Breaking News
light_mode
Beranda » Kriminal » Motif Uang Rp200 Juta di Balik Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank Terungkap di Persidangan

Motif Uang Rp200 Juta di Balik Kasus Penculikan dan Pembunuhan Kacab Bank Terungkap di Persidangan

  • account_circle Retanto
  • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
  • visibility 203
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (Duasatunews.com)-Kasus dengan motif penculikan bank terungkap dalam sidang di Pengadilan Militer II-08 Jakarta. Para terdakwa mengakui uang menjadi pemicu utama aksi yang berujung pada dugaan pembunuhan kepala cabang bank berinisial MIP (37).

Fakta persidangan terungkap

Terdakwa 1 Serka MN menyatakan menerima Rp150 juta dari Yohannes Joko Pamuntas. Ia menyebut dana itu sebagai bagian awal dari kesepakatan. Para pelaku dijanjikan total Rp200 juta setelah menyelesaikan aksi.

Ia mengaku hanya mengambil Rp50 juta. Sisanya ia bagikan kepada pihak lain, termasuk Kopda FH. Ia menegaskan tidak mengenal korban sebelumnya dan tidak memiliki konflik pribadi.

Dorongan ekonomi para terdakwa

Kopda FH mengaku mengikuti arahan senior. Ia juga menghadapi tekanan ekonomi dan utang. Hakim menegaskan bahwa alasan tersebut tidak dapat membenarkan tindakan pidana.

Terdakwa lain, Serka FY, menyebut keinginan mencari tambahan penghasilan sebagai alasan utama. Pernyataan ini memperkuat bahwa kasus ini tidak dipicu hubungan pribadi dengan korban.

Penilaian majelis hakim

Majelis hakim menilai para terdakwa memiliki penghasilan tetap. Mereka juga tinggal di fasilitas asrama. Namun, dorongan memperoleh uang tambahan tetap memicu tindakan tersebut.

Fakta persidangan menunjukkan para pelaku menjalankan aksi karena imbalan finansial. Motif penculikan bank menjadi faktor dominan dalam kasus ini.

Untuk melengkapi konteks, persidangan juga menyoroti alur perencanaan aksi hingga pembagian uang antar pelaku. Oditur militer menggali peran masing-masing terdakwa secara rinci. Hakim meminta setiap terdakwa menjelaskan keterlibatan mereka secara terbuka agar fakta hukum terungkap jelas.

Kasus ini menegaskan pentingnya pengawasan internal serta penegakan disiplin. Selain itu, perkara ini menunjukkan bahwa faktor ekonomi dapat memicu tindakan kriminal serius jika tidak dikendalikan.

  • Penulis: Retanto
  • Editor: Wilda

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kementerian Keuangan mengkaji kenaikan gaji PNS 2026

    Kenaikan Gaji PNS 2026 Masih Dikaji Pemerintah

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Pemerintah masih mengkaji rencana kenaikan gaji PNS 2026. Kementerian Keuangan memilih menunggu hasil evaluasi kondisi ekonomi nasional sebelum mengambil keputusan yang berdampak langsung pada belanja negara dan kesinambungan fiskal. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pemerintah memerlukan waktu sekitar satu triwulan untuk membaca arah ekonomi secara lebih jelas. Menurutnya, sinkronisasi kebijakan ekonomi […]

  • AS beri dukungan intelijen pada operasi militer Meksiko basmi kartel CJNG

    Dukungan Intelijen AS Meksiko dalam Operasi Keamanan Regional

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 207
    • 0Komentar

    Washington, (duasatunews.com) – Amerika Serikat memastikan telah memberikan dukungan intelijen AS Meksiko dalam operasi militer besar yang menewaskan pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho, pada Minggu (22/2). Operasi tersebut berlangsung di Tapalpa, Jalisco. Pada saat yang sama, aparat keamanan kedua negara melakukan koordinasi intensif selama pelaksanaan operasi. Pernyataan Gedung […]

  • KPK tahan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari kasus suap proyek

    Bupati Rejang Lebong KPK Tahan Fikri Thobari Kasus Suap

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 247
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Bupati Rejang Lebong Muhammad Fikri Thobari bersama empat orang lain dalam kasus dugaan suap proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu. Masa penahanan berlangsung selama 20 hari hingga 30 Maret 2026. Kasus yang melibatkan Bupati Rejang Lebong ini berkaitan dengan dugaan suap proyek pemerintah daerah untuk […]

  • BNN mengamankan 10 WNI positif narkoba setibanya dari Bangkok di Bandara Soekarno-Hatta untuk menjalani pemeriksaan dan rehabilitasi.

    BNN Amankan 10 WNI dari Bangkok, Positif Narkoba dan Jalani Rehabilitasi

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Badan Narkotika Nasional (BNN) mengamankan 10 warga negara Indonesia (WNI) yang baru tiba dari Bangkok, Thailand, melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Petugas menemukan indikasi penggunaan narkotika setelah melakukan pemeriksaan terhadap para penumpang. Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi Ario Seto, mengatakan operasi gabungan berlangsung pada Senin (8/6) pukul 17.30 hingga 21.30 WIB. BNN […]

  • Tarif nol persen tekstil Indonesia untuk ekspor ke Amerika Serikat

    Tarif Nol Persen Tekstil Indonesia Disepakati RI–AS

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 321
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menyepakati penghapusan tarif Bea Masuk hingga 0 persen untuk produk tekstil dan garmen asal Indonesia. Kesepakatan ini memperkuat hubungan dagang kedua negara sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih luas bagi industri nasional. Melalui mekanisme Tariff Rate Quota (TRQ), Amerika Serikat memberikan fasilitas tarif nol persen untuk volume […]

  • mahasiswa Indonesia di AS apresiasi Prabowo Subianto

    Apresiasi Prabowo AS dari Mahasiswa Indonesia

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 349
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — apresiasi Prabowo AS datang dari mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh pendidikan di Amerika Serikat. Mahasiswa tersebut menilai kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mampu menjaga optimisme Indonesia di tengah dinamika global yang terus berkembang. Mahasiswa bernama Andi Pratama, asal Jakarta, menyampaikan pandangannya setelah mengikuti berbagai pemberitaan terkait kebijakan dan aktivitas Presiden Prabowo di kancah […]

expand_less