JAKARTA,Duasatunews.com – Warga Palestina mulai mempersiapkan diri untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Di berbagai wilayah, suasana religius dan kebersamaan tampak semakin kuat meski masyarakat masih menghadapi kondisi kehidupan yang penuh keterbatasan.
Di sejumlah daerah, warga memantau langit untuk mengamati kemunculan hilal sebagai penanda masuknya bulan Ramadhan. Aktivitas ini menjadi tradisi penting yang terus dijaga dari generasi ke generasi. Selain itu, umat Muslim memanfaatkan momen ini untuk memperbanyak doa dan memperkuat niat menjalankan ibadah puasa.
Pasar-pasar tradisional di Palestina mulai dipadati warga yang membeli kebutuhan pokok. Mereka memilih bahan makanan untuk sahur dan berbuka puasa, seperti beras, tepung, minyak goreng, serta kurma. Para pedagang tetap membuka lapak dengan penuh harapan meski daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Di wilayah Jalur Gaza, warga menjalani persiapan Ramadhan dengan keterbatasan listrik dan pasokan kebutuhan dasar. Namun, mereka tetap menciptakan suasana Ramadhan di rumah masing-masing. Keluarga membersihkan rumah, menyiapkan menu sederhana, dan menghias ruang tamu dengan peralatan seadanya untuk menyambut bulan penuh berkah.
Sementara itu, warga di Tepi Barat juga aktif membersihkan masjid dan lingkungan sekitar. Takmir masjid mengatur jadwal shalat tarawih, tadarus Al-Qur’an, serta kegiatan keagamaan lainnya. Anak-anak dan remaja turut membantu, menciptakan suasana gotong royong yang hangat.
Lembaga sosial dan organisasi kemanusiaan mulai menyalurkan bantuan menjelang Ramadhan. Mereka membagikan paket sembako, menyiapkan dapur umum, serta menyusun program santunan bagi keluarga kurang mampu dan anak yatim. Upaya ini bertujuan meringankan beban masyarakat selama menjalankan ibadah puasa.
Bagi warga Palestina, Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga simbol keteguhan, harapan, dan solidaritas. Di tengah berbagai tantangan, mereka menyambut Ramadhan 1447 H dengan semangat kebersamaan dan keyakinan akan masa depan yang lebih baik.


Saat ini belum ada komentar