Jatim Raih 4 Penghargaan Nasional Kearsipan, Khofifah Sebut Arsip Fondasi Indonesia Emas 2045
- account_circle Reski
- calendar_month 9 jam yang lalu
- visibility 18
- comment 3 komentar
- print Cetak

foto:Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Penghargaan Kearsipan Nasional dari ANRI di Jakarta, tahun 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta,(duasatunews.com)– Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih empat penghargaan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) pada 2026. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menilai prestasi tersebut menunjukkan kemajuan tata kelola arsip di daerahnya.
Khofifah mengatakan arsip memiliki peran penting dalam mendukung transformasi digital. Menurutnya, arsip menjadi fondasi untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045.
“Arsip harus menjadi sumber data yang mendukung pelayanan publik dan penyusunan kebijakan,” kata Khofifah dalam keterangan resmi yang diterima di Surabaya, Jumat.
Empat Penghargaan Nasional
Pemerintah Provinsi Jawa Timur meraih empat penghargaan sekaligus dari ANRI. Penghargaan tersebut meliputi Simpul Jaringan Terbaik Nasional Tahun 2026, Simpul Jaringan Terbaik Nasional lima tahun berturut-turut, Predikat AA Pengawasan Kearsipan, dan Anugerah Memori Kolektif Bangsa (MKB).
Prestasi Simpul Jaringan Terbaik Nasional menjadi pencapaian kelima bagi Jawa Timur. Sebelumnya, provinsi ini meraih penghargaan yang sama pada 2021, 2022, 2024, dan 2025.
Khofifah menyebut keberhasilan tersebut lahir dari kerja sama banyak pihak. Perangkat daerah, arsiparis, dan mitra strategis berperan dalam memperkuat sistem kearsipan di Jawa Timur.
Perkuat Transformasi Digital
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mempercepat digitalisasi arsip. Langkah itu dilakukan melalui Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) dan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE).
Selain mengembangkan sistem digital, pemerintah juga meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang kearsipan. Upaya tersebut membantu Jawa Timur mempertahankan predikat AA dalam pengawasan kearsipan nasional.
Khofifah menegaskan arsip tidak hanya berfungsi sebagai penyimpan dokumen. Arsip juga menyediakan data yang mendukung keterbukaan informasi dan pelayanan publik yang lebih efektif.
Arsip GKJW Raih Anugerah MKB
ANRI juga memberikan Anugerah Memori Kolektif Bangsa kepada arsip Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) periode 1931–1995.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama GKJW mengusulkan dan menyelamatkan arsip tersebut. Arsip itu memuat berbagai catatan sejarah tentang pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat.
Khofifah menilai arsip GKJW menunjukkan jejak toleransi dan akulturasi budaya yang berkembang di Indonesia. Arsip tersebut juga menggambarkan kontribusi masyarakat dalam berbagai bidang pembangunan.
- Penulis: Reski
- Editor: Nur Wayda

https://shorturl.fm/XJHpJ
29 Mei 2026 11:31 amhttps://shorturl.fm/PlswO
29 Mei 2026 9:09 amhttps://shorturl.fm/VC7rW
29 Mei 2026 7:38 am