Iran Serang Kapal Tanker AS dan Inggris di Selat Hormuz
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 2 Mar 2026
- visibility 129
- comment 0 komentar
- print Cetak

ledakan besar di kawasan perkotaan setelah klaim serangan rudal Iran
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Teheran, (duasatunews.com) – Iran serang kapal tanker milik Amerika Serikat dan Inggris di kawasan Teluk Persia serta Selat Hormuz pada awal pekan ini. Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) mengklaim serangan tersebut terjadi pada Minggu (1/3).
Menurut pernyataan IRGC, pasukannya meluncurkan rudal ke arah tiga kapal tanker yang melintas di jalur pelayaran strategis tersebut. Akibat serangan itu, kapal-kapal tanker mengalami kebakaran. IRGC menyampaikan klaim ini melalui outlet berita resminya, Sepah News.
Iran Serang Kapal Tanker dan Perluas Sasaran ke Pangkalan AS
Selain kapal tanker, Iran juga mengaku memperluas sasaran serangan ke instalasi militer Amerika Serikat. Berdasarkan laporan kantor berita Xinhua, serangan mencakup pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain.
Di Kuwait, IRGC menyebut pasukannya menyerang Pangkalan Udara Ali Al Salem dan melumpuhkan fasilitas utama. Sementara itu, pasukan Iran juga menghantam pangkalan Mohammed Al-Ahmad. Serangan tersebut merusak tiga bangunan infrastruktur angkatan laut di lokasi tersebut.
Iran Serang Pangkalan Militer AS di Bahrain
Tidak berhenti di situ, IRGC mengklaim pasukannya menargetkan pusat komando dan fasilitas cadangan angkatan laut AS di Bahrain. Selanjutnya, Iran menembakkan dua rudal balistik ke satu pangkalan militer AS lainnya di negara tersebut.
Menurut klaim IRGC, rangkaian serangan ini menyebabkan sekitar 560 personel AS mengalami korban. Namun hingga kini, pemerintah Amerika Serikat belum menyampaikan konfirmasi resmi terkait jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.
IMO Merespons Dampak Iran Serang Kapal Tanker
Di tengah eskalasi konflik menyusul klaim Iran serang kapal tanker, situasi keamanan kawasan menarik perhatian dunia internasional. Oleh karena itu, Sekretaris Jenderal International Maritime Organization (IMO), Arsenio Dominguez, meminta perusahaan pelayaran global meningkatkan kewaspadaan.
Lebih lanjut, Dominguez mendorong operator kapal untuk menghindari wilayah perairan yang terdampak konflik jika memungkinkan. Pada saat yang sama, ia menegaskan bahwa kebebasan navigasi tetap menjadi prinsip utama hukum maritim internasional.
Latar Belakang Eskalasi Konflik Iran–AS
Sebagai latar belakang, serangan yang diklaim IRGC ini muncul sehari setelah pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran. Menurut laporan Xinhua, operasi tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei bersama sejumlah pejabat tinggi negara. Hingga kini, pihak independen belum memverifikasi klaim tersebut.
Akibat perkembangan itu, Iran melancarkan respons balasan terhadap kepentingan AS dan Israel di Timur Tengah. Dengan demikian, konflik di kawasan terus meningkat dan menjadi perhatian serius komunitas internasional.
Sumber: Xinhua
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: DUASATUNEWS.COM
