Breaking News
light_mode
Beranda » Hukum » Modus OTT KPK Berubah, Ketua KPK Ungkap Pola Baru

Modus OTT KPK Berubah, Ketua KPK Ungkap Pola Baru

  • account_circle Darman
  • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
  • visibility 444
  • comment 9 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Modus OTT KPK berubah seiring perkembangan praktik korupsi yang semakin kompleks. Seiring dengan itu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melihat pelaku tidak lagi mengandalkan penyerahan uang tunai. Sebaliknya, mereka kini aktif menyamarkan aliran dana melalui transaksi berlapis.

Jakarta, duasatunews.com  — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menegaskan bahwa modus OTT KPK berubah secara nyata. Saat ini, pelaku korupsi meninggalkan pola pertemuan langsung. Sebagai gantinya, mereka menggunakan skema layering untuk mengaburkan jejak dana.

Pernyataan tersebut Setyo sampaikan dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Rabu. Dalam forum itu, ia menilai praktik serah terima uang secara fisik semakin jarang ditemukan.

Menurut Setyo, pelaku korupsi kini aktif memanfaatkan sistem keuangan modern. Misalnya, mereka menggunakan rekening perantara, transaksi berantai, dan pemisahan dana dalam beberapa tahap. Akibatnya, proses pelacakan dana menjadi lebih kompleks dan membutuhkan ketelitian sejak awal.

“Dulu pelaku bertemu langsung dan menyerahkan uang secara fisik. Namun sekarang, mereka menggunakan layering. Oleh karena itu, dalam waktu 1×24 jam kami memaksimalkan proses untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa,” ujar Setyo.

Penyesuaian Strategi Operasi Tangkap Tangan

Sejalan dengan perubahan tersebut, KPK menyesuaikan strategi operasi tangkap tangan. Pertama, penyidik mengumpulkan informasi awal. Selanjutnya, tim menelusuri transaksi dan memetakan peran pihak terkait. Setelah itu, KPK menentukan waktu penindakan yang paling tepat.

Setyo menjelaskan bahwa pendekatan ini memberi gambaran utuh sejak awal. Dengan demikian, OTT tidak hanya berfungsi sebagai penangkapan pelaku. Lebih jauh, KPK menargetkan pengungkapan keseluruhan skema dan aliran dana korupsi.

Selain itu, strategi ini juga memperkuat pembuktian hukum. Pada akhirnya, KPK ingin menutup celah yang sering dimanfaatkan pelaku untuk menghindari jerat hukum.

Tantangan Pemberantasan Korupsi

Di sisi lain, perubahan modus OTT KPK berubah seiring meningkatnya kejahatan keuangan yang terorganisir. Saat ini, digitalisasi transaksi mempercepat pergerakan dana dan memperluas jaringan pelaku. Karena itu, aparat penegak hukum perlu meningkatkan kapasitas analisis dan pengawasan.

KPK menilai kolaborasi antarlembaga sebagai langkah penting. Selain kolaborasi, penguatan sistem pencegahan juga menjadi prioritas. Dengan pendekatan tersebut, KPK berharap upaya pemberantasan korupsi tetap efektif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Implikasi Perubahan Modus terhadap Penegakan Hukum

Lebih lanjut, perubahan modus OTT tersebut menunjukkan bahwa praktik korupsi terus beradaptasi dengan perkembangan sistem keuangan. Oleh sebab itu, aparat penegak hukum tidak bisa lagi mengandalkan pola penindakan konvensional. Sebaliknya, KPK perlu mengedepankan analisis transaksi dan pemetaan jaringan sejak tahap awal penyelidikan.

Selain berdampak pada penindakan, perubahan modus ini juga berpengaruh terhadap strategi pencegahan. Dengan memahami pola pelapisan dana, KPK dapat menyusun langkah mitigasi yang lebih tepat sasaran. Misalnya, penguatan pengawasan transaksi dan peningkatan kerja sama dengan lembaga terkait.

