Breaking News
light_mode
Beranda » Internasional » Ramadhan Tiba, Warga Afghanistan Terjepit Kenaikan Harga dan Tekanan Sanksi

Ramadhan Tiba, Warga Afghanistan Terjepit Kenaikan Harga dan Tekanan Sanksi

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
  • visibility 222
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,Duasatunews.com – Menjelang bulan suci Ramadhan, warga Afghanistan menghadapi tekanan ekonomi yang kian berat. Kenaikan harga kebutuhan pokok, rendahnya daya beli, serta dampak berkepanjangan sanksi internasional membuat banyak keluarga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar selama puasa.

Di pasar-pasar tradisional pascaperang, para pedagang kecil merasakan langsung dampak kondisi tersebut. Mohammad Reza (35), pemilik toko kebutuhan harian, mengatakan harga bahan pangan terus naik menjelang Ramadhan dan membebani masyarakat berpenghasilan rendah.

“Kondisi ekonomi kami sangat sulit. Setiap Ramadhan tiba, harga barang justru melonjak dan memberatkan warga,” kata Reza.

Ramadhan di Afghanistan diperkirakan dimulai pada Rabu atau Kamis, bergantung pada penampakan bulan. Menyambut bulan puasa, masyarakat mulai membeli beras, minyak goreng, kurma, dan kebutuhan berbuka puasa lainnya. Namun, keterbatasan pendapatan memaksa banyak keluarga mengurangi belanja.

Reza yang menanggung lima anggota keluarga mengaku lonjakan harga beras menjadi beban utama. Ia menyebut, beberapa bulan lalu pedagang menjual beras 21 kilogram seharga 2.900 hingga 3.000 afghani. Kini, harga tersebut naik menjadi 4.000 hingga 4.500 afghani.

Warga lain di Kabul merasakan tekanan serupa. Safiullah Rahimi menilai melemahnya pasar tenaga kerja langsung menekan pendapatan rumah tangga. “Pendapatan kami turun, sementara harga kebutuhan terus naik, bahkan untuk bahan pangan sederhana,” ujarnya.

Banyak warga menuding sanksi ekonomi yang diberlakukan Amerika Serikat memperburuk kondisi ekonomi nasional. Mereka menilai kebijakan tersebut menghambat pemulihan pascaperang dan memperluas kemiskinan.

Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkuat kekhawatiran itu. PBB mencatat sekitar 17,4 juta penduduk Afghanistan berpotensi mengalami kerawanan pangan parah pada 2026. Jumlah tersebut setara lebih dari sepertiga populasi dan menunjukkan krisis pangan yang serius.

Meski menghadapi tekanan ekonomi, masyarakat Afghanistan tetap berupaya menyambut Ramadhan dengan kesederhanaan. Namun, tanpa perbaikan ekonomi yang nyata, banyak keluarga menjalani bulan suci tahun ini dengan kekhawatiran terhadap kecukupan pangan dan masa depan mereka.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Irwan Tajuddin dan Dedu Purnomo Terpilih Jadi Punggawa Baru KKTS

    Irwan Tajuddin dan Dedu Purnomo Terpilih Jadi Punggawa Baru KKTS

    • calendar_month Sabtu, 12 Jul 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 1.041
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Musyawarah Besar (Mubes) Kerukunan Keluarga Tolaki Samaturu (KKTS) secara resmi memilih pimpinan baru KKTS pada Sabtu, 12 Juli 2025. Panitia menggelar Mubes nasional ini di Gedung Kosek IKN, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, dan menghadirkan perwakilan masyarakat Tolaki dari berbagai daerah. Peserta Mubes secara mufakat menetapkan Irwan Tajuddin dan Dedu Purnomo sebagai pimpinan […]

  • inovasi gadget 2023 wearable pintar

    Next-Gen Consoles and Accessories for the Ultimate Experience

    • calendar_month Minggu, 7 Jan 2024
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 489
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Gadget pintar masa depan menjadi simbol bagaimana teknologi modern semakin menyatu dengan kehidupan manusia melalui wearable cerdas, smart home berbasis AI, dan inovasi ramah lingkungan. Saat ini, teknologi tidak lagi berdiri sebagai alat bantu semata. Sebaliknya, teknologi aktif membentuk cara manusia bekerja, beristirahat, dan berinteraksi. Selain itu, perkembangan gadget menghadirkan pengalaman yang […]

  • Duit Di Rekening Auto Ludes, Kenali Modus Maling M-Banking

    Duit Di Rekening Auto Ludes, Kenali Modus Maling M-Banking

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 322
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Masyarakat kini semakin sering menggunakan fitur mobile banking (m-Banking) untuk bertransaksi secara daring. Layanan ini memudahkan nasabah melakukan transaksi kapan saja dan di mana saja selama terhubung dengan internet. Namun, pelaku kejahatan siber juga memanfaatkan perkembangan teknologi tersebut untuk melancarkan aksi penipuan. Mereka menyasar kelengahan nasabah guna mencuri data pribadi dan menguras […]

  • Prabowo panggil Airlangga ke Istana bahas efisiensi anggaran

    Prabowo Panggil Airlangga ke Istana Bahas Efisiensi

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 131
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Prabowo panggil Airlangga ke Istana bersama sejumlah menteri ekonomi untuk membahas efisiensi anggaran pemerintah. Presiden Prabowo Subianto mengundang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani ke Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis sore. Pertemuan ini berlangsung dalam rapat terbatas. Selain itu, pemerintah […]

  • Richard Lee ditahan Polda Metro Jaya

    Richard Lee Ditahan Polda Metro Jaya

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 109
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Penyidik Polda Metro Jaya menahan Richard Lee setelah polisi menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran perlindungan konsumen. Laporan dari Samira Farahnaz alias Dokter Detektif (Doktif) memicu penyelidikan kasus ini. Pantauan di Polda Metro Jaya pada Jumat (6/3/2026) malam memperlihatkan Richard Lee keluar dari Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) setelah menjalani […]

  • Izin tambang PT AJS Wawonii masih tahap WIUP

    ESDM Sultra Pastikan Izin Tambang di Wawonii Masih Tahap Wilayah, Belum Ada Produksi

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 300
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Sulawesi Tenggara (ESDM Sultra) menegaskan bahwa perizinan pertambangan PT Adnan Jaya Sekawan (AJS) di Pulau Wawonii belum memasuki tahap kegiatan tambang. ESDM Sultra mencatat izin yang ada baru berupa Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) untuk komoditas batuan diorit. Izin tersebut belum mencakup tahap eksplorasi maupun operasi […]

expand_less