IDF Serang Teheran dan Targetkan Kantor Pejabat Tinggi Iran
- account_circle adrian moita
- calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
- visibility 164
- comment 0 komentar
- print Cetak

Asap tebal membubung di atas kawasan perkotaan pada malam hari setelah serangan udara dalam eskalasi konflik di Timur Tengah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TEHERAN, (duasatunews.com)– IDF serang Teheran dengan menargetkan kantor pejabat tertinggi Iran sejak Senin malam hingga Selasa, 2–3 Maret 2026. Angkatan Udara Israel menggempur sejumlah gedung pemerintah di pusat ibu kota Iran dalam operasi militer yang mereka klaim berbasis informasi intelijen.
Pasukan Israel Defense Forces mengerahkan jet tempur untuk menghantam fasilitas di kompleks kepemimpinan Iran. Pilot Israel menjatuhkan amunisi ke area Kantor Presiden Iran serta gedung Dewan Keamanan Nasional Tertinggi. Militer Israel juga menghantam lokasi yang biasa para pejabat senior Iran gunakan untuk membahas kebijakan keamanan nasional.
Selain itu, IDF menyerang sekolah perwira militer Iran dan sejumlah infrastruktur yang mereka nilai strategis. Dalam pernyataan resmi, pimpinan IDF menegaskan bahwa mereka menjalankan operasi tersebut guna melemahkan struktur komando serta kapasitas pengambilan keputusan keamanan Iran.
Dampak IDF Serang Teheran
Hingga kini, pemerintah Iran belum menyampaikan tanggapan resmi terkait serangan tersebut. Otoritas Iran juga belum merilis data korban maupun rincian kerusakan di lokasi sasaran.
Langkah IDF serang Teheran memperlihatkan peningkatan eskalasi dalam konflik Israel dan Iran. Dalam beberapa pekan terakhir, kedua negara saling melancarkan aksi militer yang meningkatkan risiko konfrontasi terbuka di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah pengamat keamanan menilai operasi ini dapat memicu respons balasan dari Iran. Situasi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas regional serta meningkatkan ketidakpastian geopolitik, termasuk dampaknya terhadap jalur energi dan pasar global.
Potensi Perkembangan Lanjutan
Analis militer memperkirakan kedua pihak akan memperkuat sistem pertahanan serta kesiapan tempur dalam waktu dekat. Negara-negara di kawasan terus memantau perkembangan situasi untuk mengantisipasi perluasan konflik.
Komunitas internasional mendorong semua pihak menahan diri dan mengutamakan jalur diplomasi guna mencegah eskalasi lebih lanjut. Namun, dinamika lapangan menunjukkan ketegangan masih berada pada level tinggi.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
