Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Alih Fungsi Lahan Cisarua Jadi Sorotan Pemerintah

Alih Fungsi Lahan Cisarua Jadi Sorotan Pemerintah

  • account_circle Adrian Moita
  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 359
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com Alih fungsi lahan Cisarua menjadi perhatian pemerintah setelah longsor terjadi di lereng perbukitan Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, beberapa waktu lalu. Di kawasan tersebut, hamparan perkebunan sayuran tampak mendominasi lereng yang sebelumnya berfungsi sebagai kawasan hutan.

Kondisi itu menarik perhatian Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, saat meninjau langsung lokasi pada Minggu (25/1/2026). Ia menilai perubahan tutupan lahan di kawasan lereng berpotensi meningkatkan kerentanan lingkungan.

Dalam peninjauan tersebut, Hanif menjelaskan bahwa kawasan yang semula berfungsi sebagai hutan kini berkembang menjadi lahan pertanian intensif. Menurutnya, perubahan fungsi lahan itu berdampak pada menurunnya daya dukung lingkungan.

Akibat kondisi tersebut, lereng Pegunungan Burangrang dinilai menjadi lebih rentan terhadap bencana. Karena itu, pemerintah memandang perlu adanya penanganan yang serius dan terukur berbasis kajian ilmiah.

Baca juga (internal): Penanganan Longsor di Bandung Barat
/bencana/penanganan-longsor-bandung-barat

Dampak Perubahan Tutupan Lahan terhadap Lingkungan

Selain menyoroti perubahan fungsi lahan, Hanif juga menyinggung jenis tanaman yang berkembang di kawasan tersebut. Ia menilai tanaman yang mendominasi lereng bukan merupakan tanaman asli yang sesuai dengan karakter alam setempat.

Dengan demikian, praktik pertanian yang berjalan saat ini dinilai belum sepenuhnya menyesuaikan kondisi ekologis kawasan. Pola tersebut, menurut Hanif, berpotensi meningkatkan risiko kerusakan lingkungan dan memperbesar dampak bencana.

Lebih lanjut, Hanif menjelaskan bahwa urbanisasi dan perubahan pola konsumsi masyarakat turut berpengaruh. Seiring meningkatnya kebutuhan pangan, perluasan lahan pertanian pun meluas hingga ke kawasan pegunungan.

Namun, kawasan pegunungan memiliki keterbatasan ekologis. Oleh karena itu, tekanan terhadap lingkungan menjadi semakin besar ketika aktivitas pertanian berkembang tanpa pengendalian yang memadai. Kondisi ini kembali menegaskan pentingnya pengelolaan alih fungsi lahan Cisarua secara berkelanjutan.

Baca juga (internal): Kebijakan Tata Ruang Jawa Barat
/kebijakan/tata-ruang-jawa-barat

Pendekatan Ilmiah dan Langkah Pemerintah

Hanif juga menyinggung jenis komoditas pertanian yang kini banyak dibudidayakan di kawasan tersebut. Ia menyebut masyarakat mengonsumsi sayuran yang bukan merupakan kebiasaan pangan lokal.

“Kita mengonsumsi pangan yang bukan kebiasaan lokal, seperti kentang, kol, kobis, dan paprika,” ujar Hanif. Ia menjelaskan tanaman-tanaman tersebut berasal dari wilayah subtropis dan umumnya tumbuh di ketinggian 800 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut.

Sebagian komoditas tersebut berasal dari Amerika Selatan, seperti Chile dan Peru. Petani kemudian membudidayakannya di dataran tinggi Indonesia, termasuk di lereng-lereng yang sebelumnya berfungsi sebagai kawasan hutan.

Menanggapi kondisi tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup berencana menurunkan tim ahli untuk melakukan kajian mendalam terkait alih fungsi lahan Cisarua. Tim akan bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat untuk menelaah kondisi bentang alam secara menyeluruh.

“Urusan lingkungan harus berbasis sains. Kita tidak bisa mengira-ngira,” kata Hanif.

