegal merusak kawasan hulu di Kecamatan Sibabangun, Kabupaten Tapanuli Tengah. Kerusakan itu menurunkan daya dukung lingkungan secara signifikan.

Dampak kerusakan lalu menjalar ke wilayah hilir. Akibatnya, banjir dan longsor menerjang Desa Garoga, Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan.
“Peristiwa itu menewaskan 67 orang,” kata Anang, Sabtu (3/1/2026).

Kejagung Tekankan Kelengkapan Alat Bukti

Dalam gelar perkara yang sama, penyidik mengusulkan penetapan sejumlah pihak sebagai tersangka. Menanggapi usulan tersebut, jaksa penuntut umum menyampaikan catatan tambahan.

Melalui catatan itu, jaksa meminta penyidik memperkuat alat bukti agar penetapan tersangka memiliki dasar hukum yang kokoh dan tidak membuka celah hukum.
“Jaksa menyampaikan pendapat, saran, dan rekomendasi agar penyidik memenuhi alat bukti secara lengkap,” tegas Anang.

Jaksa Awasi Penyidikan Sejak Awal

Anang menegaskan bahwa jaksa terlibat sejak awal penyidikan untuk menjalankan Pasal 58 hingga Pasal 62 KUHAP baru. Ketentuan tersebut mewajibkan penyidik dan penuntut umum berkoordinasi secara intensif.

Melalui koordinasi ini, jaksa membantu penyidik menyusun konstruksi hukum sejak dini. Selain itu, mekanisme tersebut mencegah bolak-balik berkas perkara pada tahap penuntutan.

Bareskrim Segera Tetapkan Tersangka

Sementara itu, penyidik Bareskrim Polri menangani kasus kayu gelondongan ilegal yang memperparah banjir bandang di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Penyidik memproses PT Tri Bahtera Srikandi sebagai korporasi yang diduga bertanggung jawab.

Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri memastikan langkah lanjutan dalam waktu dekat.
“Segera ditetapkan tersangka,” kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Mohammad Irhamni, Jumat (2/1/2026).

Ujian Penegakan Hukum Lingkungan

Pada akhirnya, kasus kayu ilegal Sumatera menyedot perhatian publik karena menunjukkan hubungan langsung antara kejahatan lingkungan dan bencana kemanusiaan. Praktik pembalakan liar serta pengelolaan kayu yang melanggar aturan merusak daerah tangkapan air dan memicu banjir serta longsor mematikan.

Sejumlah pengamat menilai perkara ini sebagai ujian serius penegakan hukum lingkungan hidup di Indonesia, khususnya dalam menjerat korporasi. Rekomendasi Kejagung pun membuka fase penting pengusutan kasus kayu gelondongan di Sumatera. Publik kini menanti langkah tegas Polri untuk membawa perkara ini ke pengadilan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • silaturahmi Prabowo presiden pendahulu di Istana

    Silaturahmi Prabowo Presiden Pendahulu Perkuat Persatuan

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 452
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Silaturahmi Prabowo presiden pendahulu menjadi sorotan publik setelah Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah tokoh nasional ke Istana Kepresidenan. Pertemuan ini mempertemukan para mantan presiden dan wakil presiden Republik Indonesia dalam satu forum kebangsaan. Pertemuan lintas generasi pemimpin bangsa tersebut dinilai sebagai langkah penting untuk menjaga komunikasi dan persatuan nasional. Dialog antar tokoh […]

  • Pencarian Korban Longsor Pasirlangu Dipercepat Tim SAR

    Pencarian Korban Longsor Pasirlangu Dipercepat Tim SAR

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 674
    • 0Komentar

    Bandung Bara, duasatunews.com – pencarian korban longsor Pasirlangu di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, terus dikebut oleh Tim SAR gabungan. Tim menambah kekuatan alat berat untuk mempercepat evakuasi 32 korban yang masih tertimbun material longsor. Fokus Pencarian di Empat Sektor Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan Bramantyo mengatakan, tim memfokuskan operasi pencarian […]

  • pencak silat cerminkan kepribadian bangsa disampaikan Prabowo di Munas IPSI

    Pencak Silat Kepribadian Bangsa, Tegas Prabowo di Munas IPSI

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 534
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pencak silat mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Menurut Prabowo, pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai olahraga dan seni bela diri, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya […]

  • ondasi cakar ayam karya Sedyatmo di Bandara Soekarno-Hatta

    Siapa Ir Sedyatmo? Sosok Jenius di Balik Tol Bandara dan Penakluk Tanah Lembek Indonesia

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 829
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Jutaan kendaraan melaju di Tol Bandara Soekarno-Hatta setiap hari. Namun, sedikit pengguna jalan yang mengenal sosok besar di balik nama Tol Prof Dr Ir Sedyatmo. Nama itu bukan sekadar penanda jalan, tetapi warisan pemikiran salah satu insinyur paling berpengaruh di Indonesia. Prof Dr Ir Sedyatmo mencatat sejarah sebagai pelopor teknologi konstruksi di […]

  • GP Alwashliyah Dukung Sikap Tegas Kepala BP BUMN Dony Oskaria: Desak PT PP Jalankan Restrukturisasi Tanpa Mengorbankan Karyawan

    GP Alwashliyah Dukung Sikap Tegas Kepala BP BUMN Dony Oskaria: Desak PT PP Jalankan Restrukturisasi Tanpa Mengorbankan Karyawan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 224
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — 26 Juli 2026 Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah (PP GPA) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, terkait penataan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). PP GPA mendesak manajemen PT PP (Persero) Tbk untuk menyelaraskan kebijakan internalnya dengan komitmen […]

  • Kepala Adat Soroti Dugaan Penimbunan Anak Sungai di Wilayah Adat Muara Malungai

    Kepala Adat Soroti Dugaan Penimbunan Anak Sungai di Wilayah Adat Muara Malungai

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle usupriyadi.tim
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Barito selatan, (DUASATUNEWS.COM) — Kondisi lingkungan di wilayah adat Muara Malungai, Desa Bintang Ara, Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, menjadi perhatian masyarakat adat menyusul dugaan kerusakan dan penimbunan alur sungai yang diduga berkaitan dengan aktivitas pembukaan lahan dan pertambangan batu bara PT MUTU. Hal tersebut disampaikan Pak Sabtu, yang juga dikenal sebagai Bapak […]

expand_less