Masa Depan
- account_circle Rahman
- calendar_month Rabu, 3 Des 2025
- visibility 296
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Duasatunews.com — Masa depan terus memanggil kita—pelan, tetapi pasti. Ia bukan sekadar waktu yang belum tiba, melainkan ruang harapan yang menunggu untuk kita perjuangkan. Di sanalah impian-impian yang belum terwujud bersembunyi, menanti keberanian kita untuk menjemputnya.
Namun, masa depan tidak pernah menawarkan jalan yang mudah. Sering kali ia tampak jauh, terasa menakutkan, bahkan terlihat mustahil untuk diraih. Justru di titik itulah maknanya muncul. Masa depan menguji ketahanan kita, menakar keberanian untuk bangkit setelah jatuh, dan mengasah keteguhan dalam menghadapi ketidakpastian.
Masa depan tidak menjadi milik mereka yang paling pintar atau paling kuat. Ia berpihak pada mereka yang memilih untuk tidak menyerah. Sebagian orang terus melangkah ketika yang lain berhenti. Ada pula yang bertahan dan menolak tenggelam saat beban terasa terlalu berat. Kepercayaan bahwa usaha kecil, keputusan jujur, dan langkah yang ditempuh dengan niat baik akan berbuah, mendorong mereka terus berjalan, hingga akhirnya peluang yang tak pernah terbayangkan terbuka.
Kita sering lupa bahwa masa depan tidak lahir dari peristiwa besar semata. Justru keputusan-keputusan kecil hari inilah yang membentuknya. Ketulusan yang kita tanam, kerja keras yang kita jalani, relasi yang kita jaga, serta mimpi yang terus kita rawat—semuanya menjahit masa depan menjadi sesuatu yang bermakna.
Masa depan tidak menunggu keraguan. Ia bergerak cepat dan mengalir deras. Jika kita memilih diam, perubahan akan menyeret kita. Sebaliknya, ketika kita berdiri tegak dan menyatakan kesiapan, masa depan membuka ruang yang penuh cahaya dan kemungkinan.
Pada akhirnya, masa depan bukan tentang apa yang akan terjadi. Ia tentang apa yang kita pilih untuk perjuangkan hari ini. Menentukan masa depan berarti berani mengambil peran sejak sekarang—demi masa depan diri kita, dan demi masa depan Indonesia.
oleh:
Rianda Julian Rahman
Mahasiswa Manajemen
Universitas Moestopo (Beragama)
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://www.bps.go.id

Saat ini belum ada komentar