Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Outlook Utang Indonesia Negatif, Fitch Pertahankan Rating BBB

Outlook Utang Indonesia Negatif, Fitch Pertahankan Rating BBB

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
  • visibility 412
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (Duasatunews.com) – Lembaga pemeringkat kredit internasional Fitch Ratings mengubah outlook peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negatif pada Rabu (4/3/2026).

Fitch tetap mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB. Level ini masih masuk kategori investment grade atau layak investasi.

Fitch menilai ketidakpastian kebijakan ekonomi meningkat dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini berpotensi menekan kepercayaan investor dan mempersempit ruang kebijakan fiskal pemerintah.

Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Jadi Sorotan

Fitch menyoroti target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan pemerintah.

Pemerintah ingin mencapai target tersebut melalui peningkatan belanja sosial dan berbagai stimulus ekonomi.

Fitch menilai langkah tersebut dapat mendorong pelonggaran kebijakan fiskal dan moneter. Kebijakan yang terlalu longgar berpotensi meningkatkan risiko terhadap stabilitas ekonomi makro.

Fitch juga menyoroti rencana pemerintah dan DPR untuk merevisi Undang-Undang Keuangan Negara. Pemerintah memasukkan rencana tersebut ke dalam Prolegnas Prioritas 2026.

Aturan yang berlaku saat ini membatasi defisit anggaran di angka 3 persen dari PDB.

Jika pemerintah menaikkan batas tersebut, kredibilitas kebijakan fiskal dapat melemah. Pemerintah juga akan menghadapi tantangan lebih besar saat membiayai defisit yang lebih tinggi.

Program Belanja Sosial Jadi Perhatian

Fitch menilai peningkatan belanja sosial dapat memberi tekanan tambahan pada kondisi fiskal negara.

Pemerintah menjalankan program makanan bergizi gratis sebagai salah satu program prioritas nasional.

Program tersebut memiliki nilai sekitar 1,3 persen dari PDB untuk periode 2025 hingga 2029.

Fitch memperkirakan percepatan belanja pemerintah pada awal 2026 dapat memperlebar defisit anggaran.

Fitch memperkirakan rasio pendapatan negara berada di sekitar 13,3 persen dari PDB pada 2026 hingga 2027. Angka ini masih tergolong rendah.

Keputusan pemerintah membatalkan sebagian rencana kenaikan tarif PPN turut menekan proyeksi penerimaan negara.

Fitch juga mencatat kebijakan pemerintah yang mengalihkan dividen BUMN ke Badan Pengelola Investasi Danantara. Lembaga ini mengelola investasi pemerintah, namun arah investasinya masih menimbulkan ketidakpastian.

Faktor Politik Turut Mempengaruhi Penilaian

Fitch juga mempertimbangkan faktor sosial dan politik dalam penilaian terbaru.

Demonstrasi besar yang muncul pada Agustus hingga September 2025 menunjukkan ketidakpuasan sebagian masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

Fitch menilai dinamika tersebut dapat menimbulkan tantangan politik bagi pemerintah dan koalisi yang berkuasa.

Bank Dunia juga menempatkan indikator tata kelola Indonesia di persentil ke-44, masih berada di bawah median negara dengan rating BBB.

Fitch memperkirakan defisit transaksi berjalan Indonesia dapat melebar hingga sekitar 0,8 persen dari PDB pada 2026.

Pelemahan ekspor bersih mendorong pelebaran defisit tersebut. Kondisi ini dapat menekan nilai tukar rupiah dan meningkatkan biaya pinjaman.

Fitch juga menyoroti mandat tambahan Bank Indonesia yang mencakup dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Mandat ini dapat menyulitkan bank sentral saat menjaga inflasi dan stabilitas keuangan jika terjadi arus modal keluar.

Fundamental Ekonomi Indonesia Masih Kuat

Meski mengubah outlook menjadi negatif, Fitch tetap melihat sejumlah kekuatan pada fundamental ekonomi Indonesia.

Fitch memperkirakan rasio utang pemerintah berada di sekitar 41 persen dari PDB pada 2026. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan median negara dengan rating BBB.

Fitch juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5 persen pada 2026 hingga 2027.

Permintaan domestik, belanja pemerintah, dan investasi diperkirakan tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan. Aktivitas hilirisasi industri juga membantu menjaga momentum ekonomi.