Selain kajian ilmiah, pemerintah juga membuka peluang pendalaman lanjutan terhadap aspek lingkungan lainnya. Pemerintah mempertimbangkan perbaikan tata ruang serta langkah pemulihan landscape kawasan terdampak guna mengurangi risiko bencana di masa mendatang.

“Saya sudah lama menyampaikan hal ini kepada Gubernur Jawa Barat. Karena itu, kawasan ini memang perlu pendalaman yang lebih serius,” tutup Hanif.

Rujukan eksternal:
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)https://www.menlhk.go.id
Pemerintah Provinsi Jawa Barathttps://jabarprov.go.id

Adrian Moita

Penulis

Update, Akurat & Terpercaya

Rekomendasi Untuk Anda

  • pencak silat cerminkan kepribadian bangsa disampaikan Prabowo di Munas IPSI

    Pencak Silat Kepribadian Bangsa, Tegas Prabowo di Munas IPSI

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pencak silat mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Menurut Prabowo, pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai olahraga dan seni bela diri, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya […]

  • IRGC gelar latihan militer Iran dengan rudal dan drone di wilayah selatan

    Latihan Militer IRGC di Iran Selatan,Tengah Ketegangan AS

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Teheran, Iran, (duasatunews.com) – Latihan militer IRGC berlangsung di sepanjang pantai selatan Iran pada Selasa (24/2), seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam latihan skala besar ini, pasukan Garda Revolusi Iran menampilkan uji rudal balistik, pengerahan drone tempur, serta simulasi pertahanan pantai. Rangkaian kegiatan ini menguji kesiapan pasukan menghadapi berbagai skenario ancaman. Latihan […]

  • Suara Rakyat dan Tanggung Jawab Demokrasi

    Suara Rakyat dan Tanggung Jawab Demokrasi

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 337
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Suara rakyat dalam demokrasi sering menjadi rujukan utama dalam pengambilan keputusan politik. Karena itu, banyak pihak menempatkan kehendak mayoritas sebagai ukuran sah atau tidaknya sebuah kebijakan. Namun, ketika aktor politik memaknai prinsip tersebut secara sempit, demokrasi justru berisiko mengabaikan keadilan dan kepentingan publik yang lebih luas. Mayoritas Tidak Selalu Mencerminkan Kebenaran Demokrasi tidak […]

  • Prabowo siap mediasi konflik Iran dan Amerika Serikat demi stabilitas kawasan

    Prabowo Siap Ke Iran demi Redam Ketegangan Timur Tengah

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 262
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — Prabowo siap mediasi konflik di Timur Tengah dengan menyatakan kesiapan untuk bertolak ke Iran guna memfasilitasi dialog. Presiden Prabowo Subianto menegaskan langkah tersebut bertujuan membantu memulihkan kondisi keamanan yang kondusif di kawasan. Pemerintah Indonesia menilai dialog dan diplomasi sebagai langkah utama untuk meredakan eskalasi konflik. Sikap ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam […]

  • lapangan kerja Indonesia melalui industrialisasi nasional

    Lapangan Kerja Indonesia Didorong Prabowo lewat Industrialisasi

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 363
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Lapangan kerja Indonesia menjadi prioritas utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto melalui percepatan industrialisasi nasional dan pembangunan sektor perumahan rakyat. Pemerintah menempatkan penciptaan kesempatan kerja sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan merata. Presiden menyampaikan komitmen tersebut dalam Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama di Jakarta. Ia menegaskan pemerintah akan memimpin kebangkitan industri […]

  • Yaqut Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji, KPK Singgung Pertemuan Jokowi–MBS

    Yaqut Ditetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji, KPK Singgung Pertemuan Jokowi–MBS

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 413
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kasus kuota haji kembali menjadi sorotan publik. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka dugaan korupsi pengelolaan kuota haji. Selain Yaqut, KPK juga menetapkan staf khusus Menteri Agama, Ishfah Abidal Aziz alias Gus Alex, sebagai tersangka. Dengan demikian, penyidik kini memproses dua pihak yang berperan dalam […]

expand_less