Puluhan Orang Keracunan Massal di Kendari, Polisi Segera Lakukan Penyelidikan
- account_circle Darman
- calendar_month Senin, 12 Jan 2026
- visibility 171
- comment 0 komentar
- print Cetak

ketgam : kasus keracunan masal di kota kendari, sulawesi tenggara (sultra) pada minggu (11/1/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Keracunan massal Kendari menimpa puluhan warga di Kendari, Sulawesi Tenggara. Warga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari sumber yang sama. Polisi dan tim kesehatan langsung bergerak untuk menangani kejadian tersebut.
Petugas medis mengevakuasi korban ke rumah sakit dan puskesmas terdekat. Tim kesehatan memberikan penanganan sejak laporan pertama masuk. Mayoritas korban menunjukkan kondisi stabil setelah menerima perawatan. Sejumlah korban lain masih menjalani observasi lanjutan karena mengalami gejala cukup berat.
Warga melaporkan keluhan mual, muntah, diare, dan pusing. Gejala muncul beberapa jam setelah konsumsi makanan bersama. Tim kesehatan mencatat dan memperbarui jumlah korban secara berkala untuk memastikan situasi tetap terkendali.
Dinas kesehatan mengambil sampel makanan dan minuman yang dicurigai. Petugas laboratorium memeriksa kandungan sampel tersebut untuk mendeteksi zat berbahaya. Tenaga medis memantau kondisi korban setiap waktu guna memastikan proses pemulihan berjalan baik.
Kepolisian mengamankan barang bukti dari lokasi kejadian. Penyidik meminta keterangan penyedia makanan dan sejumlah saksi. Pemeriksaan awal menunjukkan kesamaan jenis makanan yang para korban konsumsi. Polisi menduga makanan tersebut memicu keracunan massal Kendari, meski penyelidikan masih terus berlanjut.
Pemerintah daerah mengimbau masyarakat agar lebih selektif memilih makanan dan minuman. Aparat kesehatan mengingatkan warga untuk memperhatikan kebersihan makanan. Petugas juga meminta warga segera mendatangi fasilitas medis jika merasakan gejala serupa.
Hingga saat ini, Polresta Kendari terus memperdalam penyelidikan. Polisi berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan RI serta instansi terkait. Langkah tersebut bertujuan memastikan penyebab pasti kejadian dan mencegah munculnya korban tambahan.

Saat ini belum ada komentar