Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Alih Fungsi Lahan Cisarua Jadi Sorotan Pemerintah

Alih Fungsi Lahan Cisarua Jadi Sorotan Pemerintah

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 578
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com — Alih fungsi lahan Cisarua menjadi perhatian pemerintah setelah longsor terjadi di lereng perbukitan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Di kawasan tersebut, hamparan perkebunan sayuran tampak mendominasi lereng yang sebelumnya berfungsi sebagai kawasan hutan.

Kondisi itu menarik perhatian Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat meninjau langsung lokasi pada Minggu (25/1/2026). Ia menilai perubahan tutupan lahan di kawasan lereng berpotensi meningkatkan kerentanan lingkungan.

Dalam peninjauan tersebut, Hanif menjelaskan bahwa kawasan yang semula berfungsi sebagai hutan kini berkembang menjadi lahan pertanian intensif. Menurutnya, perubahan fungsi lahan itu berdampak pada menurunnya daya dukung lingkungan.

Akibat kondisi tersebut, lereng Pegunungan Burangrang dinilai menjadi lebih rentan terhadap bencana. Karena itu, pemerintah memandang perlu adanya penanganan yang serius dan terukur berbasis kajian ilmiah.

Baca juga (internal): Penanganan Longsor di Bandung Barat
/bencana/penanganan-longsor-bandung-barat

Dampak Perubahan Tutupan Lahan terhadap Lingkungan

Selain menyoroti perubahan fungsi lahan, Hanif juga menyinggung jenis tanaman yang berkembang di kawasan tersebut. Ia menilai tanaman yang mendominasi lereng bukan merupakan tanaman asli yang sesuai dengan karakter alam setempat.

Dengan demikian, praktik pertanian yang berjalan saat ini dinilai belum sepenuhnya menyesuaikan kondisi ekologis kawasan. Pola tersebut, menurut Hanif, berpotensi meningkatkan risiko kerusakan lingkungan dan memperbesar dampak bencana.

Lebih lanjut, Hanif menjelaskan bahwa urbanisasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat turut berpengaruh. Seiring meningkatnya kebutuhan pangan, perluasan lahan pertanian pun meluas hingga ke kawasan pegunungan.

Namun, kawasan pegunungan memiliki keterbatasan ekologis. Oleh karena itu, tekanan terhadap lingkungan menjadi semakin besar ketika aktivitas pertanian berkembang tanpa pengendalian yang memadai. Kondisi ini kembali menegaskan pentingnya pengelolaan alih fungsi lahan Cisarua secara berkelanjutan.

Baca juga (internal): Kebijakan Tata Ruang Jawa Barat
/kebijakan/tata-ruang-jawa-barat

Pendekatan Ilmiah dan Langkah Pemerintah

Hanif juga menyinggung jenis komoditas pertanian yang kini banyak dibudidayakan di kawasan tersebut. Ia menyebut masyarakat mengonsumsi sayuran yang bukan merupakan kebiasaan pangan lokal.

“Kita mengonsumsi pangan yang bukan kebiasaan lokal, seperti kentang, kol, kobis, dan paprika,” ujar Hanif. Ia menjelaskan tanaman-tanaman tersebut berasal dari wilayah subtropis dan umumnya tumbuh di ketinggian 800 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut.

Sebagian komoditas tersebut berasal dari Amerika Selatan, seperti Chile dan Peru. Petani kemudian membudidayakannya di dataran tinggi Indonesia, termasuk di lereng-lereng yang sebelumnya berfungsi sebagai kawasan hutan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup berencana menurunkan tim ahli untuk melakukan kajian mendalam terkait alih fungsi lahan Cisarua. Tim akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk menelaah kondisi bentang alam secara menyeluruh.

“Urusan lingkungan harus berbasis sains. Kita tidak bisa mengira-ngira,” kata Hanif.

Selain kajian ilmiah, pemerintah juga membuka peluang pendalaman lanjutan terhadap aspek lingkungan lainnya. Pemerintah mempertimbangkan perbaikan tata ruang serta langkah pemulihan landscape kawasan terdampak guna mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

“Saya sudah lama menyampaikan hal ini kepada Gubernur Jawa Barat. Karena itu, kawasan ini memang perlu pendalaman yang lebih serius,” tutup Hanif.

