Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Modus OTT KPK Berubah, Ketua KPK Ungkap Pola Baru

Modus OTT KPK Berubah, Ketua KPK Ungkap Pola Baru

  • account_circle Darman
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • visibility 382
  • comment 1 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Modus OTT KPK berubah seiring perkembangan praktik korupsi yang semakin kompleks. Seiring dengan itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melihat pelaku tidak lagi mengandalkan penyerahan uang tunai. Sebaliknya, mereka kini aktif menyamarkan aliran dana melalui transaksi berlapis.

Jakarta, duasatunews.com  — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menegaskan bahwa modus OTT KPK berubah secara nyata. Saat ini, pelaku korupsi meninggalkan pola pertemuan langsung. Sebagai gantinya, mereka menggunakan skema layering untuk mengaburkan jejak dana.

Pernyataan tersebut Setyo sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu. Dalam forum itu, ia menilai praktik serah terima uang secara fisik semakin jarang ditemukan.

Menurut Setyo, pelaku korupsi kini aktif memanfaatkan sistem keuangan modern. Misalnya, mereka menggunakan rekening perantara, transaksi berantai, dan pemisahan dana dalam beberapa tahap. Akibatnya, proses pelacakan dana menjadi lebih kompleks dan membutuhkan ketelitian sejak awal.

“Dulu pelaku bertemu langsung dan menyerahkan uang secara fisik. Namun sekarang, mereka menggunakan layering. Oleh karena itu, dalam waktu 1×24 jam kami memaksimalkan proses untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa,” ujar Setyo.

Penyesuaian Strategi Operasi Tangkap Tangan

Sejalan dengan perubahan tersebut, KPK menyesuaikan strategi operasi tangkap tangan. Pertama, penyidik mengumpulkan informasi awal. Selanjutnya, tim menelusuri transaksi dan memetakan peran pihak terkait. Setelah itu, KPK menentukan waktu penindakan yang paling tepat.

Setyo menjelaskan bahwa pendekatan ini memberi gambaran utuh sejak awal. Dengan demikian, OTT tidak hanya berfungsi sebagai penangkapan pelaku. Lebih jauh, KPK menargetkan pengungkapan keseluruhan skema dan aliran dana korupsi.

Selain itu, strategi ini juga memperkuat pembuktian hukum. Pada akhirnya, KPK ingin menutup celah yang sering dimanfaatkan pelaku untuk menghindari jerat hukum.

Tantangan Pemberantasan Korupsi

Di sisi lain, perubahan modus OTT KPK berubah seiring meningkatnya kejahatan keuangan yang terorganisir. Saat ini, digitalisasi transaksi mempercepat pergerakan dana dan memperluas jaringan pelaku. Karena itu, aparat penegak hukum perlu meningkatkan kapasitas analisis dan pengawasan.

KPK menilai kolaborasi antarlembaga sebagai langkah penting. Selain kolaborasi, penguatan sistem pencegahan juga menjadi prioritas. Dengan pendekatan tersebut, KPK berharap upaya pemberantasan korupsi tetap efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Implikasi Perubahan Modus terhadap Penegakan Hukum

Lebih lanjut, perubahan modus OTT tersebut menunjukkan bahwa praktik korupsi terus beradaptasi dengan perkembangan sistem keuangan. Oleh sebab itu, aparat penegak hukum tidak bisa lagi mengandalkan pola penindakan konvensional. Sebaliknya, KPK perlu mengedepankan analisis transaksi dan pemetaan jaringan sejak tahap awal penyelidikan.

Selain berdampak pada penindakan, perubahan modus ini juga berpengaruh terhadap strategi pencegahan. Dengan memahami pola pelapisan dana, KPK dapat menyusun langkah mitigasi yang lebih tepat sasaran. Misalnya, penguatan pengawasan transaksi dan peningkatan kerja sama dengan lembaga terkait.

Pada akhirnya, penyesuaian strategi OTT mencerminkan upaya KPK untuk tetap adaptif. Di tengah kompleksitas kejahatan keuangan, pendekatan yang lebih sistematis dinilai mampu meningkatkan efektivitas pemberantasan korupsi. Dengan demikian, OTT tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penindakan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya penegakan hukum yang berkelanjutan.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (1)

  • pet_oboi

    Какие [url=https://domashnie-zhivotnye-1.ru]домашние животные[/url] живут дольше при наличии пары?

