Jembatan Putus di Jember Segera Dibangun, Menteri PU Pastikan Lebih Aman dari Banjir
- account_circle Rahman
- calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
- visibility 57
- comment 0 komentar
- print Cetak

Menteri PU Dody Hanggodo bersama Bupati Jember Muhammad Fawait meninjau lokasi pembangunan jembatan putus di Desa Pakusari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (22/2/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JEMBER, Duasatunews.com — Pemerintah pusat memastikan pembangunan jembatan penghubung antardesa di Kabupaten Jember, Jawa Timur, yang rusak akibat banjir. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan Kementerian PU menanggung pembiayaan proyek tersebut melalui APBN dan memprioritaskan keselamatan masyarakat.
Kepastian itu Dody sampaikan saat meninjau langsung lokasi jembatan putus di Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari, Minggu. Pada kesempatan itu, tim teknis Kementerian PU telah menyelesaikan survei lapangan serta menyusun desain awal bersama pemerintah desa.
Desain jembatan ditinggikan, akses jalan diperbaiki
Dalam perencanaan, Kementerian PU merancang jembatan baru dengan ketinggian lebih tinggi dibanding bangunan sebelumnya. Selain struktur utama, Dody juga meminta pemerintah daerah menata ulang akses jalan menuju jembatan agar lebih landai.
Dengan akses yang lebih ramah, anak-anak dan warga lanjut usia dapat melintasi jalur tersebut dengan aman. Oleh karena itu, Kementerian PU memasukkan perbaikan jalan sebagai bagian integral dari proyek jembatan.
Pembangunan ditargetkan selesai beberapa bulan
Selanjutnya, pemerintah menargetkan pembangunan jembatan rampung dalam beberapa bulan ke depan. Setelah proyek selesai, warga dua desa dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari tanpa hambatan.
Sebelumnya, banjir besar yang terjadi pada akhir Desember 2025 merusak jembatan tersebut. Akibatnya, warga harus memanfaatkan jembatan darurat dari bambu hasil swadaya masyarakat untuk menjaga mobilitas.
Penanganan infrastruktur dilakukan secara kolaboratif
Selain jembatan Pakusari, pemerintah pusat dan daerah juga menyiapkan penanganan infrastruktur lain di Jember. Berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Jember, bencana merusak 16 jembatan dan sekitar 50 bendung.
Untuk itu, pemerintah kabupaten, provinsi, dan pusat membagi penanganan sesuai kewenangan masing-masing. Langkah ini menjadi prioritas karena infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan warga.
Pemkab Jember mengajukan proyek strategis
Sebelumnya, Bupati Jember Muhammad Fawait mendatangi Kementerian PU untuk menyampaikan sejumlah proposal pembangunan. Ia mengusulkan pelebaran jalan Tanggul–Jember, pembangunan flyover, perbaikan infrastruktur pascabencana, serta revitalisasi Pasar Tanjung.
Melalui kajian teknis, Kementerian PU akan menentukan proyek yang paling mendesak. Dengan begitu, pemerintah dapat langsung mendorong pemulihan ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah dan desa menyambut positif
Di sisi lain, Bupati Jember Muhammad Fawait mengapresiasi perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur di daerahnya. Menurutnya, infrastruktur berperan penting dalam membuka akses ekonomi dan menekan kemiskinan ekstrem.
Sementara itu, Kepala Desa Pakusari Misjo menegaskan jembatan tersebut menjadi akses vital yang menghubungkan Desa Pakusari dengan Desa Subo dan Desa Jatian. Melalui jalur itu, warga menjalankan aktivitas perdagangan, pertanian, pendidikan, serta layanan kesehatan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana
- Sumber: duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar