LP2D Konsisten Bangun SDM Berkelanjutan, Dorong Daya Saing Nasional
- account_circle Admin 21
- calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
- visibility 239
- comment 0 komentar
- print Cetak

Profile LP2D
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com — Pengembangan SDM daerah masih menghadapi tantangan serius di tengah perubahan ekonomi dan digitalisasi. Kesenjangan keterampilan tenaga kerja berdampak langsung pada daya saing masyarakat dan efektivitas pembangunan di berbagai wilayah.
Selain itu, kesenjangan kompetensi turut memicu pengangguran terdidik. Jika kondisi ini berlanjut, daerah berisiko tertinggal dalam persaingan ekonomi nasional.
Kebutuhan Pelatihan di Tengah Perubahan Ekonomi
Seiring percepatan transformasi ekonomi dan digital, pemerintah daerah harus bergerak cepat. Mereka perlu menyiapkan tenaga kerja yang adaptif dan terampil. Karena itu, kebijakan pendidikan vokasi dan pelatihan kerja menjadi instrumen penting.
Namun, pelatihan yang tidak relevan justru berpotensi menghambat efektivitas anggaran publik. Oleh sebab itu, daerah membutuhkan program pelatihan yang berbasis kebutuhan nyata.
Program LP2D untuk Pengembangan SDM Daerah
Dalam konteks tersebut, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Daerah (LP2D) menyusun berbagai program penguatan kapasitas. LP2D menitikberatkan pada kompetensi teknis, kepemimpinan, soft skills, literasi digital, serta kewirausahaan.
Lebih lanjut, LP2D merancang program agar selaras dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan demikian, lembaga ini mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal secara berkelanjutan.
Pernyataan Dewan Pembina LP2D
Terkait hal itu, Dewan Pembina LP2D, Syahiruddin, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Ia menyebut LP2D bekerja sama dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.
“SDM berkualitas menjadi fondasi kemajuan daerah. Karena itu, pelatihan harus adaptif, inklusif, dan berkelanjutan,” kata Syahiruddin.
Catatan Publik terhadap Efektivitas Pelatihan
Meski demikian, sejumlah kalangan menilai keberhasilan pelatihan tidak cukup berhenti di ruang kelas. Publik menuntut pendampingan lanjutan bagi peserta. Selain itu, mereka juga meminta transparansi kurikulum dan kejelasan arah penyaluran kerja.
Tanpa langkah lanjutan, pelatihan berisiko gagal memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Dampak bagi Pembangunan Daerah
Apabila dijalankan secara konsisten, program pengembangan SDM daerah berpotensi memperkuat daya saing lokal. Tenaga kerja yang kompeten dapat mendorong produktivitas dan pertumbuhan ekonomi. Pada akhirnya, manfaat tersebut dapat dirasakan sektor usaha dan layanan publik.
Kebijakan ini sejalan dengan agenda pengembangan tenaga kerja nasional oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (https://www.kemnaker.go.id). Sementara itu, pemerintah juga mendorong transformasi pendidikan melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (https://www.kemdikbud.go.id).
Rencana Penerimaan Mahasiswa Baru
Ke depan, LP2D akan membuka penerimaan mahasiswa baru. Program ini akan berjalan di sejumlah kampus mitra wilayah Jabodetabek. Dengan langkah ini, LP2D berharap dapat memperluas akses pelatihan dan memperkuat pengembangan SDM daerah.

LOGO, LP2D
LEMBAGA PENDIDIKAN DAN PELATIHAN DAERAH

Saat ini belum ada komentar