Mahasiswa & AMP; Pemuda Geruduk DPP Gerindra, Desak Pemecatan Jemi Safrul Imran
- account_circle Afs
- calendar_month Rabu, 3 Des 2025
- visibility 366
- comment 0 komentar
- print Cetak

Puluhan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat Konawe menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Selasa (3/12/2025).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, DuaSatuNews.com – Puluhan mahasiswa, pemuda, dan masyarakat Konawe menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPP Partai Gerindra, Jakarta, Selasa (3/12/2025). Massa mendesak pimpinan partai menjatuhkan sanksi tegas kepada kader Partai Gerindra, Jemi Safrul Imran, yang mereka duga melanggar etika dan disiplin kepartaian.
Dalam aksi tersebut, para peserta membawa spanduk dan membacakan pernyataan sikap yang memuat sejumlah dugaan pelanggaran. Massa menilai Jemi Safrul Imran memberikan dukungan politik kepada pasangan calon Bupati Konawe pada Pilkada 2024 yang tidak memperoleh rekomendasi resmi Partai Gerindra.
Massa aksi juga menyoroti status jabatan Jemi Safrul Imran sebagai Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kabupaten Konawe. Mereka menyebut Jemi belum menyampaikan pengunduran diri secara resmi dari jabatan tersebut, padahal publik mengetahui rencana pelantikannya sebagai Pengganti Antar Waktu (PAW) Anggota DPRD Konawe.
Ketua Gerakan Pemuda dan Masyarakat Konawe, Arin Fahrul Sanjaya, menegaskan bahwa aksi ini bertujuan mendorong partai menjaga integritas dan konsistensi aturan internal.
“Kami datang ke Jakarta untuk meminta DPP Gerindra bertindak tegas. Jika kader terbukti melanggar etika dan disiplin partai, pimpinan wajib menjatuhkan sanksi. Partai harus menjaga kredibilitasnya,” ujar Arin saat berorasi.
Penanggung jawab aksi, Adrian Moita, menyatakan bahwa pihaknya membawa dokumen dan data pendukung terkait dugaan pelanggaran tersebut. Ia meminta DPP Gerindra menindaklanjuti laporan itu secara terbuka dan profesional.
“Kami menyerahkan data dan bukti pendukung. DPP tinggal menindaklanjuti secara transparan. Jika tidak ada respons, kami akan kembali menggelar aksi dengan jumlah massa yang lebih besar,” tegas Adrian.
Tuntutan Aksi
Dalam kesempatan tersebut, massa menyerahkan surat resmi yang memuat tiga tuntutan utama, yakni:
-
Mendesak DPP Partai Gerindra memecat Jemi Safrul Imran apabila pemeriksaan membuktikan adanya pelanggaran etika dan disiplin partai.
-
Meminta partai melakukan pemeriksaan internal secara transparan dan menyampaikan hasilnya kepada publik.
-
Mendorong penguatan sistem pengawasan terhadap kader partai yang menduduki jabatan publik.
Aksi demonstrasi berlangsung tertib dan damai. Aparat kepolisian mengawal jalannya kegiatan hingga selesai. Massa menyatakan akan terus mengawal proses ini sampai DPP Partai Gerindra memberikan sikap resmi.

Saat ini belum ada komentar