Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » KPK Telusuri Dugaan Benturan Kepentingan Rangkap Jabatan Kepala KPP Banjarmasin

KPK Telusuri Dugaan Benturan Kepentingan Rangkap Jabatan Kepala KPP Banjarmasin

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
  • visibility 323
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com — Dugaan benturan kepentingan di lingkungan aparat pajak kembali memicu perhatian publik. Kasus ini muncul setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menelusuri rangkap jabatan seorang pejabat pajak yang diduga beririsan dengan praktik korupsi pengajuan restitusi pajak.

Isu tersebut menyentuh kepentingan luas masyarakat karena menyangkut integritas sistem perpajakan dan potensi kebocoran penerimaan negara. Publik menilai konflik kepentingan di sektor ini berisiko melemahkan kepercayaan wajib pajak.

Alasan Isu Ini Mengemuka Saat Ini

Penyidikan kasus restitusi pajak di Kalimantan Selatan membuka fakta baru mengenai jabatan ganda pejabat pajak. Temuan ini menguatkan kekhawatiran lama soal lemahnya pengawasan internal terhadap aparatur negara yang memiliki relasi bisnis dengan sektor yang mereka awasi.

Kasus ini mengemuka di tengah dorongan reformasi tata kelola pajak dan tuntutan transparansi penggunaan uang negara.

KPK Dalami Peran Rangkap Jabatan

Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) saat ini menelusuri dugaan benturan kepentingan yang melibatkan Mulyono, mantan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan penyidik fokus menilai apakah rangkap jabatan tersebut berkaitan langsung dengan tindak pidana korupsi. Penyidik juga menguji kemungkinan jabatan ganda itu mempermudah pengaturan nilai pajak dalam proses restitusi.

“Kami mendalami apakah rangkap jabatan tersebut menjadi sarana terjadinya korupsi atau bentuk benturan kepentingan yang memenuhi unsur pidana,” kata Budi dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Soal Etik ASN Diserahkan ke Kementerian Keuangan

Terkait dugaan pelanggaran etik aparatur sipil negara, KPK menyerahkan penanganannya kepada Kementerian Keuangan (Kementerian Keuangan). Budi menegaskan kementerian memiliki kewenangan untuk menilai kepatuhan ASN terhadap aturan rangkap jabatan di perusahaan swasta.

Menurut KPK, mekanisme pengawasan internal kementerian berperan penting mencegah konflik kepentingan sejak awal.

Kritik Publik terhadap Lemahnya Pengawasan

Kasus ini menuai kritik dari masyarakat sipil dan pemerhati kebijakan fiskal. Mereka menilai rangkap jabatan pejabat pajak membuka ruang konflik kepentingan, terutama ketika pejabat tersebut berhubungan langsung dengan sektor usaha yang menjadi objek pengawasan pajak.

Publik juga mempertanyakan efektivitas sistem pengawasan internal karena kasus ini baru terungkap setelah aparat penegak hukum melakukan operasi tangkap tangan.

Potensi Dampak bagi Tata Kelola Pajak Daerah

KPK sebelumnya melakukan operasi tangkap tangan pada 4 Februari 2026 di lingkungan KPP Madya Banjarmasin. Dalam operasi tersebut, penyidik menangkap Mulyono bersama pihak swasta yang terlibat dalam pengurusan restitusi pajak pertambahan nilai sektor perkebunan kelapa sawit.

Sehari kemudian, KPK menetapkan tiga tersangka, yakni Mulyono, pegawai pajak Dian Jaya Demega, serta Manajer Keuangan PT Buana Karya Bhakti Venasius Jenarus Genggor.

Kasus ini berpotensi memengaruhi kepercayaan wajib pajak di daerah serta mendorong evaluasi menyeluruh terhadap pengawasan pejabat pajak. Jika pembenahan tidak berjalan serius, praktik serupa berisiko terulang.