Pada akhirnya, penyesuaian strategi OTT mencerminkan upaya KPK untuk tetap adaptif. Di tengah kompleksitas kejahatan keuangan, pendekatan yang lebih sistematis dinilai mampu meningkatkan efektivitas pemberantasan korupsi. Dengan demikian, OTT tidak hanya berfungsi sebagai instrumen penindakan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya penegakan hukum yang berkelanjutan.

Darman

Penulis

Cepat, Akurat & Terpercaya

Komentar (9)

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Trump remehkan bantuan Rusia kepada Iran

    Trump Remehkan Bantuan Rusia untuk Iran

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Washington DC, Amerika Serikat (duasatunews.com) – Trump remehkan bantuan Rusia kepada Iran di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menilai dukungan intelijen dari Rusia tidak akan memberikan pengaruh besar dalam pertempuran di medan perang. Pernyataan tersebut muncul setelah sejumlah media Amerika Serikat melaporkan dugaan bantuan intelijen Rusia kepada […]

  • ilustrasi klien sakit tidak hadir pemeriksaan saat proses hukum

    Kuasa Hukum Tegaskan Klien Sakit, Bantah Isu Berada di Luar Negeri

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 272
    • 2Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Kuasa hukum Anton Timbang menegaskan bahwa kliennya tidak menghadiri panggilan pertama penyidik Bareskrim Polri karena kondisi kesehatan yang menurun, bukan karena berada di luar negeri sebagaimana isu yang beredar di publik. Pihak kuasa hukum menyatakan bahwa Anton Timbang saat ini sedang sakit dan telah mengirimkan surat resmi permohonan penundaan pemeriksaan kepada penyidik. […]

  • IHSG Ditutup Menguat, Pasar Cermati Isu Independensi Bank Sentral

    IHSG Ditutup Menguat, Pasar Cermati Isu Independensi Bank Sentral

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 401
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – IHSG menguat pada perdagangan Selasa sore seiring penguatan bursa saham Asia. Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia naik 4,90 poin atau 0,05 persen ke level 8.980,23. Sebaliknya, indeks LQ45 turun 6,30 poin atau 0,72 persen ke posisi 876,12. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, […]

  • Jepang vs Tunisia 2026 saat pemain Jepang merayakan kemenangan 4-0 di Piala Dunia 2026

    Jepang vs Tunisia 2026: Jepang Menang 4-0 atas Tunisia

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 105
    • 0Komentar

    JAKARTA (duasatunews.com) – Jepang vs Tunisia 2026 berakhir dengan kemenangan telak Jepang 4-0 atas Tunisia pada laga kedua Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Guadalupe, Meksiko, Minggu WIB. Hasil tersebut memastikan Tunisia tersingkir meski fase grup masih menyisakan satu pertandingan. Daichi Kamada membuka keunggulan Jepang pada menit keempat. Ayase Ueda mencetak dua gol […]

  • kondisi cuaca saat musim kemarau 2026 Indonesia

    Kemarau 2026 Diprediksi Mulai April, BMKG Jelaskan Perbedaan Pola Musim RI

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 393
    • 0Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – Musim kemarau 2026 Indonesia diperkirakan mulai berlangsung bertahap sejak April, terutama di wilayah selatan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prediksi tersebut setelah memantau tren penurunan curah hujan di sejumlah wilayah. Wilayah selatan seperti Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara diproyeksikan mengakhiri musim hujan pada periode Februari hingga Maret 2026. Setelah […]

  • Penambangan Ilegal Gunung Botak di Kabupaten Buru Maluku

    KPIT : Penambangan Ilegal Gunung Botak Bukan Sekadar Persoalan Hukum, Tetapi Ancaman Serius terhadap Masa Depan Pulau Buru

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 466
    • 15Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Ketua Komite Pemuda Indonesia Timur (KPIT), Ichi Amahoru, menilai persoalan penambangan emas ilegal di Gunung Botak, Kabupaten Buru, Maluku, telah berkembang menjadi krisis multidimensi yang tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai pelanggaran hukum semata. Menurutnya, aktivitas pertambangan tanpa izin telah berdampak pada kerusakan lingkungan, melemahkan kewibawaan negara, mengancam keselamatan masyarakat, hingga berpotensi […]

expand_less