Duka TNI Gugur Maybrat, Gubernur Sampaikan Belasungkawa
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 23 Mar 2026
- visibility 120
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu .
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Sorong, (duasatunews.com) – Duka TNI gugur Maybrat disampaikan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu atas wafatnya dua prajurit TNI dalam kontak tembak di wilayah tersebut.
Insiden terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Minggu sekitar pukul 07.00 WIT. Prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) terlibat kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB).
“Kami berbelasungkawa atas gugurnya dua putra terbaik bangsa yang sedang menjalankan tugas negara,” kata Elisa Kambu di Kota Sorong.
Ia meminta seluruh personel meningkatkan kewaspadaan saat bertugas di wilayah rawan konflik. Ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Gubernur bersama Bupati Maybrat hadir langsung untuk memberikan dukungan moral kepada keluarga korban. Mereka juga menyampaikan doa sebagai bentuk empati pemerintah daerah.
“Kami hadir untuk mendoakan dan menguatkan keluarga prajurit yang gugur,” ujarnya.
Situasi Keamanan dan Duka TNI Gugur Maybrat
Peristiwa duka TNI gugur Maybrat menambah daftar insiden keamanan di Papua Barat Daya dalam beberapa waktu terakhir. Sebelumnya, gangguan serupa juga terjadi di wilayah Tambrauw.
Pemerintah daerah menilai perlunya penguatan koordinasi antara aparat dan masyarakat. Upaya ini penting untuk menjaga stabilitas keamanan secara berkelanjutan.
Selain itu, aparat keamanan terus meningkatkan patroli dan pengawasan di wilayah rawan konflik. Langkah ini dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menciptakan kondisi yang aman. Pemerintah berharap semua pihak ikut menjaga situasi tetap kondusif.
Identitas Korban dan Penanganan
Dua prajurit yang gugur masing-masing adalah Prada Marinir AS dari Yonmar 7 dan Prada Marinir ES dari Yonmar 10.
Satu prajurit lainnya, Kopda Marinir ES dari Yonmar 7, saat ini dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif.
Tim mengevakuasi seluruh korban ke RSAL dr. R. Oetojo Sorong untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Selain korban jiwa, pelaku juga dilaporkan membawa kabur dua pucuk senjata api milik prajurit.
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian serius bagi aparat keamanan dalam menjaga stabilitas wilayah Papua Barat Daya. Pemerintah berharap situasi keamanan dapat segera pulih dan aktivitas masyarakat berjalan normal kembali.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
