AS–Denmark Bahas Greenland di Tengah Sorotan Pernyataan Trump
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
- visibility 329
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com — Isu Greenland Amerika Serikat kembali menjadi sorotan internasional. Baru-baru ini, media Inggris Daily Mail melaporkan bahwa Presiden Donald Trump meminta komandan operasi khusus militer AS menyiapkan sejumlah opsi kebijakan, termasuk kemungkinan menggunakan kekuatan.
https://www.dailymail.co.uk
Sebagai akibat laporan itu, banyak pihak memperhatikan ketegangan geopolitik di kawasan Arktik.
Perbedaan Pandangan di Militer AS
Laporan Daily Mail menyebutkan bahwa pembahasan internal menimbulkan perbedaan pendapat di tubuh militer AS. Beberapa perwira senior menilai pendekatan keras dapat meningkatkan risiko konflik internasional.
Di sisi lain, Penasihat Kebijakan Presiden AS Stephen Miller mendorong langkah tegas karena menilai Greenland strategis bagi kepentingan geopolitik Amerika Serikat.
Selain itu, beberapa analis internasional menekankan bahwa isu Greenland bisa terkait dengan agenda politik domestik AS menjelang pemilihan paruh waktu Kongres.
Baca juga: Ketegangan Geopolitik di Kawasan Arktik
Denmark Menolak Pendekatan Keras
Pemerintah Denmark merespons laporan itu secara tegas. Menteri Luar Negeri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengumumkan bahwa pihaknya akan memanggil Duta Besar AS di Kopenhagen untuk meminta klarifikasi resmi.
Selain itu, dokumen resmi Denmark dapat diakses melalui laman Kementerian Luar Negeri.
https://um.dk
Artikel terkait: Hubungan Amerika Serikat dan Denmark
AS Tunjuk Utusan Khusus untuk Greenland
Pada Desember lalu, Presiden Trump menunjuk Gubernur Louisiana Jeff Landry sebagai utusan khusus AS untuk Greenland. Penunjukan ini menunjukkan upaya Washington meningkatkan keterlibatan strategis di wilayah tersebut.
Selain itu, Landry menegaskan AS tetap mengutamakan diplomasi, meski tetap mempertimbangkan opsi strategis lain.
Greenland Tegaskan Tidak untuk Dijual
Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen bersama Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen menegaskan bahwa mereka menolak segala bentuk pengambilalihan wilayah.
Selain itu, mantan Perdana Menteri Greenland Mute Egede mempertegas bahwa Greenland bukan untuk dijual dan tidak akan menjadi bagian dari negara lain.
Status Otonomi Greenland
Greenland menjadi koloni Denmark hingga 1953 dan tetap menjadi bagian dari Kerajaan Denmark hingga kini. Sejak 2009, pemerintah Greenland mengelola urusan internal dan kebijakan domestik secara otonom.
Selain fakta ini, profil wilayah Greenland dan posisinya di kawasan Nordik bisa dilihat melalui laman resmi kerja sama negara-negara Nordik.
👉 https://www.norden.org
Laporan sebelumnya: Persaingan Global di Wilayah Kutub Utara

Saat ini belum ada komentar