Breaking News
light_mode
Beranda » Politik » Kapolri: Saya lebih memilih jadi petani daripada menteri kepolisian

Kapolri: Saya lebih memilih jadi petani daripada menteri kepolisian

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 278
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Kapolri tolak Menteri Kepolisian. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo menegaskan sikap tersebut saat ini dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin. Sejak awal, ia menyatakan lebih memilih menjadi petani daripada menduduki jabatan Menteri Kepolisian.

Seiring berkembangnya wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia di bawah kementerian, Kapolri menyampaikan pengalamannya. Dalam beberapa kesempatan, sejumlah pihak menawarkan dirinya mengisi jabatan tersebut. Bahkan, beberapa tawaran datang melalui pesan WhatsApp.

“Ada yang bertanya ke saya, mau atau tidak menjadi Menteri Kepolisian,” ujar Sigit sambil menegaskan kembali sikapnya.

Namun demikian, Kapolri menilai struktur Polri saat ini sudah paling tepat. Menurutnya, posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden membuat institusi bekerja lebih cepat. Dengan kata lain, kepolisian bisa bergerak fleksibel dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum.

Kapolri Tolak Menteri Kepolisian Secara Tegas

Lebih lanjut, kapolri tolak menteri kepolisian karena menilai pembentukan jabatan baru hanya akan memperpanjang jalur komando. Akibatnya, proses pengambilan keputusan berpotensi melambat. Padahal, Polri membutuhkan kecepatan dalam merespons persoalan keamanan.

“Polri harus hadir cepat di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, kami fokus pada keamanan, penegakan hukum, dan pelayanan publik,” kata Sigit.

Selain itu, Kapolri juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip kelembagaan. Bahkan, ia menyatakan siap melepas jabatannya jika negara tetap membentuk posisi Menteri Kepolisian.

“Jika harus memilih, maka saya lebih baik tidak menjabat dan memilih menjadi petani,” tegasnya.

Polri Dinilai Lebih Efektif di Bawah Presiden

Di sisi lain, Sigit menyinggung tantangan geografis Indonesia yang sangat luas. Sebagai gambaran, Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dengan jumlah penduduk besar. Dengan kondisi tersebut, kepolisian perlu bergerak cepat tanpa hambatan birokrasi tambahan.

Karena itu, ia menilai Polri akan bekerja lebih maksimal jika tetap berada langsung di bawah Presiden. Pada akhirnya, posisi tersebut memungkinkan kepolisian menjaga stabilitas keamanan nasional secara responsif.

Dengan demikian, kapolri tolak menteri kepolisian sekaligus menegaskan sikapnya untuk menjaga profesionalisme dan independensi Polri sebagai alat negara yang melayani masyarakat.

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iman Rachman BEI Mundur Usai IHSG Anjlok Dua Hari

    Iman Rachman BEI Mundur Usai IHSG Anjlok Dua Hari

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 332
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Iman Rachman BEI mengundurkan diri dari jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia pada Jumat (30/1/2026). Ia mengambil langkah tersebut setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah signifikan selama dua hari berturut-turut dan menekan kepercayaan pasar. Iman menyampaikan keputusan tersebut secara langsung dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta Selatan. Ia […]

  • Suara Rakyat dan Tanggung Jawab Demokrasi

    Suara Rakyat dan Tanggung Jawab Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 333
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Suara rakyat dalam demokrasi sering menjadi rujukan utama dalam pengambilan keputusan politik. Karena itu, banyak pihak menempatkan kehendak mayoritas sebagai ukuran sah atau tidaknya sebuah kebijakan. Namun, ketika aktor politik memaknai prinsip tersebut secara sempit, demokrasi justru berisiko mengabaikan keadilan dan kepentingan publik yang lebih luas. Mayoritas Tidak Selalu Mencerminkan Kebenaran Demokrasi tidak […]

  • OTT Maidi 2026: KPK Naikkan Kasus ke Penyidikan

    OTT Maidi 2026: KPK Naikkan Kasus ke Penyidikan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 325
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – OTT Maidi 2026 memasuki tahap penyidikan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menaikkan status perkara dalam operasi tangkap tangan terhadap Wali Kota Madiun, Maidi. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan penyidik menggelar ekspose perkara sebelum membuka penyidikan. Tim menemukan bukti awal yang cukup sehingga langsung menetapkan status hukum para pihak dalam waktu 1×24 […]

  • Aksi mahasiswa menyoroti kasus Elza Syarief di kawasan Menteng Jakarta

    GASKAN Soroti Lambatnya Penyidikan Kasus Elza Syarief, Ancam Aksi Susulan Usut Dugaan Penggelapan Ratusan Miliar

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 186
    • 2Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) – Gerakan Suara Keadilan Netizen (GASKAN) menegaskan dugaan penggelapan dana klien yang menyeret nama pengacara Elza Syarief semakin meluas. Sekretaris Jenderal GASKAN, Andi Muhammad Rifaldy, menyebut kerugian tidak hanya menimpa UMKM Memiles pada 2019. Selain itu, ia mengatakan sejumlah klien lain juga mengalami kerugian dengan total mencapai ratusan miliar rupiah. Andi menyampaikan pernyataan […]

  • Divonis 15 Januari, Laras Faizati Harap Putusan yang Adil

    Divonis 15 Januari, Laras Faizati Harap Putusan yang Adil

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 353
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Kasus dugaan penghasutan yang melibatkan pegawai lembaga internasional kembali menarik perhatian publik. Pengadilan Negeri Jakarta Selatan akan membacakan putusan perkara Laras Faizati Khairunnisa pada Kamis, 15 Januari 2026. Publik menilai perkara ini penting karena menyangkut prinsip kesetaraan di hadapan hukum. Perkara tersebut mencuat di tengah sorotan terhadap integritas lembaga peradilan. Banyak pihak […]

  • amine Yamal Laureus 2026 menerima penghargaan di Madrid

    Lamine Yamal Laureus 2026: Samai Cruyff di Usia 18 Tahun

    • calendar_month Selasa, 21 Apr 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 89
    • 0Komentar

    Madrid (duasatunews.com) –  Lamine Yamal Laureus 2026 menjadi sorotan setelah penyerang muda FC Barcelona, Lamine Yamal, menyamai pencapaian legenda Johan Cruyff dalam ajang Laureus World Sports Awards. Barcelona mengumumkan pada Selasa (21/4) bahwa Yamal meraih penghargaan Young Sportsperson of The Year 2026. Penyelenggara menyerahkan trofi tersebut dalam seremoni resmi di Madrid, Spanyol, Senin (20/4). Penghargaan […]

expand_less