Renovasi Sekolah Nasional Jadi Prioritas Pemerintah Prabowo
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
- visibility 269
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com — renovasi sekolah nasional menjadi salah satu agenda utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam membenahi infrastruktur pendidikan. Pemerintah menegaskan komitmen untuk mempercepat peningkatan kualitas sarana pendidikan melalui pembenahan dan revitalisasi sekolah di berbagai daerah.
Perbaikan dan Renovasi Sekolah Jadi Agenda Utama
Presiden Prabowo menyampaikan kebijakan perbaikan sekolah saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Malang secara daring dari Sekretariat Presiden di Jakarta, Selasa. Dalam kesempatan tersebut, Presiden menyatakan pemerintah menargetkan perbaikan sekitar 60 ribu sekolah setiap tahun.
Program pembenahan sekolah ini akan berjalan secara bertahap dan berkelanjutan hingga menjangkau seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah menilai percepatan perbaikan gedung sekolah penting untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan mendukung proses pendidikan.
Revitalisasi Sarana Pendidikan Ditargetkan Empat Tahun
Berdasarkan data pemerintah, Indonesia saat ini memiliki sekitar 300 ribu sekolah. Oleh karena itu, Presiden menargetkan proses revitalisasi sarana pendidikan dapat diselesaikan dalam kurun waktu empat tahun ke depan.
Presiden menegaskan negara tidak boleh membiarkan peserta didik belajar di bangunan yang tidak memadai. Menurutnya, peningkatan kualitas sarana pendidikan merupakan bagian dari tanggung jawab negara dalam menjamin hak dasar warga negara.
Pembenahan Sekolah Perkuat Pembangunan SDM
Selain perbaikan fisik bangunan, pemerintah juga memperkuat mutu pembelajaran dan lingkungan pendidikan. Presiden menilai sektor pendidikan memiliki peran strategis dalam pembangunan nasional.
Menurut Presiden, pendidikan berkontribusi langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan demokrasi, serta upaya pengentasan kemiskinan. Oleh karena itu, pemerintah memandang investasi pendidikan sebagai langkah jangka panjang bagi kemajuan bangsa.
Sekolah Unggulan Lengkapi Program Renovasi
Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo juga menyampaikan rencana menghadirkan sekolah unggulan di setiap provinsi. Pemerintah mengembangkan model SMA Taruna Nusantara sekaligus membentuk sekolah baru bernama SMA Garuda.
Presiden menargetkan pendirian sedikitnya 20 SMA Garuda guna memperluas akses pendidikan berkualitas dan mendorong pemerataan mutu pendidikan antardaerah. Kehadiran sekolah unggulan ini diharapkan melengkapi program renovasi sekolah nasional yang tengah dijalankan pemerintah secara bertahap.
Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi nasional pembangunan sumber daya manusia agar generasi muda Indonesia memiliki daya saing dan kesiapan menghadapi tantangan global.