Namun Fitch menilai pemerintah akan sulit mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen pada 2029 tanpa reformasi struktural yang lebih besar.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mangrove PT DMS menjadi sorotan dalam aksi demonstrasi di depan Mabes Polri

    Laporkan PT (DMS) Ke Mabes Polri, Desak Pemanggilan dan Pemeriksaan Pimpinan atas Dugaan Perusakan Hutan Mangrove serta Temuan Tepi Galian yang Menambah Kekhawatiran Masyarakat

    • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Puluhan massa yang tergabung dalam Lembaga Kajian dan Riset Hukum menggelar aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Kamis (4/6/2026). Massa mendesak penyidik segera memanggil pimpinan PT Dwimitra Multiguna Sejahtera (PT DMS). Mereka menduga perusahaan merusak hutan mangrove untuk pembangunan jetty di Desa Tokowuta, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Ketua […]

  • Bus TransJakarta menjadi alternatif saat BBM nonsubsidi naik di Jakarta

    BBM Nonsubsidi Naik, Pemprov DKI Ambil Langkah

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 267
    • 2Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Kebijakan BBM nonsubsidi naik mulai berlaku sejak Sabtu (18/4/2026). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons dengan menyiapkan langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan bakar non-subsidi. Ia melihat kondisi ini sebagai momentum untuk mendorong perubahan perilaku penggunaan kendaraan pribadi. Karena itu, pemerintah daerah mengarahkan warga agar mulai beralih ke transportasi umum yang lebih efisien […]

  • Dee Lestari literasi bersama BI NTT di Kupang

    BI NTT Gandeng Dee Lestari Perkuat Literasi Daerah di Kupang

    • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 226
    • 1Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – menggandeng novelis ternama Indonesia, Dewi Lestari, untuk memperkuat budaya literasi masyarakat di Kota Kupang. Kegiatan itu menjadi bagian dari peringatan World Book Day 2026 dengan tema “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities”. Deputi Kepala Perwakilan BI NTT Rio Khasananda mengatakan literasi menjadi jembatan penting menuju masyarakat yang adaptif dan berdaya saing. Ia […]

  • Polda Jatim gagalkan 33 kg sabu jaringan antarwilayah

    Polda Jatim sabu 33 kg Terungkap dari Jaringan Antarwilayah

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 355
    • 0Komentar

    SURABAYA, (duasatunews.com) — Polda Jatim sabu 33 kg terungkap setelah kepolisian melakukan pemantauan intensif selama hampir dua bulan terhadap jaringan narkotika antarwilayah. Pengungkapan ini menunjukkan upaya serius aparat dalam memutus peredaran narkoba skala besar di Jawa Timur. Direktur Reserse Narkoba Kepolisian Daerah Jawa Timur, Muhammad Kurniawan, mengatakan petugas menangkap seorang tersangka berinisial RG di jalan tol […]

  • Kabinet Merah Putih Solid, Prabowo Bantah Isu Perpecahan

    Kabinet Merah Putih Solid, Prabowo Bantah Isu Perpecahan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 607
    • 0Komentar

    Banjarbaru, Kalimantan Selatan, (duasatunews.com) — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan Kabinet Merah Putih solid dan bekerja secara kompak. Presiden membantah isu perpecahan internal kabinet yang ramai beredar di media sosial. Ia memastikan seluruh menteri tetap fokus menjalankan program pemerintah sesuai target nasional. Presiden menyampaikan pernyataan tersebut saat melakukan kunjungan kerja di Banjarbaru, Senin (12/1/2026). […]

  • penjualan ban ilegal Morosi dari kawasan berikat Konawe Sulawesi Tenggara

    PPI Ungkap Dugaan Peran PT SAS Grup, Oknum Polisi, dan Bea Cukai Kendari dalam Penjualan Ban Ilegal Morosi

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 419
    • 0Komentar

    KONAWE, (Duasatunews.com) — Seiring berjalannya penelusuran, dugaan pelanggaran aktivitas di Kawasan Berikat Morosi kembali mengemuka. Dalam konteks itu, Pergerakan Pemuda Indonesia (PPI) mengungkap dugaan peran PT Selaras Agung Sejahtera (SAS Grup) sebagai perantara penjualan ban bekas ilegal yang keluar dari kawasan berikat. Lebih lanjut, PPI menilai praktik tersebut melibatkan oknum anggota kepolisian dan oknum pejabat Bea […]

expand_less