Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kemunduran Demokrasi Indonesia dan Krisis Substansi

Kemunduran Demokrasi Indonesia dan Krisis Substansi

  • account_circle Penulis: Eni Samayati
  • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
  • visibility 772
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (duasatunews.com) — Kemunduran demokrasi Indonesia tidak muncul secara tiba-tiba. Sebaliknya, kekuasaan melemahkannya secara perlahan melalui kebijakan elitis, manipulasi hukum, dan pembatasan kritik publik. Di satu sisi, negara masih menggelar pemilu dan mempertahankan lembaga formal. Namun di sisi lain, praktik politik sehari-hari terus menggerus substansi demokrasi.

Sejak awal, demokrasi menempatkan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi. Melalui sistem ini, warga memperoleh hak memilih, mengkritik, dan mengawasi pemerintahan. Akan tetapi, realitas politik mutakhir menunjukkan hal berbeda. Kini, elite mendominasi arah kebijakan dan mengambil keputusan strategis tanpa partisipasi publik yang bermakna.

Partisipasi Publik Kehilangan Daya

Dalam praktiknya, penguasa sering membatasi partisipasi rakyat pada tahapan prosedural. Memang, pemilu memberi ruang memilih. Namun, proses tersebut tidak membuka ruang menentukan. Akibatnya, demokrasi kehilangan daya hidup dan berubah menjadi mekanisme administratif yang kaku.

Kritik Ditekan, Ruang Bicara Menyempit

Lebih jauh, penguasa kerap memandang kritik sebagai gangguan stabilitas. Dalam kondisi ini, aparat menekan suara berbeda, sementara pejabat menghindari akuntabilitas. Dengan demikian, kemunduran demokrasi Indonesia berjalan seiring melemahnya perlindungan terhadap kebebasan berpendapat.

Hukum Mengabdi pada Kekuasaan

Di sisi lain, penegak hukum menerapkan aturan secara timpang. Dalam banyak kasus, mereka bertindak tegas terhadap warga kecil. Sebaliknya, mereka bersikap lunak kepada elite berkuasa. Karena ketimpangan tersebut, prinsip kesetaraan kehilangan makna dan hukum berubah menjadi alat kepentingan politik.

Apatisme Menjadi Alarm Bahaya

Sebagai konsekuensi, kondisi ini mendorong masyarakat menjauh dari proses politik. Ketika janji diingkari, korupsi berulang, dan keadilan sulit dirasakan, apatisme tumbuh. Pada titik itu, rakyat memilih diam dan kekuasaan bergerak tanpa pengawasan.

Pada akhirnya, kemunduran demokrasi Indonesia bukan sekadar persoalan sistem. Lebih dari itu, ia mencerminkan krisis keberanian. Oleh karena itu, demokrasi membutuhkan pemimpin yang mau mendengar, institusi yang tetap independen, dan warga yang berani bersuara. Tanpa keberanian kolektif tersebut, demokrasi hanya akan hidup sebagai istilah, tetapi mati dalam praktik bernegara.

Penulis: Eni Samayati

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menpora Dorong Fasilitas Olahraga di Sekolah Rakyat dan Garuda

    Menpora Dorong Fasilitas Olahraga di Sekolah Rakyat dan Garuda

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 587
    • 0Komentar

    Fasilitas olahraga sekolah menjadi salah satu isu penting dalam pengembangan pendidikan nasional. Pemerintah mendorong agar sekolah tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar akademik, tetapi juga sebagai pusat pembinaan kesehatan dan karakter generasi muda. Jakarta, duasatunews.com — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mendorong penyediaan fasilitas olahraga di Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda. Ia menilai sarana […]

  • Menteri Keuangan menjelaskan strategi subsidi BBM dalam menjaga inflasi April tetap stabil

    Inflasi April Tetap Rendah, Subsidi BBM Jadi Tameng Kenaikan Harga

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com) — Inflasi April tetap stabil meski tekanan global meningkat. Pemerintah mempertahankan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menahan kenaikan harga energi dan menjaga daya beli masyarakat. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah menahan harga BBM bersubsidi untuk meredam tekanan harga. Ia juga menekankan bahwa pemerintah mengantisipasi dampak lanjutan agar kenaikan harga tidak […]

  • emas batangan sebagai instrumen investasi jangka panjang

    Strategi Investasi Emas untuk Keuangan Jangka Panjang

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 538
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Banyak orang kini menyadari pentingnya investasi untuk menjaga kestabilan keuangan jangka panjang. Dari berbagai pilihan yang ada, emas menarik minat luas karena investor mudah memahaminya dan menilainya relatif aman. Selain itu, masyarakat dapat membeli emas dalam bentuk fisik maupun digital dengan nominal terjangkau. Namun, investor tidak bisa sekadar membeli emas lalu menyimpannya. […]

  • Pesawat ATR Hilang Maros, Tiga Pegawai KKP di Dalamnya

    Pesawat ATR Hilang Maros, Tiga Pegawai KKP di Dalamnya

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 547
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pesawat ATR hilang Maros pada Sabtu (17/1) saat menjalani penerbangan menuju Makassar. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan tiga pegawainya menjadi penumpang pesawat ATR milik Indonesia Air Transport (IAT). Hingga Sabtu malam, tim SAR gabungan terus melakukan pencarian secara intensif.(Baca juga: https://duasatunews.com/category/nasional) Menteri KKP Tanggapi Pesawat ATR Hilang Maros Menteri Kelautan dan […]

  • pemeriksaan Dito Ariotedjo oleh KPK

    Pemeriksaan Dito Ariotedjo oleh KPK Fokus Kunjungan Arab Saudi

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 661
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pemeriksaan Dito Ariotedjo oleh KPK menarik perhatian publik. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga itu memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji 2023–2024 di Kementerian Agama.(Baca juga laporan nasional lainnya di kanal Nasional: https://duasatunews.com/category/nasional) Pemeriksaan Dito Ariotedjo oleh KPK Bahas Kunjungan Arab Saudi […]

  • Rapat DPRD dalam sistem pilkada melalui DPRD

    Pilkada Melalui DPRD Dinilai KPK Lebih Rentan Korupsi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 421
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pilkada melalui DPRD dinilai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lebih berisiko memicu praktik korupsi dibandingkan pemilihan kepala daerah secara langsung oleh rakyat. Menurut KPK, mekanisme ini membuka ruang transaksi kekuasaan yang lebih besar. Ketua KPK Setyo Budiyanto menyebut pemilihan kepala daerah oleh DPRD memusatkan pengambilan keputusan pada ruang-ruang terbatas. Kondisi tersebut meningkatkan peluang […]

expand_less