Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kemunduran Demokrasi Indonesia dan Krisis Substansi

Kemunduran Demokrasi Indonesia dan Krisis Substansi

  • account_circle Penulis: Eni Samayati
  • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
  • visibility 378
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (duasatunews.com) — Kemunduran demokrasi Indonesia tidak muncul secara tiba-tiba. Sebaliknya, kekuasaan melemahkannya secara perlahan melalui kebijakan elitis, manipulasi hukum, dan pembatasan kritik publik. Di satu sisi, negara masih menggelar pemilu dan mempertahankan lembaga formal. Namun di sisi lain, praktik politik sehari-hari terus menggerus substansi demokrasi.

Sejak awal, demokrasi menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Melalui sistem ini, warga memperoleh hak memilih, mengkritik, dan mengawasi pemerintahan. Akan tetapi, realitas politik mutakhir menunjukkan hal berbeda. Kini, elite mendominasi arah kebijakan dan mengambil keputusan strategis tanpa partisipasi publik yang bermakna.

Partisipasi Publik Kehilangan Daya

Dalam praktiknya, penguasa sering membatasi partisipasi rakyat pada tahapan prosedural. Memang, pemilu memberi ruang memilih. Namun, proses tersebut tidak membuka ruang menentukan. Akibatnya, demokrasi kehilangan daya hidup dan berubah menjadi mekanisme administratif yang kaku.

Kritik Ditekan, Ruang Bicara Menyempit

Lebih jauh, penguasa kerap memandang kritik sebagai gangguan stabilitas. Dalam kondisi ini, aparat menekan suara berbeda, sementara pejabat menghindari akuntabilitas. Dengan demikian, kemunduran demokrasi Indonesia berjalan seiring melemahnya perlindungan terhadap kebebasan berpendapat.

Hukum Mengabdi pada Kekuasaan

Di sisi lain, penegak hukum menerapkan aturan secara timpang. Dalam banyak kasus, mereka bertindak tegas terhadap warga kecil. Sebaliknya, mereka bersikap lunak kepada elite berkuasa. Karena ketimpangan tersebut, prinsip kesetaraan kehilangan makna dan hukum berubah menjadi alat kepentingan politik.

Apatisme Menjadi Alarm Bahaya

Sebagai konsekuensi, kondisi ini mendorong masyarakat menjauh dari proses politik. Ketika janji diingkari, korupsi berulang, dan keadilan sulit dirasakan, apatisme tumbuh. Pada titik itu, rakyat memilih diam dan kekuasaan bergerak tanpa pengawasan.

Pada akhirnya, kemunduran demokrasi Indonesia bukan sekadar persoalan sistem. Lebih dari itu, ia mencerminkan krisis keberanian. Oleh karena itu, demokrasi membutuhkan pemimpin yang mau mendengar, institusi yang tetap independen, dan warga yang berani bersuara. Tanpa keberanian kolektif tersebut, demokrasi hanya akan hidup sebagai istilah, tetapi mati dalam praktik bernegara.

Penulis: Eni Samayati

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • HP Pimpinan KPK Disorot, MAKI Minta Dibuka Terkait Yaqut

    HP Pimpinan KPK Disorot, MAKI Minta Dibuka Terkait Yaqut

    • calendar_month 16 jam yang lalu
    • account_circle Reski
    • visibility 63
    • 0Komentar

    Jakarta,(dmuasatunews.com)//HP pimpinan KPK jadi sorotan setelah Koordinator MAKI, Boyamin Saiman, mendesak Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa ponsel para pimpinan. Ia menyampaikan usulan tersebut saat menjalani klarifikasi terkait polemik penahanan Yaqut Cholil Qoumas. Menurut Boyamin, pembukaan data komunikasi pimpinan penting untuk memastikan tidak ada intervensi dalam pengambilan keputusan. Selain itu, transparansi dinilai penting agar […]

  • Yaqut penuhi panggilan KPK terkait kasus kuota haji 2024 di Gedung Merah Putih

    Yaqut Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 111
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Yaqut penuhi panggilan KPK dengan mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi pada Kamis (12/3/2026). Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas itu datang untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi kuota haji 2024. Yaqut mengenakan kemeja putih, jaket, dan peci hitam saat tiba di kantor KPK. Ia datang bersama sejumlah […]

  • DKPP KPU Konawe Utara sidang pelanggaran dana hibah

    Terbukti Terima Uang 5 Komisioner KPU Konut Disanksi DKPP

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 218
    • 0Komentar

    Kendari (duasatunews.com) – DKPP KPU Konawe Utara menjatuhkan sanksi peringatan keras kepada lima komisioner karena menerima uang dari dana hibah Pilkada 2024 yang terkait kasus korupsi. Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu membacakan putusan perkara nomor 1-PKE-DKPP/I/2026 dalam sidang di ruang DKPP, Senin (6/4). Ketua KPU Konawe Utara Abdul Makmur bersama Edison Peokodoh, Eka Dwiyastuti Liambo, Naim, […]

  • demo mahasiswa Konawe di depan DPP Gerindra Jakarta

    Mahasiswa & AMP; Pemuda Geruduk DPP Gerindra, Desak Pemecatan Jemi Safrul Imran

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 495
    • 0Komentar

    Jakarta, DuaSatuNews.com – Puluhan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat Konawe menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Selasa (3/12/2025). Massa mendesak pimpinan partai menjatuhkan sanksi tegas kepada kader Partai Gerindra, Jemi Safrul Imran, yang mereka duga melanggar etika dan disiplin kepartaian. Dalam aksi tersebut, para peserta membawa spanduk dan membacakan pernyataan sikap yang […]

  • kapal tanker minyak dalam rantai logistik energi

    Emiten Logistik Energi Diuntungkan Eskalasi Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 213
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Emiten logistik energi berada pada posisi menguntungkan seiring pengetatan pasokan minyak global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Ketegangan geopolitik tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar atas kelancaran distribusi minyak dunia dan mendorong perubahan strategi logistik energi. Head of Research PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia Muhammad Wafi mengatakan eskalasi konflik meningkatkan risiko gangguan […]

  • Anton Timbang Sultra dalam kegiatan organisasi KADIN

    Anton Timbang Dinilai sebagai Salah Satu Kader Terbaik Sulawesi Tenggara

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Admin 21
    • visibility 513
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Anton Timbang Sultra terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendorong kemajuan daerah. Melalui kiprah organisasi dan kerja nyata di lapangan, ia berkontribusi langsung pada pembangunan ekonomi, sosial, dan penguatan kelembagaan, khususnya di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tenggara. Anton Timbang memegang teguh nilai pengabdian, integritas, dan kepemimpinan. Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan […]

expand_less