Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » THR Forkopimda Cilacap: KPK Sebut Kapolresta Masuk Daftar

THR Forkopimda Cilacap: KPK Sebut Kapolresta Masuk Daftar

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
  • visibility 319
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (duasatunews.com) — THR Forkopimda Cilacap menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap rencana pemberian tunjangan hari raya kepada unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan, penyidik menemukan bahwa Kapolresta Cilacap masuk dalam daftar pihak yang direncanakan menerima dana tersebut.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menjelaskan bahwa penyidik menemukan nama Kapolresta Cilacap, Budi Adhy Buono, dalam daftar penerima THR bagi unsur Forkopimda.

“Salah satu forkopimda itu adalah Kapolres di situ (Cilacap),” kata Asep di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu malam.

Pemeriksaan Kasus THR Forkopimda Cilacap Dipindah ke Banyumas

KPK memindahkan lokasi pemeriksaan ke Banyumas untuk menghindari konflik kepentingan. Karena itu, penyidik tidak memeriksa para pihak di Polresta Cilacap.

Sebaliknya, penyidik membawa seluruh pihak yang tertangkap ke Banyumas untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.

“Karena itu kami pindah ke Banyumas agar tidak terjadi conflict of interest,” ujar Asep.

OTT KPK Tangkap 27 Orang

Pada 13 Maret 2026, KPK menggelar operasi tangkap tangan di wilayah Jawa Tengah. Dalam operasi tersebut, tim KPK menangkap Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, bersama 26 orang lainnya.

Operasi itu menjadi OTT kesembilan KPK sepanjang 2026 dan yang ketiga selama bulan Ramadhan.

Selain melakukan penangkapan, tim KPK juga menyita uang tunai dalam bentuk rupiah. Penyidik menduga perangkat daerah menyetor uang tersebut setelah menerima tekanan dari pejabat daerah.

Dua Pejabat Jadi Tersangka

Pada 14 Maret 2026, KPK menetapkan dua tersangka dalam kasus ini. Penyidik menetapkan Syamsul Auliya Rachman dan Sekretaris Daerah Cilacap, Sadmoko Danardono, sebagai tersangka.

Penyidik menilai kedua pejabat itu memaksa perangkat daerah untuk menyerahkan uang selama tahun anggaran 2025–2026.

Syamsul menargetkan pengumpulan dana sebesar Rp750 juta dari perangkat daerah. Ia berencana menyalurkan Rp515 juta dari dana tersebut sebagai THR Forkopimda Cilacap.

Sementara itu, ia menyiapkan sisa dana untuk kepentingan pribadi.

Namun tim KPK lebih dulu menangkap para pihak sebelum target tersebut tercapai. Saat operasi berlangsung, penyidik menemukan dana yang sudah terkumpul sebesar Rp610 juta.

Kini penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi masih mendalami perkara tersebut.

  • Penulis: adrian moita
  • Editor: Nur Wayda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eks Sekjen Kemenaker Diduga Beli Mobil Pakai Uang Hasil Peras Izin

    Eks Sekjen Kemenaker Diduga Beli Mobil Pakai Uang Hasil Peras Izin

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 566
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Dugaan pemerasan RPTKA Kemnaker kembali mencuat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri aset milik mantan Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Heri Sudarmanto. Seiring penyidikan berjalan, penyidik mendalami aliran dana yang berasal dari pengurusan izin tenaga kerja asing. Selain itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menjelaskan bahwa Heri menampung uang hasil pemerasan melalui rekening […]

  • Ekonomi Jakarta Tumbuh Stabil, Realisasi APBD 2025 Lampaui Target

    Ekonomi Jakarta Tumbuh Stabil, Realisasi APBD 2025 Lampaui Target

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 544
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjaga ekonomi DKI Jakarta 2025 tetap stabil dan terkendali. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menyampaikan bahwa capaian investasi dan pengelolaan fiskal daerah melampaui target yang telah ditetapkan. “Di tengah dinamika ekonomi global dan nasional, perekonomian DKI Jakarta tetap stabil. Inflasi terkendali, aktivitas usaha berjalan baik, dan iklim […]

  • Banjir Duri Kosambi merendam permukiman warga Jakarta Barat

    Banjir Hampir Semeter Rendam Permukiman Warga Duri Kosambi, Jakbar

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 591
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Banjir Duri Kosambi kembali merendam permukiman warga di Jalan Pulo Indah Raya, RT 10/RW 08, Duri Kosambi, Jakarta Barat, pada Jumat. Hujan dengan intensitas tinggi sejak pagi hari memicu genangan air yang masuk ke rumah-rumah warga dengan ketinggian sekitar 60 hingga 80 sentimeter. Genangan air menutup akses jalan utama di kawasan permukiman […]

  • Tambang Pulau Senja di Konawe Selatan

    “Tambang Galian C Diduga Ancam Pulau Senja dan Tanjung Kartika”

    • calendar_month Minggu, 4 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Tambang Pulau Senja kembali menuai sorotan publik. Green Institute Sulawesi Tenggara (Sultra) menolak keras aktivitas pertambangan batu gamping di Pulau Senja dan Tanjung Kartika, Konawe Selatan, karena dinilai mengancam ekosistem pesisir dan ruang hidup masyarakat. Jakarta, 4 Januari 2025 — Green Institute Sulawesi Tenggara (Sultra) menolak keras aktivitas pertambangan batu gamping (galian C) yang diduga […]

  • Aksi mahasiswa menuntut transparansi dana jamrek Sultra di Kementerian

    Jarnas MM Akan Geruduk Kementerian ESDM, Soroti Pengelolaan Dana Jaminan Reklamasi Tambang di Sultra

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 866
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (Jarnas MM) memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI dalam waktu dekat. Aksi ini menyoroti pengelolaan dana jaminan reklamasi (jamrek) perusahaan tambang di Sulawesi Tenggara yang dinilai tidak transparan. Ketua Umum Jarnas MM, Arin Fahrul Sanjaya, menyebut Kementerian ESDM […]

  • OTT KPK Bupati Pekalongan di Gedung Merah Putih KPK Jakarta

    KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq, Langsung Diperiksa di Jakarta

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 391
    • 0Komentar

    JAKARTA , (Duasatunews.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Pekalongan, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2026). Dalam operasi tersebut, tim KPK menangkap Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama beberapa pihak lain. Langkah ini langsung menyita perhatian publik. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, segera menyampaikan perkembangan itu kepada media. Menurut dia, tim penyelidik […]

expand_less