Bupati Muna Viral, Pemuda Desak KPK Audit Keuangan Daerah
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pemuda menyuarakan tuntutan transparansi setelah pernyataan Bupati Muna viral terkait kondisi kas daerah.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA (duasatunews.com) – Bupati Muna viral setelah menyampaikan pernyataan terkait kondisi kas daerah yang disebut “tidak ada uang”. Pernyataan Bupati Muna viral itu memicu perhatian publik karena menimbulkan pertanyaan mengenai pengelolaan anggaran daerah.
Sejak itu, video pernyataan tersebut menyebar di media sosial. Akibatnya, sejumlah pemuda di Kabupaten Muna menggelar aksi dan mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengaudit keuangan daerah.
Koordinator lapangan aksi, Halim, mengatakan masyarakat membutuhkan penjelasan terbuka. Menurut dia, pemerintah daerah harus menyampaikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) secara rinci.
“Jika kas daerah benar kosong, pemerintah harus menjelaskan secara detail. Selain itu, masyarakat berhak mengetahui penggunaan anggaran,” ujar Halim.
Oleh karena itu, ia meminta pemerintah membuka data keuangan secara transparan. Dengan demikian, publik dapat memahami kondisi fiskal secara menyeluruh.
Dalam pernyataan sikapnya, para pemuda menyampaikan tiga tuntutan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.
Pertama, mereka meminta audit menyeluruh terhadap aliran dana APBD selama dua tahun terakhir.
Kedua, mereka mendesak penjelasan terkait penyebab kekosongan kas daerah.
Ketiga, mereka meminta pemerintah menghentikan narasi yang mengaitkan kritik dengan kepentingan politik.
Selanjutnya, para pemuda menilai transparansi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintah daerah.
Sementara itu, sejumlah pengamat kebijakan publik menilai pemerintah perlu fokus pada substansi persoalan. Mereka menilai, narasi politik justru dapat mengalihkan perhatian dari isu utama, yakni transparansi keuangan daerah.
“Pemerintah harus menjelaskan kondisi fiskal secara terbuka. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat dapat terjaga,” kata seorang pengamat.
Pada akhirnya, polemik ini menjadi ujian bagi pemerintah daerah dalam menjaga akuntabilitas. Jika pemerintah tidak segera merespons, polemik berpotensi terus berkembang.
Selain itu, transparansi pengelolaan anggaran daerah menjadi faktor penting dalam memperkuat kepercayaan publik. Pemerintah daerah diharapkan memberikan klarifikasi berbasis data agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh.
- Penulis: Adrian Moita
- Editor: Nur Wayda