Penyidikan Berlanjut

KPK memastikan penyidikan masih berjalan dan membuka peluang pengembangan perkara. Lembaga antirasuah itu meminta publik mengikuti proses hukum secara objektif, sembari mendorong perbaikan sistem agar konflik kepentingan tidak kembali mencederai tata kelola perpajakan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jokowi bersama warga saat kirab budaya

    Jokowi kirab budaya PSI di Tegal, Libatkan Warga dan UMKM

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 449
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Jokowi kirab budaya bersama masyarakat dalam kegiatan yang digelar Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Tegal, Jawa Tengah, pada hari ini. Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo hadir langsung dan membaur dengan warga yang mengikuti rangkaian acara sejak awal hingga pembukaan. Jokowi mengenakan kemeja putih dan berjalan bersama masyarakat di sepanjang rute kirab. […]

  • Pertemuan Prabowo dan lima pengusaha nasional di Padepokan Garudayaksa Hambalang

    Pertemuan Prabowo dan Lima Pengusaha Nasional di Hambalang

    • calendar_month Rabu, 11 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 492
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Pertemuan Prabowo dan Lima Pengusaha Nasional berlangsung di Padepokan Garudayaksa, Hambalang, Bogor, Selasa (10/2) malam. Presiden Prabowo Subianto menerima lima tokoh bisnis nasional dan memimpin diskusi selama empat jam. Selain memperkuat silaturahmi, Presiden mengarahkan pembahasan pada strategi penguatan ekonomi nasional. Lima pengusaha yang hadir yakni Anthony Salim, Garibaldi Thohir, Franky Widjaja, Prajogo […]

  • Pelantikan Direktur Utama LPUK Kemenpora oleh Erick Thohir

    Direktur Utama LPUK Kemenpora Resmi Dijabat Gustri Oktaviandi

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 344
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Direktur Utama LPUK Kemenpora Muhammad Gustri Oktaviandi resmi menjabat setelah Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir melantiknya di Jakarta, Rabu. Pelantikan ini sekaligus menjadi langkah penting untuk memperkuat pengelolaan usaha dan aset olahraga nasional. Selain itu, Menpora melantik Gustri bersamaan dengan sejumlah pejabat lain di lingkungan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Dalam […]

  • akses keadilan hukum bagi masyarakat kecil di Indonesia

    Hukum yang Seharusnya Melindungi Rakyat, Kini Menjadi Labirin Mahal dan Rumit

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Muh. Siswandi,. S.H
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Akses keadilan hukum masih menjadi persoalan mendasar bagi masyarakat Indonesia. Sistem hukum yang seharusnya melindungi warga justru sering membebani rakyat kecil melalui biaya tinggi, prosedur berlapis, dan proses panjang yang sulit mereka jangkau. Kondisi ini membuat banyak warga mengurungkan niat membawa persoalan ke ranah hukum. Ketimpangan Penegakan Hukum Kian Terlihat Isu ini […]

  • aksi mahasiswa tuntut asrama mahasiswa Sultra Jakarta

    Wakil BEM UIC Mendukung Penyegelan Kantor Perwakilan SULTRA

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 394
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com – Ratusan mahasiswa menuntut asrama mahasiswa Sultra Jakarta dengan memboikot Kantor Penghubung Sulawesi Tenggara di Ibu Kota. Aksi ini muncul karena pemerintah daerah belum merealisasikan fasilitas hunian bagi mahasiswa Sultra yang melanjutkan pendidikan di Jakarta. Koordinator aksi, Feny Tri Indah Kasim, menyatakan mahasiswa merasa kecewa dengan sikap pemerintah daerah. Ia menilai pemerintah belum menunjukkan […]

  • Seskab Teddy Mensos Sekolah Rakyat Bansos rapat di Jakarta

    Seskab Teddy dan Mensos bahas Sekolah Rakyat hingga bansos

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 413
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) –  Seskab Teddy bansos menjadi fokus dalam pertemuan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Senin (6/4). Pertemuan ini membahas peningkatan akurasi penyaluran bantuan sosial sekaligus perkembangan program Sekolah Rakyat. Pertemuan berlangsung di Kantor Sekretariat Kabinet. Kedua pihak menekankan pentingnya penguatan pendidikan dan ketepatan distribusi bansos. Selain itu, pemerintah menggunakan […]

expand_less