Breaking News
light_mode
Beranda » Politik » Kapolri: Saya lebih memilih jadi petani daripada menteri kepolisian

Kapolri: Saya lebih memilih jadi petani daripada menteri kepolisian

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
  • visibility 334
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com – Kapolri tolak Menteri Kepolisian. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Listyo Sigit Prabowo menegaskan sikap tersebut saat ini dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin. Sejak awal, ia menyatakan lebih memilih menjadi petani daripada menduduki jabatan Menteri Kepolisian.

Seiring berkembangnya wacana penempatan Kepolisian Negara Republik Indonesia di bawah kementerian, Kapolri menyampaikan pengalamannya. Dalam beberapa kesempatan, sejumlah pihak menawarkan dirinya mengisi jabatan tersebut. Bahkan, beberapa tawaran datang melalui pesan WhatsApp.

“Ada yang bertanya ke saya, mau atau tidak menjadi Menteri Kepolisian,” ujar Sigit sambil menegaskan kembali sikapnya.

Namun demikian, Kapolri menilai struktur Polri saat ini sudah paling tepat. Menurutnya, posisi Polri yang berada langsung di bawah Presiden membuat institusi bekerja lebih cepat. Dengan kata lain, kepolisian bisa bergerak fleksibel dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum.

Kapolri Tolak Menteri Kepolisian Secara Tegas

Lebih lanjut, kapolri tolak menteri kepolisian karena menilai pembentukan jabatan baru hanya akan memperpanjang jalur komando. Akibatnya, proses pengambilan keputusan berpotensi melambat. Padahal, Polri membutuhkan kecepatan dalam merespons persoalan keamanan.

“Polri harus hadir cepat di tengah masyarakat. Oleh sebab itu, kami fokus pada keamanan, penegakan hukum, dan pelayanan publik,” kata Sigit.

Selain itu, Kapolri juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip kelembagaan. Bahkan, ia menyatakan siap melepas jabatannya jika negara tetap membentuk posisi Menteri Kepolisian.

“Jika harus memilih, maka saya lebih baik tidak menjabat dan memilih menjadi petani,” tegasnya.

Polri Dinilai Lebih Efektif di Bawah Presiden

Di sisi lain, Sigit menyinggung tantangan geografis Indonesia yang sangat luas. Sebagai gambaran, Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau dengan jumlah penduduk besar. Dengan kondisi tersebut, kepolisian perlu bergerak cepat tanpa hambatan birokrasi tambahan.

Karena itu, ia menilai Polri akan bekerja lebih maksimal jika tetap berada langsung di bawah Presiden. Pada akhirnya, posisi tersebut memungkinkan kepolisian menjaga stabilitas keamanan nasional secara responsif.

Dengan demikian, kapolri tolak menteri kepolisian sekaligus menegaskan sikapnya untuk menjaga profesionalisme dan independensi Polri sebagai alat negara yang melayani masyarakat.

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • penipuan travel umrah Kendari barang bukti paspor jamaah

    Polresta Kendari Tahan Pelaku Penipuan Umrah, 144 Jamaah Rugi Hingga Rp1,8 Miliar

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 284
    • 1Komentar

    KENDARI, (Duasatunews.com) — Polresta Kendari menahan seorang pria berinisial AK (26) yang diduga melakukan penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah umrah. Kasus ini menyebabkan kerugian masyarakat hingga sekitar Rp1,8 miliar dan menimpa ratusan calon jamaah di Sulawesi Tenggara. Kapolresta Kendari Kombes Pol Edwin L. Sengka menjelaskan bahwa tersangka menjalankan penipuan dengan mencatut nama perusahaan perjalanan […]

  • Pembangunan Papua berbasis etnosains didorong Wamen HAM agar kebijakan lebih selaras dengan kebutuhan masyarakat adat.

    Wamen HAM: Pembangunan Papua Harus Berbasis Etnosains dan Kearifan Lokal

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 108
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)– Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto mendorong pemerintah menjadikan etnosains sebagai fondasi pembangunan di Papua. Ia menilai pendekatan tersebut mampu menghasilkan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat adat sekaligus memperkuat penghormatan terhadap hak asasi manusia. Pernyataan itu disampaikan Mugiyanto saat menghadiri Konferensi APS ke-3 di Papua Youth Creative Hub (PYCH), Jayapura, Jumat […]

  • Derita Banjir Memakan Korban: Alarm Kegagalan Kolektif Menjaga Lingkungan

    Derita Banjir Memakan Korban: Alarm Kegagalan Kolektif Menjaga Lingkungan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 339
    • 0Komentar

    Jakarta, DuaSatuNews.com – Derita banjir memakan korban kembali terjadi setiap musim hujan. Peristiwa ini terus berulang dan hingga kini belum menemukan penyelesaian nyata. Padahal, di balik data dan statistik, terdapat manusia yang kehilangan keluarga, masa depan, serta harapan. Oleh karena itu, banjir tidak sekadar merendam wilayah, tetapi juga menghancurkan mimpi banyak orang. Warga di Wilayah […]

  • Seskab Teddy Mensos Sekolah Rakyat Bansos rapat di Jakarta

    Seskab Teddy dan Mensos bahas Sekolah Rakyat hingga bansos

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) –  Seskab Teddy bansos menjadi fokus dalam pertemuan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dengan Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Senin (6/4). Pertemuan ini membahas peningkatan akurasi penyaluran bantuan sosial sekaligus perkembangan program Sekolah Rakyat. Pertemuan berlangsung di Kantor Sekretariat Kabinet. Kedua pihak menekankan pentingnya penguatan pendidikan dan ketepatan distribusi bansos. Selain itu, pemerintah menggunakan […]

  • pengusaha tambang berkuasa dan konflik kepentinga

    PENGUSAHA TAMBANG MEMIMPIN DAERAH TAMBANG

    • calendar_month Jumat, 21 Mar 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 1.092
    • 0Komentar

    Oleh: Eni Samayati JAKARTA, duasatunews.com – Demokrasi lahir untuk mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Cita-cita itu tertulis tegas dalam Undang-Undang Dasar 1945. Namun hingga kini, keadilan dan kemakmuran masih terasa jauh dari realitas hidup rakyat. Setiap lima tahun sekali, pesta demokrasi kembali digelar. Pada saat yang sama, para kontestan mengorbankan waktu, tenaga, dan dana […]

  • Airlangga Hartarto memberi keterangan pers usai pertemuan pembahasan krisis ekonomi 2008 di Istana Kepresidenan Jakarta

    Prabowo Kumpulkan Eks Pejabat Ekonomi Era SBY, Bahas Antisipasi Krisis dan Ketahanan Perbankan

    • calendar_month Jumat, 22 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 114
    • 1Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Presiden Prabowo Subianto mengundang sejumlah mantan pejabat ekonomi era Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono ke Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat. Pertemuan itu membahas pengalaman menghadapi krisis ekonomi 2008 untuk memperkuat antisipasi terhadap tekanan ekonomi global. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan Presiden ingin mendengar pengalaman para tokoh ekonomi yang pernah menangani gejolak ekonomi nasional. […]

expand_less