Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kemunduran Demokrasi Indonesia dan Krisis Substansi

Kemunduran Demokrasi Indonesia dan Krisis Substansi

  • account_circle Penulis: Eni Samayati
  • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
  • visibility 799
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (duasatunews.com) — Kemunduran demokrasi Indonesia tidak muncul secara tiba-tiba. Sebaliknya, kekuasaan melemahkannya secara perlahan melalui kebijakan elitis, manipulasi hukum, dan pembatasan kritik publik. Di satu sisi, negara masih menggelar pemilu dan mempertahankan lembaga formal. Namun di sisi lain, praktik politik sehari-hari terus menggerus substansi demokrasi.

Sejak awal, demokrasi menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Melalui sistem ini, warga memperoleh hak memilih, mengkritik, dan mengawasi pemerintahan. Akan tetapi, realitas politik mutakhir menunjukkan hal berbeda. Kini, elite mendominasi arah kebijakan dan mengambil keputusan strategis tanpa partisipasi publik yang bermakna.

Partisipasi Publik Kehilangan Daya

Dalam praktiknya, penguasa sering membatasi partisipasi rakyat pada tahapan prosedural. Memang, pemilu memberi ruang memilih. Namun, proses tersebut tidak membuka ruang menentukan. Akibatnya, demokrasi kehilangan daya hidup dan berubah menjadi mekanisme administratif yang kaku.

Kritik Ditekan, Ruang Bicara Menyempit

Lebih jauh, penguasa kerap memandang kritik sebagai gangguan stabilitas. Dalam kondisi ini, aparat menekan suara berbeda, sementara pejabat menghindari akuntabilitas. Dengan demikian, kemunduran demokrasi Indonesia berjalan seiring melemahnya perlindungan terhadap kebebasan berpendapat.

Hukum Mengabdi pada Kekuasaan

Di sisi lain, penegak hukum menerapkan aturan secara timpang. Dalam banyak kasus, mereka bertindak tegas terhadap warga kecil. Sebaliknya, mereka bersikap lunak kepada elite berkuasa. Karena ketimpangan tersebut, prinsip kesetaraan kehilangan makna dan hukum berubah menjadi alat kepentingan politik.

Apatisme Menjadi Alarm Bahaya

Sebagai konsekuensi, kondisi ini mendorong masyarakat menjauh dari proses politik. Ketika janji diingkari, korupsi berulang, dan keadilan sulit dirasakan, apatisme tumbuh. Pada titik itu, rakyat memilih diam dan kekuasaan bergerak tanpa pengawasan.

Pada akhirnya, kemunduran demokrasi Indonesia bukan sekadar persoalan sistem. Lebih dari itu, ia mencerminkan krisis keberanian. Oleh karena itu, demokrasi membutuhkan pemimpin yang mau mendengar, institusi yang tetap independen, dan warga yang berani bersuara. Tanpa keberanian kolektif tersebut, demokrasi hanya akan hidup sebagai istilah, tetapi mati dalam praktik bernegara.

Penulis: Eni Samayati

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Depan Presiden Prabowo, Mentan Amran Akui Kerap Jual Nama Jaksa Agung: 192 Pejabat Dicopot

    Di Depan Presiden Prabowo, Mentan Amran Akui Kerap Jual Nama Jaksa Agung: 192 Pejabat Dicopot

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 678
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Penertiban di sektor pertanian kembali mengemuka ke ruang publik. Kali ini, perhatian tertuju pada pernyataan Menteri Pertanian yang mengaku kerap menyebut nama pejabat penegak hukum saat pengawasan lapangan. Karena menyangkut distribusi pangan dan pupuk, isu ini langsung berdampak pada kepentingan petani dan konsumen. Di sisi lain, pemerintah tengah mendorong percepatan swasembada pangan. Karena […]

  • Anton Timbang Aspal Buton saat bertemu Presiden Prabowo di Istana Merdeka memperjuangkan hilirisasi Aspal Buton sebagai Proyek Strategis Nasional

    Rahman, Mahasiswa Asal Sultra: Perjuangan Anton Timbang Membawa Aspal Buton ke Tingkat Nasional Patut Diapresiasi

    • calendar_month Minggu, 2 Agt 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 254
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Rahman, salah satu mahasiswa asal Sulawesi Tenggara yang sedang menempuh pendidikan Strata Satu (S1) di Jakarta, menyampaikan apresiasi kepada Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulawesi Tenggara, Anton Timbang, atas komitmennya memperjuangkan Aspal Buton agar menjadi komoditas strategis di tingkat nasional. Apresiasi tersebut disampaikan menyusul langkah Anton Timbang yang mengusulkan hilirisasi Aspal […]

  • Delcy Rodriguez Resmi Dilantik Jadi Presiden Venezuela Usai Maduro Diculik AS

    Delcy Rodriguez Resmi Dilantik Jadi Presiden Venezuela Usai Maduro Diculik AS

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 689
    • 0Komentar

    Jakarta, DuaSatuNews.com — Delcy Rodriguez resmi menjabat sebagai Presiden Venezuela setelah pasukan Amerika Serikat menangkap Presiden Nicolás Maduro dalam operasi militer pada akhir pekan lalu. Akibatnya, situasi politik Venezuela langsung memanas dan memicu perhatian luas dari komunitas internasional. Selain itu, perkembangan ini kembali menyorot krisis politik Amerika Latin yang terus memengaruhi stabilitas kawasan. Pelantikan Presiden […]

  • Jampidsus Kejagung Geledah Kantor Kementerian Kehutana

    Jampidsus Kejagung Geledah Kantor Kementerian Kehutana

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 645
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Penyidikan dugaan korupsi izin usaha pertambangan (IUP) nikel di Konawe Utara mulai menyentuh kementerian teknis. Langkah ini menimbulkan kekhawatiran publik atas lemahnya pengawasan negara terhadap pengelolaan kawasan hutan dan tambang. Kasus ini mencuat saat aktivitas pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara terus meluas. Konawe Utara menjadi salah satu wilayah dengan tekanan lingkungan tinggi. Di […]

  • DKPP KPU Konawe Utara sidang pelanggaran dana hibah

    Terbukti Terima Uang 5 Komisioner KPU Konut Disanksi DKPP

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 550
    • 0Komentar

    Kendari (duasatunews.com) – DKPP KPU Konawe Utara menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada lima komisioner karena menerima uang dari dana hibah Pilkada 2024 yang terkait kasus korupsi. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu membacakan putusan perkara nomor 1-PKE-DKPP/I/2026 dalam sidang di ruang DKPP, Senin (6/4). Ketua KPU Konawe Utara Abdul Makmur bersama Edison Peokodoh, Eka Dwiyastuti Liambo, Naim, […]

  • Revisi UU Pemilu DPR Mulai Dibahas Komisi II

    Revisi UU Pemilu DPR Mulai Dibahas Komisi II

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 695
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Revisi UU Pemilu DPR mulai dibahas Komisi II DPR RI melalui rapat untuk menyerap masukan publik. DPR memasukkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) Prioritas 2026. Oleh karena itu, Komisi II membuka dialog luas dengan akademisi dan lembaga kajian […]

expand_less