JK Ragukan Peran Prabowo sebagai Mediator Konflik AS–Israel dan Iran
- account_circle Rahman
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
- visibility 211
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memberikan keterangan kepada awak media di Jakarta, Minggu (1/3/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Duasatunews.com) — Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla meragukan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi mediator konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Ia menilai posisi Indonesia belum cukup kuat untuk memainkan peran tersebut.
JK menyampaikan pandangan itu di Jakarta, Minggu (1/3). Ia menilai hubungan Indonesia dan Amerika Serikat belum setara, terutama setelah kesepakatan dagang resiprokal yang dinilainya merugikan Indonesia.
“Dalam urusan dagang saja kita tidak setara. Bagaimana kita bisa mendamaikan pihak-pihak yang kekuatannya jauh lebih besar?” ujar JK.
Meski begitu, JK mengakui niat Prabowo patut diapresiasi. Ia menyebut upaya tersebut sebagai langkah baik dari sisi moral dan diplomasi. Namun, menurutnya, konflik AS, Israel, dan Iran memiliki skala dan dampak global yang jauh lebih kompleks.
JK juga menyinggung konflik Israel dan Palestina yang belum terselesaikan hingga kini. Ia menilai sikap Amerika Serikat sangat menentukan arah konflik di kawasan Timur Tengah.
Ketegangan meningkat setelah Israel menyerang Iran pada 28 Februari 2026. Tak lama kemudian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan dimulainya operasi militer besar-besaran di Iran.
Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel menghantam Teheran dan wilayah sekitar kediaman Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Iran kemudian membalas dengan serangan roket ke Israel serta sejumlah target di Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain.
Di tengah eskalasi konflik, Kementerian Luar Negeri RI menyatakan Presiden Prabowo siap berkunjung ke Iran. Pemerintah berharap dialog langsung dapat meredakan ketegangan dan memulihkan stabilitas kawasan.
Pada 1 Maret 2026, pemerintah Iran mengumumkan wafatnya Ali Khamenei. Otoritas setempat menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan meliburkan aktivitas kerja selama satu pekan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: DUASATUNEWS.COM

Saat ini belum ada komentar