Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » korupsi pengadaan EDC BRI: KPK Periksa GM Telkomsel

korupsi pengadaan EDC BRI: KPK Periksa GM Telkomsel

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • visibility 302
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (duasatunews.com)Komisi Pemberantasan Korupsi melanjutkan penyidikan kasus korupsi pengadaan EDC BRI. Kali ini, penyidik memeriksa General Manager PT Telkomsel berinisial NA sebagai saksi. Pemeriksaan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat.

Menurut Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, pemeriksaan tersebut penting untuk melengkapi alat bukti. Selain itu, penyidik ingin menggali keterangan soal dukungan teknologi dan integrasi sistem EDC. Berdasarkan catatan KPK, NA tiba pada pukul 08.36 WIB.

Nilai Proyek dan Awal Penyidikan

Sebelumnya, KPK mulai menyidik perkara ini pada 26 Juni 2025. Proyek pengadaan EDC berlangsung di lingkungan PT Bank Rakyat Indonesia atau BRI (Persero). Proyek tersebut berjalan pada periode 2020 hingga 2024.

Adapun nilai proyek mencapai Rp2,1 triliun. Dengan nilai sebesar itu, proyek ini menjadi salah satu pengadaan teknologi terbesar di sektor perbankan nasional. Karena itu, penyidik mendalami proses perencanaan hingga pelaksanaannya.

Pencegahan dan Kerugian Negara

Seiring penyidikan berjalan, KPK mengambil langkah pencegahan. Secara khusus, KPK mencegah 13 orang bepergian ke luar negeri. Langkah ini dilakukan agar proses hukum tetap berjalan efektif.

Selanjutnya, pada 1 Juli 2025, KPK mengumumkan estimasi kerugian negara. Nilainya mencapai Rp700 miliar. Dengan kata lain, kerugian tersebut setara sekitar 30 persen dari total nilai proyek. Penyidik menilai kerugian muncul akibat pengaturan pengadaan dan spesifikasi teknis.

Penetapan Tersangka

Kemudian, pada 9 Juli 2025, KPK menetapkan lima orang sebagai tersangka. Para tersangka berasal dari unsur internal BRI dan pihak swasta. Dengan demikian, penyidikan tidak hanya menyasar internal perusahaan.

Tersangka tersebut ialah mantan Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto dan mantan Direktur Digital BRI Indra Utoyo. Selain itu, KPK juga menetapkan Dedi Sunardi. Dari pihak swasta, KPK menjerat Elvizar serta Rudy Suprayudi Kartadidjaja.

Proses Hukum Berlanjut

Pada akhirnya, KPK menegaskan penyidikan korupsi pengadaan EDC BRI masih berjalan. Oleh sebab itu, penyidik membuka peluang memanggil saksi tambahan. Bahkan, KPK tidak menutup kemungkinan menetapkan tersangka baru.

Rekomendasi Untuk Anda

  • penipuan travel umrah Kendari barang bukti paspor jamaah

    Polresta Kendari Tahan Pelaku Penipuan Umrah, 144 Jamaah Rugi Hingga Rp1,8 Miliar

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 292
    • 1Komentar

    KENDARI, (Duasatunews.com) — Polresta Kendari menahan seorang pria berinisial AK (26) yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah umrah. Kasus ini menyebabkan kerugian masyarakat hingga sekitar Rp1,8 miliar dan menimpa ratusan calon jamaah di Sulawesi Tenggara. Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin L. Sengka menjelaskan bahwa tersangka menjalankan penipuan dengan mencatut nama perusahaan perjalanan […]

  • Prabowo bertemu pengusaha global di Washington DC

    Seskab Ungkap 12 Pengusaha Besar yang Bertemu Prabowo di AS

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 244
    • 0Komentar

    WASHINGTON DC, (duasatunews.com) — Prabowo bertemu pengusaha global di Washington DC, Amerika Serikat, Jumat (20/2). Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan daftar 12 pengusaha besar yang menghadiri pertemuan dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rangka memperkuat kerja sama investasi. Dalam keterangan tertulis yang diterima Sabtu, Teddy menjelaskan bahwa pertemuan tersebut menghadirkan tokoh-tokoh investasi global dari […]

  • Rapat Komisi III DPR RI bahas RUU Hukum Acara Perdata

    RUU Hukum Acara Perdata Disepakati Jadi Inisiatif DPR

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 425
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Pemerintah dan Komisi III DPR RI memfokuskan pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Hukum Acara Perdata dalam rapat kerja yang berlangsung di Jakarta, Rabu. Dalam rapat tersebut, kedua pihak sepakat mengajukan RUU itu sebagai inisiatif DPR. Masyarakat dapat memantau jalannya rapat secara terbuka melalui kanal resmi DPR RI. Kesepakatan ini menandai perubahan arah legislasi. […]

  • BBM Subsidi Tidak Naik Saat Harga Minyak Tembus 100 Dolar

    BBM Subsidi Tidak Naik Saat Harga Minyak Tembus 100 Dolar

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 257
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – BBM subsidi tidak naik meski harga minyak dunia saat ini menembus 100 dolar Amerika Serikat per barel. Pemerintah mengambil kebijakan ini untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus menahan dampak tekanan ekonomi global. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah akan menyerap tekanan kenaikan harga energi melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). […]

  • Bareskrim Bongkar 21 Situs Judi Online Berkedok Perusahaan Fiktif, Aset Rp 96,7 Miliar Disita

    Bareskrim Bongkar 21 Situs Judi Online Berkedok Perusahaan Fiktif, Aset Rp 96,7 Miliar Disita

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 446
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Judi online terus menimbulkan dampak serius bagi ketertiban sosial dan ekonomi publik. Praktik ini tidak hanya menguras keuangan rumah tangga, tetapi juga memicu kejahatan lanjutan dan pencucian uang. Karena itu, Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri membongkar jaringan 21 situs judi online yang beroperasi dengan kedok perusahaan fiktif. Dari pengungkapan tersebut, polisi […]

  • lingkungan belajar aman melalui penguatan pendidikan karakter

    Komisi X DPR Tekankan Pembinaan Karakter untuk Ciptakan Lingkungan Pendidikan Aman

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 420
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan perlunya penguatan pendidikan karakter untuk mencegah maraknya kekerasan di lingkungan pendidikan. Ia menyatakan bahwa dunia pendidikan tidak boleh hanya mengejar prestasi akademik. Sekolah harus menanamkan nilai moral, etika, empati, dan sikap saling menghormati sejak dini. Menurutnya, nilai-nilai tersebut membentuk kepribadian peserta didik […]

expand_less