Stop Impor Solar, Pemerintah Perkuat Ketahanan Energi
- account_circle Brian Putra
- calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
- visibility 56
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar Ilustrasi, Pemerintah menegaskan akan stop Impor solar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) – Stop impor solar menjadi kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Melalui langkah ini, pemerintah berupaya mengurangi ketergantungan pada pasokan bahan bakar dari luar negeri sekaligus mengoptimalkan potensi energi dalam negeri secara bertahap dan berkelanjutan. (17/02/2026).
Pemerintah menegaskan kebijakan stop impor solar, sebagai bagian dari reformasi sektor energi nasional. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, menyampaikan kebijakan ini dalam keterangan kepada Awak media.
Menurut Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menilai impor solar selama ini memberi tekanan pada neraca perdagangan nasional serta meningkatkan ketergantungan terhadap dinamika harga energi global. Kondisi tersebut mendorong pemerintah mempercepat penguatan produksi dalam negeri melalui optimalisasi kapasitas kilang minyak nasional.
Pemerintah terus meningkatkan kinerja kilang eksisting dan memperbaiki efisiensi operasional di sektor hilir. Langkah ini bertujuan menaikkan pasokan solar domestik secara bertahap tanpa mengganggu stabilitas distribusi. Pemerintah juga memperketat pengawasan agar penyaluran BBM tepat sasaran di seluruh wilayah.
Selain itu, pemerintah memperluas pemanfaatan energi alternatif seperti biodiesel. Program ini mendukung bauran energi nasional dan membantu menekan konsumsi solar berbasis impor. Pemerintah menilai pengembangan biodiesel mampu memperkuat industri energi domestik sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi.
Bahlil menegaskan pemerintah menjalankan kebijakan ini secara bertahap dan terukur. Pemerintah mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, kebutuhan sektor industri, serta tingkat konsumsi masyarakat sebelum mengambil langkah lanjutan. Pendekatan ini bertujuan menjaga pasokan tetap aman dan harga tetap stabil.
“Kami menjaga pasokan energi tetap aman dan harga tetap terkendali. Kepentingan masyarakat menjadi prioritas utama,” ujar Bahlil.
Dalam jangka panjang, kebijakan ini diharapkan meningkatkan efisiensi anggaran negara, memperkuat kemandirian energi, serta mengurangi dampak gejolak energi global terhadap perekonomian nasional. Pemerintah juga menyiapkan evaluasi berkala agar kebijakan berjalan efektif dan adaptif.
- Penulis: Brian Putra
- Editor: Muh. Nur Alim
- Sumber: https://www.esdm.go.id
