Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » LAPORAN KHUSUS: GEBYAR 1 RAMADAN 1448 H DI MASJID CUT MEUTIA

LAPORAN KHUSUS: GEBYAR 1 RAMADAN 1448 H DI MASJID CUT MEUTIA

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 391
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA,Duasatunews.com – Gebyar Ramadan Cut Meutia menandai meningkatnya aktivitas ibadah dan ruang publik di Jakarta Pusat sejak malam pertama puasa. Ribuan jamaah memadati kawasan Menteng untuk berbuka bersama, memunculkan dampak sosial, ekonomi, dan pengelolaan ruang kota.

Situasi tersebut berdampak langsung pada mobilitas warga dan pengelolaan ruang sekitar. Ramadan kerap menguji kesiapan pengurus masjid dan pemerintah kota dalam mengatur keramaian tanpa mengganggu aktivitas publik lain.

Mengapa Penting di Awal Ramadan

Hari pertama puasa menjadi indikator awal pola ibadah Ramadan di Jakarta Pusat. Banyak pekerja dan pejalan kaki mengandalkan masjid sebagai tempat berbuka. Karena itu, distribusi konsumsi dan pengaturan jamaah menjadi isu penting sejak awal bulan.

Kawasan Menteng memiliki lalu lintas tinggi. Tanpa pengelolaan ketat, kegiatan massal berpotensi menimbulkan kemacetan dan penumpukan pengunjung.

Pengurus Masjid Cut Meutia menyiapkan sekitar 700 paket takjil. Panitia membagikan makanan secara langsung kepada jamaah dan warga sekitar saat azan Maghrib. Pengurus menyatakan distribusi berjalan lancar dan merata.

Panitia juga mengatur titik pembagian agar jamaah tidak berdesakan. Mereka memusatkan kegiatan di area dalam masjid dan halaman parkir.

Respons Jamaah dan Catatan Publik

Sejumlah jamaah menyambut positif kegiatan berbuka bersama ini. Mereka menilai masjid memberi akses bagi warga yang tidak sempat menyiapkan makanan.

Namun, beberapa pengunjung mengingatkan soal parkir dan arus keluar-masuk. Mereka meminta pengurus memperketat pengaturan agar tidak mengganggu jalan sekitar.

Dampak Ekonomi di Sekitar Masjid

Aktivitas berbuka turut menggerakkan ekonomi kecil. Pedagang makanan di sekitar masjid mencatat peningkatan penjualan. Banyak lapak menghabiskan dagangan dalam waktu singkat.

Fenomena ini menunjukkan efek berantai Ramadan bagi usaha mikro. Masjid berperan sebagai pemicu perputaran ekonomi lokal, terutama pada jam berbuka.

Malam pertama Ramadan di Masjid Cut Meutia memperlihatkan pertemuan antara ibadah, ruang publik, dan ekonomi warga. Kegiatan berjalan tertib, meski masih membutuhkan evaluasi pengaturan lalu lintas dan parkir. Pola ini akan menjadi acuan bagi pengelolaan kegiatan serupa sepanjang Ramadan di Jakarta Pusat.

Laporan oleh: Tonny Adam

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Cadangan minyak strategis AS dilepas untuk stabilkan harga energi

    AS Lepas Cadangan Minyak 172 Juta Barel untuk Stabilkan Harga

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Tokyo, (duasatunews.com) – AS lepas cadangan minyak sebanyak 172 juta barel dari cadangan darurat nasional mulai minggu depan. Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah ini untuk menambah pasokan energi global serta menekan kenaikan harga minyak dunia. Keputusan tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang memengaruhi stabilitas pasar energi internasional. Dengan menambah pasokan minyak ke pasar, […]

  • pembelajaran sekolah terdampak bencana di Indonesia

    Kemendikdasmen Terbitkan Kebijakan Pembelajaran bagi Sekolah Terdampak Bencana

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 375
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Bencana alam kerap mengganggu proses belajar ribuan siswa di berbagai daerah. Sekolah rusak, akses terputus, dan kondisi psikologis anak terdampak. Dalam situasi ini, negara wajib memastikan hak pendidikan tetap berjalan secara aman. Tanpa kebijakan yang jelas, penanganan pendidikan saat bencana sering bergantung pada inisiatif daerah. Akibatnya, layanan belajar tidak merata dan rawan terhenti. […]

  • Anton Timbang Sultra dalam kegiatan organisasi KADIN

    Anton Timbang Dinilai sebagai Salah Satu Kader Terbaik Sulawesi Tenggara

    • calendar_month Kamis, 1 Jan 2026
    • account_circle Admin 21
    • visibility 756
    • 1Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Anton Timbang Sultra terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendorong kemajuan daerah. Melalui kiprah organisasi dan kerja nyata di lapangan, ia berkontribusi langsung pada pembangunan ekonomi, sosial, dan penguatan kelembagaan, khususnya di Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Tenggara. Anton Timbang memegang teguh nilai pengabdian, integritas, dan kepemimpinan. Ia aktif mengikuti berbagai kegiatan […]

  • Warga Adat Maba Sangaji Divonis Penjara karena Tolak Tambang Nikel

    Warga Adat Maba Sangaji Divonis Penjara karena Tolak Tambang Nikel

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 564
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Putusan pengadilan yang memenjarakan warga adat Maba Sangaji di Halmahera Timur memicu kekhawatiran luas soal perlindungan hak sipil masyarakat adat. Vonis tersebut berdampak langsung pada ruang hidup warga yang menolak aktivitas tambang nikel di wilayah adat mereka. Kasus ini tidak berdiri sendiri. Ia mencerminkan pola penanganan konflik sumber daya alam yang kerap […]

  • ATM Mandiri pecahan Rp10.000 dan Rp20.000 di Jakarta

    ATM Mandiri Pecahan Kecil Rp10.000–Rp20.000, Ini Lokasinya

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 279
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Menjelang Hari Raya Idulfitri, Bank Mandiri menyediakan layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dengan nominal pecahan Rp10.000 dan Rp20.000. Kehadiran ATM Mandiri pecahan kecil membantu masyarakat memenuhi kebutuhan uang tunai, khususnya untuk pembagian tunjangan hari raya (THR). Bank Mandiri menghadirkan layanan ini untuk memudahkan nasabah menarik uang sesuai kebutuhan. Nasabah tidak perlu lagi […]

  • banjir Jakarta hari ini merendam permukiman warga

    Banjir Jakarta Hari Ini Rendam 80 RT dan 23 Ruas Jalan

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 467
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Hingga Kamis pukul 18.00 WIB, banjir masih menggenangi 80 rukun tetangga (RT) dan 23 ruas jala.n di Jakarta Barat, Jakarta Selatan, serta Jakarta Timur. Sejak pagi hari, hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah Ibu Kota dan memicu genangan di berbagai kawasan. Selama beberapa jam, hujan deras menaikkan debit air sungai dan menekan kapasitas […]

expand_less