    27 Mei 2026 5:10 am

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KPK periksa saksi Pati di Gedung Merah Putih KPK Jakarta

    KPK Periksa 13 Saksi Dugaan Pemerasan Proyek Pengadaan di Pati

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 277
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – KPK periksa saksi Pati terkait dugaan pemerasan dalam pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Penyidik memanggil 13 orang saksi untuk mengungkap peran sejumlah pihak dalam proses pemetaan proyek dan pengambilan keputusan anggaran daerah. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, penyidik memeriksa para saksi untuk mendalami peran mereka dalam proses […]

  • aksi mahasiswa tuntut asrama mahasiswa Sultra Jakarta

    Wakil BEM UIC Mendukung Penyegelan Kantor Perwakilan SULTRA

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 333
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com – Ratusan mahasiswa menuntut asrama mahasiswa Sultra Jakarta dengan memboikot Kantor Penghubung Sulawesi Tenggara di Ibu Kota. Aksi ini muncul karena pemerintah daerah belum merealisasikan fasilitas hunian bagi mahasiswa Sultra yang melanjutkan pendidikan di Jakarta. Koordinator aksi, Feny Tri Indah Kasim, menyatakan mahasiswa merasa kecewa dengan sikap pemerintah daerah. Ia menilai pemerintah belum menunjukkan […]

  • Melestarikan Lingkungan Melalui Hari Gerakan Sejuta Pohon

    Melestarikan Lingkungan Melalui Hari Gerakan Sejuta Pohon

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 487
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Manusia terus merusak lingkungan karena gagal mengelola alam secara bijak. Deforestasi, pencemaran udara, dan alih fungsi lahan yang tidak terkendali memicu berbagai persoalan ekologis yang langsung dirasakan masyarakat. Berbagai laporan lingkungan yang dimuat duasatunews.com juga menunjukkan bahwa krisis ekologi semakin mengancam kehidupan sosial dan ekonomi warga. Melalui Hari Gerakan Sejuta Pohon, masyarakat […]

  • Dampak tambang nikel di Indonesia terhadap lingkungan

    Bupati dan DPRD Konsel Didesak Segera Terbitkan Rekomendasi Pencabutan IUP PT. WIN

    • calendar_month Rabu, 20 Agt 2025
    • account_circle Arin fharul sanjaya
    • visibility 866
    • 0Komentar

    KONAWE SELATAN, duasatunews.com – Desakan kepada Pemerintah Kabupaten dan DPRD Konawe Selatan untuk segera merekomendasikan pencabutan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Wijaya Inti Nusantara (PT WIN) terus menguat. Dorongan tersebut datang dari Ikatan Pemuda Pelajar dan Mahasiswa Indonesia Konsel (IPPMI Konsel) – Jakarta. Organisasi ini menilai aktivitas PT Wijaya Inti Nusantara di wilayah Konawe Selatan belum […]

  • perampasan tanah adat papua akibat ekspansi perkebunan sawit di kawasan hutan adat

    Papua Bukan Tanah Kosong: Sawit, Deforestasi, dan Perlawanan Masyarakat Adat

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 342
    • 0Komentar

    Papua bukan tanah kosong. Papua adalah rumah. Dan rumah tidak untuk dijual. Jakarta, duasatunews.com | Papua bukan ruang hampa yang menunggu untuk dieksploitasi. Gelombang ekspansi perkebunan kelapa sawit kembali mengancam hutan-hutan Papua, bahkan ketika krisis iklim global semakin memburuk. Negara kerap menyatakan komitmen menurunkan emisi karbon, tetapi pada saat yang sama tetap memberi ruang bagi […]

  • TNI membantu korban bencana gempa Sulut di Manado

    Bencana Gempa Sulut: TNI Kerahkan Prajurit Bantu Pemulihan

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 229
    • 0Komentar

    JAKARTA (duasatunews.com) – Bencana gempa Sulut mendorong Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan prajurit untuk membantu pemulihan di wilayah terdampak, terutama di Kota Manado dan Kota Bitung, Sulawesi Utara. Langkah ini sekaligus mempercepat penanganan dampak gempa dan membantu masyarakat secara langsung. Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayor Jenderal TNI Aulia Dwi Nasrullah mengatakan prajurit dari Kodam […]

expand_less