Rujukan eksternal:
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) — https://www.menlhk.go.id
Pemerintah Provinsi Jawa Barat — https://jabarprov.go.id

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • "Pejabat Pemprov DKI Jakarta berbicara di podium dalam acara resmi, dengan latar belakang ukiran kayu tradisional Indonesia di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Seoul."

    DKI Jakarta Siapkan Rp253,6 Miliar untuk Sekolah Swasta Gratis, Ribuan Siswa Diprioritaskan

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 334
    • 2Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan anggaran Rp253,6 miliar untuk program sekolah swasta gratis. Program itu membantu siswa dari keluarga kurang mampu agar tetap bisa bersekolah. Pemprov DKI memilih 103 sekolah swasta untuk mengikuti program tersebut. Sekolah peserta berasal dari jenjang SD, SMP, SMA/SMK, hingga SLB. Pemerintah daerah ingin memperluas akses pendidikan dan […]

  • Pasar Kripto Indonesia Terbesar di Dunia

    Pasar Kripto Indonesia Terbesar di Dunia

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 631
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Indonesia masuk 10 pasar kripto terbesar dunia berdasarkan laporan global yang memantau perkembangan aset digital lintas negara. Pencapaian ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru dalam ekosistem kripto global, seiring meningkatnya jumlah pengguna dan aktivitas transaksi berbasis blockchain. Laporan tersebut menunjukkan bahwa adopsi ritel menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar kripto […]

  • Dugaan Pencabulan Anak Disorot, IPPMAKA Desak Polres dan Kasat Reskrim Segera Tetapkan Mantan Kades Basule H. Nasir sebagai tersangka

    Dugaan Pencabulan Anak Disorot, IPPMAKA Desak Polres dan Kasat Reskrim Segera Tetapkan Mantan Kades Basule H. Nasir sebagai tersangka

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Konawe utara, (duasatunews.com) — Penanganan laporan dugaan tindak pidana pencabulan terhadap anak di Desa Basule, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara, kembali menjadi sorotan. Berdasarkan dokumen yang beredar, perkara tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/40/VIII/2026/SPKT/Polres Konawe Utara/Polda Sultra terkait dugaan tindak pidana terhadap anak berinisial A.N.A. yang dalam laporan disebut diduga dilakukan oleh mantan Kepala […]

  • GPM Sultra-Jakarta Desak Polri Usut Dugaan Proyek Pengamanan Pantai Kolaka

    GPM Sultra-Jakarta Desak Polri Usut Dugaan Proyek Pengamanan Pantai Kolaka

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Gerakan Pemuda Mahasiswa Sultra-Jakarta (GPM Sultra-Jakarta) menyoroti dugaan penggunaan material yang berasal dari aktivitas penambangan Galian C tanpa izin dalam proyek Pembangunan Pengamanan Pantai Kawasan Tondowolio (Lanjutan), Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Tahun Anggaran 2026. Proyek yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu memiliki nilai sekitar Rp18,5 miliar. Pekerjaan tersebut […]

  • aktivitas tambang nikel terkait janji smelter PT SCM di Routa Konawe

    Fokus Nambang dan Lupa Pada Janji Bangun Smelter, Ampuh Sultra Minta Pemerintah Hentikan Aktivitas PT. SCM di Konawe.

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 379
    • 1Komentar

    Konawe, (Duasatunews.com) – PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) kembali menjadi sorotan publik. Sejumlah elemen masyarakat menilai perusahaan tersebut belum merealisasikan janji pembangunan pabrik pemurnian bijih nikel (smelter) di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe. Dukungan Awal Berubah Jadi Kekecewaan Aliansi Masyarakat Peduli Hukum Sulawesi Tenggara (Ampuh Sultra) menjadi salah satu pihak yang aktif menyuarakan tuntutan tersebut. Direktur […]

  • operasi penertiban tambang ilegal di Indonesia

    Gebrakan Menhan Tertibkan Lahan dan Tambang Ilegal

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 752
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com – Penertiban tambang ilegal kembali masuk agenda utama pemerintah. Presiden Prabowo Subianto secara tegas memerintahkan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk memperkuat penegakan hukum terhadap seluruh aktivitas pertambangan tanpa izin. Aktivitas tambang ilegal terus merugikan negara. Para pelaku menggerus penerimaan fiskal, merusak lingkungan, dan memicu konflik lahan di berbagai wilayah. Karena itu, pemerintah menilai pola […]

expand_less