Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Mahasiswa & AMP; Pemuda Geruduk DPP Gerindra, Desak Pemecatan Jemi Safrul Imran

Mahasiswa & AMP; Pemuda Geruduk DPP Gerindra, Desak Pemecatan Jemi Safrul Imran

  • account_circle Afs
  • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
  • visibility 654
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, DuaSatuNews.com – Puluhan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat Konawe menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Selasa (3/12/2025). Massa mendesak pimpinan partai menjatuhkan sanksi tegas kepada kader Partai Gerindra, Jemi Safrul Imran, yang mereka duga melanggar etika dan disiplin kepartaian.

Dalam aksi tersebut, para peserta membawa spanduk dan membacakan pernyataan sikap yang memuat sejumlah dugaan pelanggaran. Massa menilai Jemi Safrul Imran memberikan dukungan politik kepada pasangan calon Bupati Konawe pada Pilkada 2024 yang tidak memperoleh rekomendasi resmi Partai Gerindra.

Massa aksi juga menyoroti status jabatan Jemi Safrul Imran sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kabupaten Konawe. Mereka menyebut Jemi belum menyampaikan pengunduran diri secara resmi dari jabatan tersebut, padahal publik mengetahui rencana pelantikannya sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Konawe.

Ketua Gerakan Pemuda dan Masyarakat Konawe, Arin Fahrul Sanjaya, menegaskan bahwa aksi ini bertujuan mendorong partai menjaga integritas dan konsistensi aturan internal.

“Kami datang ke Jakarta untuk meminta DPP Gerindra bertindak tegas. Jika kader terbukti melanggar etika dan disiplin partai, pimpinan wajib menjatuhkan sanksi. Partai harus menjaga kredibilitasnya,” ujar Arin saat berorasi.

Penanggung jawab aksi, Adrian Moita, menyatakan bahwa pihaknya membawa dokumen dan data pendukung terkait dugaan pelanggaran tersebut. Ia meminta DPP Gerindra menindaklanjuti laporan itu secara terbuka dan profesional.

“Kami menyerahkan data dan bukti pendukung. DPP tinggal menindaklanjuti secara transparan. Jika tidak ada respons, kami akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegas Adrian.

Tuntutan Aksi

Dalam kesempatan tersebut, massa menyerahkan surat resmi yang memuat tiga tuntutan utama, yakni:

  1. Mendesak DPP Partai Gerindra memecat Jemi Safrul Imran apabila pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran etika dan disiplin partai.

  2. Meminta partai melakukan pemeriksaan internal secara transparan dan menyampaikan hasilnya kepada publik.

  3. Mendorong penguatan sistem pengawasan terhadap kader partai yang menduduki jabatan publik.

Aksi demonstrasi berlangsung tertib dan damai. Aparat kepolisian mengawal jalannya kegiatan hingga selesai. Massa menyatakan akan terus mengawal proses ini sampai DPP Partai Gerindra memberikan sikap resmi.

Afs

Penulis

Update & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Adat Maba Sangaji Divonis Penjara karena Tolak Tambang Nikel

    Warga Adat Maba Sangaji Divonis Penjara karena Tolak Tambang Nikel

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 546
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Putusan pengadilan yang memenjarakan warga adat Maba Sangaji di Halmahera Timur memicu kekhawatiran luas soal perlindungan hak sipil masyarakat adat. Vonis tersebut berdampak langsung pada ruang hidup warga yang menolak aktivitas tambang nikel di wilayah adat mereka. Kasus ini tidak berdiri sendiri. Ia mencerminkan pola penanganan konflik sumber daya alam yang kerap […]

  • IPMKU Jakarta Gelar Aksi di Kejagung dan Kementerian ESDM, Soroti Dugaan Tambang Ilegal PT KES

    IPMKU Jakarta Gelar Aksi di Kejagung dan Kementerian ESDM, Soroti Dugaan Tambang Ilegal PT KES

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 481
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Dugaan tambang ilegal Konawe Utara kembali memicu sorotan publik. Mahasiswa menilai aktivitas pertambangan yang diduga melanggar aturan ini berisiko merusak lingkungan dan merugikan masyarakat setempat. Regulasi ketat, pengawasan jadi sorotan Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memperketat aturan pertambangan mineral dan batubara. Karena itu, setiap perusahaan wajib mengikuti rencana kerja resmi. Namun, dugaan […]

  • Buyback Saham HRUM Rp335 Miliar Tanpa RUPS

    Buyback Saham HRUM Rp335 Miliar Tanpa RUPS

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Arin 2024
    • visibility 581
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Emiten tambang batu bara dan nikel PT Harum Energy Tbk (HRUM) menyiapkan aksi buyback saham HRUM tanpa melalui rapat umum pemegang saham (RUPS). Untuk itu, perseroan mengalokasikan dana maksimal Rp335 miliar yang bersumber dari kas internal. Pada dasarnya, manajemen HRUM menilai buyback sebagai langkah strategis. Pertama, perseroan ingin menjaga stabilitas harga saham. […]

  • Korut Uji Rudal Hipersonik, Kim Jong Un Tegaskan Perluas Daya Tangkal Nuklir

    Korut Uji Rudal Hipersonik, Kim Jong Un Tegaskan Perluas Daya Tangkal Nuklir

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 482
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com — Uji rudal hipersonik Korea Utara kembali menarik perhatian dunia. Pada Minggu (4/1/2026), Pyongyang meluncurkan rudal hipersonik yang diklaim mampu menjangkau sasaran sejauh 1.000 kilometer di lepas pantai timur. KCNA memberitakan uji tersebut pada Senin. Kim Jong Un Pimpin Langsung Uji Rudal Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, memimpin langsung uji peluncuran dari […]

  • Mahasiswa Bongkar Dugaan Mega Korupsi Pembangunan Gerbang Kota Wanggudu

    Mahasiswa Bongkar Dugaan Mega Korupsi Pembangunan Gerbang Kota Wanggudu

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Sejumlah mahasiswa dan pemuda kembali menyuarakan keresahan publik terkait dugaan korupsi pembangunan Gerbang Kota Wanggudu, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Mereka menggelar aksi sebagai bentuk protes karena proyek tersebut dinilai penuh kejanggalan dan berpotensi merugikan keuangan negara. Selain itu, massa menilai proyek tersebut tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, […]

  • Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions
    War

    Israeli hostage freed by Hamas says ‘time is running out’ for captives as she describes harrowing conditions

    • calendar_month Minggu, 23 Feb 2025
    • account_circle ptmbi
    • visibility 804
    • 0Komentar

    TEL AVIV, Duasatunews.com — Yocheved Lifshitz, sandera Israel yang Hamas bebaskan pada akhir Oktober, kembali menyuarakan harapannya akan perdamaian. Namun, ia menegaskan bahwa perdamaian hanya bisa terwujud jika seluruh sandera segera keluar dari Gaza. Dalam wawancara eksklusif dengan NBC News, Lifshitz menyatakan waktu para sandera hampir habis. Ia menyebut suaminya, Oded Lifshitz, sebagai salah satu […]

expand_less